• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, May 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 1, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

JAKARTA, Cobisnis.com – Pasar keuangan global diguncang sell-off lintas aset secara serempak dalam 24 jam terakhir. Kejadian ini menjadi salah satu episode pelemahan pasar paling ekstrem dalam beberapa dekade.

Pada Jumat, 30 Januari 2026, hampir seluruh kelas aset utama mengalami tekanan bersamaan. Logam mulia rontok, saham melemah, dan aset kripto ikut tenggelam dalam satu sesi perdagangan.

Fenomena ini bukan koreksi biasa. Secara historis, pola sell-off serempak lintas aset biasanya muncul saat ekspektasi fundamental pasar berubah secara drastis dan kolektif.

Pemicu utamanya bukan kepanikan irasional, melainkan perubahan arah ekspektasi kebijakan moneter global. Pasar mulai mengantisipasi pengetatan likuiditas yang lebih lama dan lebih dalam dari perkiraan sebelumnya.

Emas menjadi sorotan utama setelah anjlok 10,9 persen dalam satu hari. Penurunan ini menghapus sekitar 4,1 triliun dolar AS nilai pasar global dan menjadi salah satu kejatuhan harian terdalam sejak era Paul Volcker di awal 1980-an.

Tekanan pada emas terjadi seiring lonjakan real yield dan penguatan dolar AS. Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga riil.

Perak mengalami nasib lebih buruk dengan kejatuhan 21,5 persen dalam satu sesi. Sekitar 1,4 triliun dolar AS nilai pasar perak global lenyap akibat aksi forced liquidation.

Sebagai aset hibrida antara safe haven dan komoditas industri, perak kerap menjadi korban pertama dalam fase risk-off ekstrem. Investor menjual aset yang paling likuid untuk mendapatkan dana tunai.

Di sektor komoditas industri, tembaga turun 10,3 persen dan menghapus sekitar 40 miliar dolar AS nilai pasar. Penurunan tajam ini memperkuat sinyal perlambatan ekonomi global.

Tembaga yang sering dijuluki “Dr. Copper” mencerminkan ekspektasi pertumbuhan dunia. Saat harganya jatuh sedalam ini, pasar sedang menurunkan proyeksi ekonomi global secara struktural.

Pasar saham juga ikut kehilangan pijakan. Indeks S&P 500 turun 0,6 persen, dengan sekitar 380 miliar dolar AS kapitalisasi pasar menguap dalam satu hari.

Meski terlihat kecil secara persentase, penurunan ini signifikan secara psikologis. Selama dua tahun terakhir, reli saham lebih banyak ditopang likuiditas longgar, bukan fundamental ekonomi yang kuat.

Nasdaq mencatat tekanan lebih dalam dengan penurunan 1,2 persen. Sekitar 480 miliar dolar AS nilai pasar hilang, mencerminkan kerentanan saham teknologi terhadap kenaikan suku bunga riil.

Saham growth sangat bergantung pada valuasi masa depan. Ketika real yield naik, nilai masa depan tersebut otomatis terdiskon lebih besar hari ini.

Aset kripto kembali membuktikan posisinya dalam krisis likuiditas. Bitcoin turun 6,6 persen dan menghapus sekitar 108 miliar dolar AS kapitalisasi pasar.

Dalam kondisi tekanan global, Bitcoin tidak berperilaku sebagai safe haven seperti emas. Ia bergerak menyerupai saham teknologi berisiko tinggi.

Ethereum juga terseret dengan penurunan 7,5 persen dan sekitar 25 miliar dolar AS nilai pasar menghilang. Dalam krisis likuiditas, kualitas teknologi tidak menjadi pertimbangan utama investor.

Fase ini menunjukkan bahwa pasar tidak menghukum kualitas aset, melainkan likuiditasnya. Aset yang paling mudah dijual menjadi korban utama.

