• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, January 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Pahami Covid-19, Virus Tak Bisa Hidup Sendiri, Butuh Inang

Fathi by Fathi
March 4, 2020
in Sport
0
Pahami Covid-19, Virus Tak Bisa Hidup Sendiri, Butuh Inang

Achmad Yurianto, Jubir Penanganan Covid-19 saat menjawab pertanyaan wartawan di Halaman Istana Kepresidenan, DKI Jakarta, Selasa 3 Maret 2020. (Foto: Humas/Jay).

Cobisnis.com – Virus pada umumnya membutuhkan inang dan hanya bisa hidup di dalam sel yang hidup, sama halnya seperti benalu di pohon.

Oleh karena itu, Achmad Yurianto, juru bicara (Jubir) terkait penanganan wabah Virus Korona (Covid-19), meminta masyarakat memahami terlebih dahulu Covid-19.

“Benalu ini bisa hidup kalau pohonnya hidup, kalau pohonnya mati pasti benalunya ikut mati. Demikian juga dengan virus dia hidup di dalam sel yang hidup. Sel yang hidup itu ada di saluran pernafasan orang yang sakit,” ujar Achmad yang juga sekaligus Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat menjawab pertanyaan wartawan di Halaman Istana Kepresidenan, Provinsi DKI Jakarta, Selasa 3 Maret 2020.

Pada saat kemudian seseorang berbicara, batuk, maupun bersin, menurut Achmad, maka sebagian selnya ini terlepas atau terlempar yang dalam istilah kesehatan disebut dengan droplet.

”Oleh karena itu logika kita, sehebat apapun orang sakit itu enggak mungkin droplet-nya, percikkan ludahnya itu terlemparnya sampai 1 kilo dari mulutnya, pasti sekitar 1 meter. Oleh karena itu persyaratannya adalah kontak dekat,” ujar Sesditjen P2P.

Kemudian, lanjut ahmad, sel manusia apabila lepas dari tubuh manusia di dalam iklim Indonesia dengan paparan ultraviolet, suhu, kelembaban yang seperti ini rata-rata hanya akan bertahan di 10 sampai 15 menit setelah itu akan mati baik indoor maupun outdoor.

”Sama dengan percikan darah kita kalau kemudian berada di daerah yang tertetes di mana pun enggak sampai 10 menit sel darahnya akan mati. Begitu sel itu mati, maka virus yang menumpang di dalamnya pasti ikut mati, urainya.

“Oleh karena itu kemudian pertanyaannya, apakah logis kalau kemudian tanpa kontak dekat, jarak jauh bisa sakit? Enggak mungkin,” tambah Yuri, panggilan akrab Jubir penanganan wabah Virus Korona.

Cara yang paling gampang mengendalikan, menurut Sesditjen P2P, siapapun yang sedang sakit entah itu batuk atau pilek, bukan hanya karena Covid-19, sebaiknya menggunakan masker supaya saat droplet tidak terbuang ke mana-mana.

”Kita minta yang sakit pakai masker. Bahkan kalau perlu mari kita tegur yang dengan cara yang baik apabila ada teman kita batuk dan pilek enggak pakai masker,” urainya.

Lebih lanjut, Jubir Penanganan Covid-19 juga menyampaikan, virus ini akan masuk melalui mulut, bisa masuk sekalipun memakai masker dan ini yang paling sering terjadi.

”Ada orang lain batuk, percikan dia kena pintu, percikan dia misalnya batuk tutup pakai tangan setelah itu gantung lagi di bis, kemudian kita pakai masker pegangan, maka akan ada transfer ke tangan kita, kemudian dia kita dikasih gorengan gratis. Setebal apapun masker kita kalau dapat gorengan pasti dibuka. Itulah masuknya di situ,” imbuh Achmad.

Rahasia Data Pasien dan RS Rujukan

Soal informasi pasien yang tersebar, Sesditjen P2P menyampaikan bahwa yang harus dipegang adalah ada rahasia medis, tidak boleh mengekspose nama pasien, bahkan di dunia internasional tidak pernah menyebut nama rumah sakit.

”Kami memonitor awak kapal Diamond Princess yang dirawat dengan kasus positif 9, pemerintah Jepang hanya mengatakan mereka kita rawat di kota Chiba dan di pinggiran Tokyo. Bahkan kami tanya namanya pun tidak diberikan,” jelas Achmd.

Hal ini, menurut Achmad, sama dengan asisten rumah tangga warga negara Indonesia (WNI) di Singapura kemarin, tidak diberikan namanya karena secara etika medis tidak boleh dikeluarkan dan itu yang jadi pegangan atau pedoman.

Mengenai pembangunan rumah sakit khusus Covid-19, Sesditjen P2P menyampaikan tidak ada pembangunan yang khusus karena Pemerintah membangun rumah sakit itu sudah by system dan untuk saat ini sudah disiapkan rumah sakit rujukan yang berjenjang.

”Kita tahu kalau di dalam konteks pelayanan rumah sakit umum secara umum, ada 14 rumah sakit rujukan nasional, ada sekitar 50 rumah sakit rujukan regional. Rujukan provinsi dan rujukan regional,” jelasnya.

