• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 1, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

JAKARTA, Cobisnis.com – Pasar keuangan global diguncang sell-off lintas aset secara serempak dalam 24 jam terakhir. Kejadian ini menjadi salah satu episode pelemahan pasar paling ekstrem dalam beberapa dekade.

Pada Jumat, 30 Januari 2026, hampir seluruh kelas aset utama mengalami tekanan bersamaan. Logam mulia rontok, saham melemah, dan aset kripto ikut tenggelam dalam satu sesi perdagangan.

Fenomena ini bukan koreksi biasa. Secara historis, pola sell-off serempak lintas aset biasanya muncul saat ekspektasi fundamental pasar berubah secara drastis dan kolektif.

Pemicu utamanya bukan kepanikan irasional, melainkan perubahan arah ekspektasi kebijakan moneter global. Pasar mulai mengantisipasi pengetatan likuiditas yang lebih lama dan lebih dalam dari perkiraan sebelumnya.

Emas menjadi sorotan utama setelah anjlok 10,9 persen dalam satu hari. Penurunan ini menghapus sekitar 4,1 triliun dolar AS nilai pasar global dan menjadi salah satu kejatuhan harian terdalam sejak era Paul Volcker di awal 1980-an.

Tekanan pada emas terjadi seiring lonjakan real yield dan penguatan dolar AS. Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga riil.

Perak mengalami nasib lebih buruk dengan kejatuhan 21,5 persen dalam satu sesi. Sekitar 1,4 triliun dolar AS nilai pasar perak global lenyap akibat aksi forced liquidation.

Sebagai aset hibrida antara safe haven dan komoditas industri, perak kerap menjadi korban pertama dalam fase risk-off ekstrem. Investor menjual aset yang paling likuid untuk mendapatkan dana tunai.

Di sektor komoditas industri, tembaga turun 10,3 persen dan menghapus sekitar 40 miliar dolar AS nilai pasar. Penurunan tajam ini memperkuat sinyal perlambatan ekonomi global.

Tembaga yang sering dijuluki “Dr. Copper” mencerminkan ekspektasi pertumbuhan dunia. Saat harganya jatuh sedalam ini, pasar sedang menurunkan proyeksi ekonomi global secara struktural.

Pasar saham juga ikut kehilangan pijakan. Indeks S&P 500 turun 0,6 persen, dengan sekitar 380 miliar dolar AS kapitalisasi pasar menguap dalam satu hari.

Meski terlihat kecil secara persentase, penurunan ini signifikan secara psikologis. Selama dua tahun terakhir, reli saham lebih banyak ditopang likuiditas longgar, bukan fundamental ekonomi yang kuat.

Nasdaq mencatat tekanan lebih dalam dengan penurunan 1,2 persen. Sekitar 480 miliar dolar AS nilai pasar hilang, mencerminkan kerentanan saham teknologi terhadap kenaikan suku bunga riil.

Saham growth sangat bergantung pada valuasi masa depan. Ketika real yield naik, nilai masa depan tersebut otomatis terdiskon lebih besar hari ini.

Aset kripto kembali membuktikan posisinya dalam krisis likuiditas. Bitcoin turun 6,6 persen dan menghapus sekitar 108 miliar dolar AS kapitalisasi pasar.

Dalam kondisi tekanan global, Bitcoin tidak berperilaku sebagai safe haven seperti emas. Ia bergerak menyerupai saham teknologi berisiko tinggi.

Ethereum juga terseret dengan penurunan 7,5 persen dan sekitar 25 miliar dolar AS nilai pasar menghilang. Dalam krisis likuiditas, kualitas teknologi tidak menjadi pertimbangan utama investor.

Fase ini menunjukkan bahwa pasar tidak menghukum kualitas aset, melainkan likuiditasnya. Aset yang paling mudah dijual menjadi korban utama.

Sell-off 30 Januari 2026 menandai potensi perubahan rezim pasar. Bukan sekadar volatilitas jangka pendek, tetapi sinyal awal pergeseran besar dalam likuiditas dan ekspektasi kebijakan global.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
lynda course free download
download samsung firmware
Download WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: CobisnisGlobal EconomyLikuiditasMarket CrashPebisnismudaRisk OffThe Fed

Related Posts

Lonjakan Penumpang KRL Tunjukkan Perubahan Gaya Hidup Warga Perkotaan

Lonjakan Penumpang KRL Tunjukkan Perubahan Gaya Hidup Warga Perkotaan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah penumpang KRL Commuter Line di Jabodetabek terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring perbaikan layanan dan...

Kibarkan Merah Putih, Kiandra Ramadhipa Menang Dramatis di Rookies Cup 2026

Kibarkan Merah Putih, Kiandra Ramadhipa Menang Dramatis di Rookies Cup 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pebalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, mencetak kemenangan impresif di Race 2 Red Bull Rookies Cup 2026 di...

Kelangkaan Plastik Ganggu Produksi, Beras SPHP Diizinkan Pakai Kemasan Lama

Kelangkaan Plastik Ganggu Produksi, Beras SPHP Diizinkan Pakai Kemasan Lama

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memberikan kelonggaran penggunaan kemasan lama untuk beras SPHP 2026 menyusul kelangkaan bahan baku plastik yang menghambat...

Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga emas diproyeksikan kembali menguat pada pekan depan setelah sebelumnya mengalami pelemahan cukup dalam dalam beberapa waktu...

Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatat hasil positif dengan finis di posisi keenam pada Moto3 Spanyol...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

April 26, 2026
BNI Jadi Bank Pertama di Indonesia yang Terbitkan AT – 1 Bond

BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

April 26, 2026
Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

April 26, 2026
Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta pada 2026

Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta pada 2026

April 26, 2026
Penembakan di Acara Gedung Putih, Diduga Sasar Pejabat Trump

Penembakan di Acara Gedung Putih, Diduga Sasar Pejabat Trump

April 26, 2026
Lonjakan Penumpang KRL Tunjukkan Perubahan Gaya Hidup Warga Perkotaan

Lonjakan Penumpang KRL Tunjukkan Perubahan Gaya Hidup Warga Perkotaan

April 26, 2026
Kibarkan Merah Putih, Kiandra Ramadhipa Menang Dramatis di Rookies Cup 2026

Kibarkan Merah Putih, Kiandra Ramadhipa Menang Dramatis di Rookies Cup 2026

April 26, 2026
Kelangkaan Plastik Ganggu Produksi, Beras SPHP Diizinkan Pakai Kemasan Lama

Kelangkaan Plastik Ganggu Produksi, Beras SPHP Diizinkan Pakai Kemasan Lama

April 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved