JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, menyatakan tingkat kepuasan jemaah terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026 berada pada kategori sangat memuaskan. Meski demikian, pemerintah menegaskan masih ada sejumlah aspek layanan yang perlu terus ditingkatkan untuk penyelenggaraan haji pada tahun-tahun mendatang.
Berdasarkan Survei Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (SKJHI) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) tahun 2026 mencapai 83,28 poin. Capaian tersebut mencerminkan hasil kerja berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Menurut Irfan, mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas layanan menjadi tantangan berikutnya. Salah satu fokus utama adalah peningkatan layanan kesehatan bagi jemaah, mengingat masih terdapat ratusan jemaah yang meninggal selama musim haji 2026.
Selain sektor kesehatan, Kementerian Haji dan Umrah juga berupaya memperkuat ekosistem ekonomi haji. Pemerintah mendorong penggunaan produk dan bahan asal Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah melalui kerja sama dengan vendor di Arab Saudi.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa pengukuran IKLHI 2026 menggunakan metodologi baru yang lebih komprehensif. Penilaian kini mencakup layanan di dalam maupun luar negeri serta mengukur proses pelayanan sesuai regulasi terbaru penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam survei tersebut, nilai kepuasan layanan di luar negeri tercatat 82,71 poin, sedangkan layanan di dalam negeri mencapai 83,85 poin. Survei dilakukan terhadap 14.400 jemaah haji menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan.