Khusus terkait dengan penyakit tertentu seperti waktu yang kita hadapi SARS dulu atau flu burung, lanjut Achmad, Pemerintah menunjuk 100 rumah sakit sebagai rujukan flu burung.

“Nah, sekarang di dalam konteks untuk Korona ini, rumah sakit-rumah sakit itu kita siapkan untuk menerima rujukan kasus Covd-19 itu 136 rumah sakit. Jadi jangan dipersepsikan kita mau membangun rumah sakit. Rumah sakit itu sudah ada,” urainya.

Kalau kemudian disiapkan, sambung Sesditjen P2P, artinya perlengkapan, SDM, sarana, prasarana difokuskan untuk menghadapi kasus Covid-19, bukan membangun seperti imajinasi kayak di China itu dari tanah kosong terus berdiri, enggak seperti itu.

”Itu bukan rumah sakit khusus untuk Covid-19. Kita mau membangun rumah sakit ter-integrated untuk perbatasan. Jadi bukan rumah sakit khusus untuk itu. Seperti dibayangkan di China kan, jangan dibayangkan kayak begitu,” terang Achmad.

Rumah sakit itu, lanjut Achmad, akan menjadi rumah sakit rujukan untuk layanan kesehatan di daerah perbatasan, karena sebagaimana diketahui permasalahan di pulau-pulau, mau dibawa ke Jakarta terlalu jauh sehingga dibuatlah di situ yang agak besar.

Sekarang di sana, sambung Achmad, sudah ada rumah sakit umum daerah yang memiliki kemampuan itu dan bagian dari 134 rumah sakit sudah ada, bukan sekarang belum ada karena belum dibangun, bukan seperti itu cara berpikirnya.

Memang, lanjut Achmad, semua sudah dalam perencanaan, yang sekarang sudah berlangsung meskipun bertahap adalah di Ambon, baru diresmikan beberapa saat yang lalu.

”Sekarang mulai lagi di Kupang dan di Wamena, ini nanti akan ditambahkan yang sana. Jadi kita akan memperhatikan daerah-daerah perbatasan, daerah-daerah ini karena memang ini untuk memperpendek jalur rujukan,” pungkas Achmad Yurianto. (setkab.go.id)

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
udemy paid course free download
download karbonn firmware
Download WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: Cobisniscobisnis & bisnisvirus coronavirus korona

Related Posts

Pasar Saham Bergejolak, Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri

Pasar Saham Bergejolak, Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat selama dua hari berturut-turut dan memicu gejolak di pasar...

Bukan Tuduhan, Begini Cara Pasar Membaca Saham yang Disebut Gorengan

Bukan Tuduhan, Begini Cara Pasar Membaca Saham yang Disebut Gorengan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Istilah “saham gorengan” kembali ramai dibicarakan seiring volatilitas pasar yang meningkat. Sebutan ini bukan label resmi, melainkan...

Coca-Cola dan Nestlé di Tengah Sorotan Isu Lingkungan dan Etika

Coca-Cola dan Nestlé di Tengah Sorotan Isu Lingkungan dan Etika

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Coca-Cola dan Nestlé kembali menjadi sorotan publik global seiring meningkatnya kampanye boikot di berbagai negara. Isu yang...

Sentimen Publik Memanas, Parlemen Turki Stop Jual Coca-Cola

Sentimen Publik Memanas, Parlemen Turki Stop Jual Coca-Cola

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Parlemen Turki mengambil langkah simbolik dengan menghentikan penjualan produk perusahaan internasional yang dianggap mendukung Israel. Kebijakan ini...

IHSG Bergejolak dan Sempat Disetop, Purbaya Tetap Pede Target 10.000

IHSG Bergejolak dan Sempat Disetop, Purbaya Tetap Pede Target 10.000

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap terjaga meski pasar modal Indonesia sempat bergejolak. Indeks Harga Saham...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Juragan Kucek

Juragan Kucek Tutup Gerai Mendadak, Mitra dan Konsumen Merugi

January 20, 2026
Shin Eun Soo dan Yoo Seon Ho Resmi Berpacaran, Hubungan Terjalin Sejak Akhir 2025

Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2026 Menurut Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

January 30, 2026
RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

January 28, 2026
AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS dan Campaign Melangkah Pasti

AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS dan Campaign Melangkah Pasti

January 29, 2026
Kolaborasi Superbank–Grab Perluas Akses Pinjaman Digital bagi Jutaan Pengguna

Kolaborasi Superbank–Grab Perluas Akses Pinjaman Digital bagi Jutaan Pengguna

January 30, 2026
Perjalanan Karier Iman Rachman hingga Mundur dari Jabatan Direktur Utama BEI

Mundur dari Kursi Dirut BEI, Harta Kekayaan Iman Rachman Jadi Sorotan

January 30, 2026
Uni Eropa Tetapkan Garda Revolusi Iran sebagai Organisasi Teroris

Uni Eropa Tetapkan Garda Revolusi Iran sebagai Organisasi Teroris

January 30, 2026
Trump Kembali Dorong Penguasaan Greenland, Denmark Tegaskan Penolakan

Trump Beri Ultimatum ke Iran, Isyaratkan Opsi Serangan Militer Lebih Besar

January 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved