• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, August 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN RI Tertekan

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 11, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN RI Tertekan

JAKARTA, Cobisnis.com – Lonjakan harga minyak dunia yang melampaui US$100 per barel mulai menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas ekonomi Indonesia pada 2026. Gejolak ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak langsung pada pasokan energi global.

Kenaikan harga minyak global memberi tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah menghadapi dilema antara mempertahankan subsidi energi untuk menjaga daya beli masyarakat atau menahan beban fiskal yang terus meningkat akibat lonjakan harga energi.

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri dapat memicu inflasi yang signifikan. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga energi hampir selalu diikuti oleh kenaikan harga kebutuhan pokok di berbagai sektor.

Menurut Fahmy, kondisi ini akan langsung berdampak pada masyarakat berpenghasilan rendah. Penurunan daya beli dapat terjadi ketika biaya transportasi dan distribusi meningkat, sementara pendapatan masyarakat tidak mengalami kenaikan yang seimbang.

Situasi tersebut menjadi semakin sensitif karena terjadi menjelang periode mudik Lebaran. Jika harga BBM dinaikkan dalam waktu berdekatan dengan hari raya, potensi inflasi bisa meningkat lebih tajam karena permintaan barang dan jasa juga sedang tinggi.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, memperingatkan bahwa tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi berpotensi membawa ekonomi Indonesia mendekati fase resesi. Ia memperkirakan inflasi tahunan bisa menembus kisaran 6 hingga 8 persen apabila harga BBM naik secara signifikan.

Kondisi tersebut berisiko memicu perlambatan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketika masyarakat menahan belanja, sektor industri dan perdagangan juga ikut terdampak karena permintaan pasar melemah.

Bhima juga mengingatkan potensi meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) jika industri mulai mengalami penurunan penjualan. Penurunan aktivitas ekonomi dapat mempersempit kelas menengah dan meningkatkan jumlah masyarakat yang kembali berada di bawah garis kemiskinan.

Untuk meredam tekanan tersebut, para ekonom mendorong pemerintah melakukan refocusing atau pengalihan anggaran dari beberapa program besar yang dinilai tidak mendesak. Langkah ini dianggap dapat memberikan ruang fiskal tambahan untuk menahan kenaikan harga BBM subsidi.

Bhima memperkirakan pemerintah memiliki potensi realokasi anggaran hingga sekitar Rp340 triliun dari sejumlah program besar dan belanja yang kurang produktif. Dana tersebut dapat digunakan sebagai penyangga fiskal untuk menjaga stabilitas harga energi dan mengendalikan inflasi.

Di sisi lain, Fahmy Radhi juga menilai relokasi anggaran menjadi pilihan yang lebih rasional dalam kondisi darurat ekonomi global. Menurutnya, menjaga stabilitas harga energi akan membantu mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Ia juga memproyeksikan harga minyak dunia masih berpotensi terus meningkat jika konflik di Timur Tengah semakin meluas. Bahkan, harga minyak bisa mencapai US$150 per barel jika jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz terganggu.

Situasi ini membuat pemerintah harus bergerak cepat menyiapkan strategi mitigasi, baik melalui kebijakan fiskal maupun penguatan cadangan energi nasional. Stabilitas harga energi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy course
download mobile firmware
Free Download WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: apbnCobisnisEkonomi Indonesiaenergi globalHarga minyak duniaInflasi IndonesiaPebisnismuda

Related Posts

Pemerintah Naikkan Margin Bulog Jadi 7% agar Kualitas Beras Meningkat

Pemerintah Naikkan Margin Bulog Jadi 7% agar Kualitas Beras Meningkat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perum Bulog memastikan akan meningkatkan kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat setelah pemerintah menaikkan margin fee penugasan...

Indonesia Incar Posisi Pemimpin Industri Protein ASEAN

Indonesia Incar Posisi Pemimpin Industri Protein ASEAN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat produksi dan distribusi protein di Asia Tenggara. Besarnya pasar domestik,...

Final Piala Presiden Elite 2026

AFC Setujui Jadwal Final Piala Presiden Elite 2026, Persib vs Persebaya Digelar Sesuai Agenda

by Desti Dwi Natasya
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menyetujui jadwal semifinal dan final Piala Presiden Elite 2026. Persetujuan tersebut...

Purbaya Pastikan Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC pada September 2026

Purbaya Pastikan Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC pada September 2026

by Hidayat Taufik
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan mengambil alih kepemilikan mayoritas saham PT Kereta Cepat Indonesia...

Eks Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin IDA22

Eks Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin IDA22

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditunjuk sebagai Independent Co Chair atau Ketua Bersama Independen untuk penggalangan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Halal Indo 2026

Halal Indo 2026 Dorong Sinergi Kreator dan Industri Perkuat Produk Halal Lokal

August 5, 2026
Kemenkes

Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Kemenkes Imbau Utamakan Empati

August 5, 2026
PT GSPP Perkuat Infrastruktur Pendidikan dan Akses Ekonomi Masyarakat

PT GSPP Perkuat Infrastruktur Pendidikan dan Akses Ekonomi Masyarakat

August 5, 2026
kinerja Astra Agro semester I 2026

Astra Agro Bukukan Laba Bersih Rp1,1 Triliun pada Semester I 2026

August 5, 2026
Prasetyo Hadi Buka Suara soal Isu Pergantian Kapolri, Surpres Dipastikan Nihil

Prasetyo Hadi Buka Suara soal Isu Pergantian Kapolri, Surpres Dipastikan Nihil

August 6, 2026
Inspeksi Alpukat di Michoacán Ditangguhkan, Pasokan ke AS Berisiko Melambat

Inspeksi Alpukat di Michoacán Ditangguhkan, Pasokan ke AS Berisiko Melambat

August 6, 2026
Menhaj Apresiasi Tingginya Kepuasan Jemaah Haji 2026, Pembenahan Tetap Jadi Fokus

Menhaj Apresiasi Tingginya Kepuasan Jemaah Haji 2026, Pembenahan Tetap Jadi Fokus

August 6, 2026
Kota Terbaik untuk Street Food di Dunia, Jakarta Ada di Nomor 3

Kota Terbaik untuk Street Food di Dunia, Jakarta Ada di Nomor 3

August 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved