JAKARTA, Cobisnis.com – Chelsea resmi memecat Liam Rosenior dari jabatan manajer klub setelah rentetan hasil buruk di Premier League.
Keputusan pemecatan diumumkan pada Rabu (22/4/2026) malam WIB. Manajemen klub menilai performa tim tidak mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa laga terakhir.
Rosenior hanya bertahan singkat di Stamford Bridge sebelum akhirnya didepak. Lima kekalahan beruntun menjadi faktor utama yang mempercepat keputusan tersebut.
Selama periode itu, Chelsea juga gagal mencetak gol, termasuk ketika diperkuat Alejandro Garnacho dan rekan-rekannya di lini depan.
Kondisi ini membuat tekanan terhadap manajemen klub semakin besar. Evaluasi internal akhirnya berujung pada pergantian pelatih.
Setelah pemecatan Rosenior, Chelsea langsung bergerak mencari pengganti. Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kursi pelatih utama.
Salah satu nama yang paling mencuat adalah Frank Lampard. Sosok legenda klub tersebut kembali masuk dalam radar manajemen The Blues.
Lampard saat ini dikenal sukses membawa Coventry City promosi ke Premier League musim depan. Catatan tersebut menambah nilai plus di mata Chelsea.
Sebelumnya, Lampard sudah dua kali menangani Chelsea, yakni pada periode 2019–2021 dan sempat kembali sebagai pelatih interim pada 2023.
Meski memiliki kedekatan emosional dengan klub, Lampard belum pernah mempersembahkan trofi sebagai pelatih Chelsea.
Situasi ini turut disorot pihak Coventry City yang menilai rumor kepindahan Lampard sebagai hal yang wajar dalam dunia sepak bola modern.
Di sisi lain, manajemen Chelsea kini dituntut segera mengambil keputusan cepat untuk menjaga stabilitas tim di sisa musim.