Sell-off 30 Januari 2026 menandai potensi perubahan rezim pasar. Bukan sekadar volatilitas jangka pendek, tetapi sinyal awal pergeseran besar dalam likuiditas dan ekspektasi kebijakan global.

Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download coolpad firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: CobisnisGlobal EconomyLikuiditasMarket CrashPebisnismudaRisk OffThe Fed

Related Posts

Bukan Gimmick, Kamera di AirPods Terbaru Apple Dirancang Biar Siri Bisa Lihat Dunia Nyata

Bukan Gimmick, Kamera di AirPods Terbaru Apple Dirancang Biar Siri Bisa Lihat Dunia Nyata

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Apple disebut sedang mengembangkan AirPods generasi baru yang dilengkapi kamera kecil di masing-masing earbuds. Bocoran ini datang...

Tidak Perlu Daftar Dulu, IKN Buka Akses Umum Selama Libur Panjang dengan Sejumlah Ketentuan

Tidak Perlu Daftar Dulu, IKN Buka Akses Umum Selama Libur Panjang dengan Sejumlah Ketentuan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ibu Kota Nusantara membuka kunjungan umum selama libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pengunjung dapat menikmati...

Kemenkeu Ambil Peran dalam Penataan Ulang Pembiayaan Kereta Cepat Whoosh

Libur Panjang Bikin Whoosh Penuh, 80 Persen Penumpang Pilih Rute Halim-Padalarang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus membawa lonjakan besar penumpang Kereta Cepat Whoosh. Selama periode 13 hingga 16...

Viral Siswi Pontianak Protes ke Juri, Psikolog Nilai Sikap Speak Up Bukan Bentuk Melawan

SMAN 1 Sambas Angkat Bicara, Bantah Nepotisme dan Desak Penyelenggara Pulihkan Nama Sekolah

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - SMAN 1 Sambas akhirnya buka suara soal polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI...

OJK Ungkap Industri Bank Syariah Nasional Solid dan Resilien, Aset Sentuh Rp 1.061 Triliun

OJK Ungkap Industri Bank Syariah Nasional Solid dan Resilien, Aset Sentuh Rp 1.061 Triliun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Industri perbankan syariah Indonesia mencatat pertumbuhan positif sepanjang awal 2026. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK melaporkan total...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Koelnmesse dan AMARA Expo Dirikan PT Nine Koeln Indonesia

Koelnmesse dan AMARA Expo Dirikan PT Nine Koeln Indonesia

May 16, 2026
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Niat Arab dan Artinya

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Niat Arab dan Artinya

May 16, 2026
Timwas DPR Pantau Pelayanan Jemaah Haji di Makkah dan Madinah

Timwas DPR Pantau Pelayanan Jemaah Haji di Makkah dan Madinah

May 16, 2026
Pembahasan Revisi UU Pemilu 2026 Bergulir, Komisi II DPR Buka Ruang Partisipasi Masyarakat

Deretan Mobil Toyota Terbaru 2026: dari Veloz Hybrid hingga SUV Listrik bZ4X

January 20, 2026
FIFA Umumkan Lisa BLACKPINK Akan Meriahkan Opening Piala Dunia 2026

FIFA Umumkan Lisa BLACKPINK Akan Meriahkan Opening Piala Dunia 2026

May 17, 2026
Arus Keluar Jabotabek Capai 487 Ribu Kendaraan Selama Libur Panjang 2026

Arus Keluar Jabotabek Capai 487 Ribu Kendaraan Selama Libur Panjang 2026

May 16, 2026
Polisi Amankan 11 Anggota Jaringan Narkoba Samarinda, Langsung Dibawa ke Jakarta

Polisi Amankan 11 Anggota Jaringan Narkoba Samarinda, Langsung Dibawa ke Jakarta

May 16, 2026
Trump Terapkan Prosedur Ketat, Semua Barang dari China Dibuang Sebelum Pulang

Trump Terapkan Prosedur Ketat, Semua Barang dari China Dibuang Sebelum Pulang

May 16, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved