• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, June 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Opsi Penurunan Bea Masuk Bahan Baku Plastik UEA Ancam Industri Petrokimia Indonesia

Indra Purnama by Indra Purnama
June 7, 2022
in Industri
0
Opsi Penurunan Bea Masuk Bahan Baku Plastik UEA Ancam Industri Petrokimia Indonesia

JAKARTA, Cobisnis.com – Belum lama ini, Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) melaksanakan perundingan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement / IUAE-CEPA). Namun UEA berencana mengajukan opsi penurunan bea masuk (bisa sampai nol) untuk produk dengan kode HS 39. Kode tersebut adalah untuk bahan baku plastik di industri petrokimia

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Aromatik Olefin dan Plastik (Inaplas) Fajar Budiono mengatakan rencana penurunan bea masuk untuk bahan baku plastik akan sangat mengancam industri petrokimia dalam negeri yang saat ini sedang gencar membangun dan berbagai macam investasi. “Pasalnya dengan, rencana tersebut akan menghilangkan kepercayaan investor, karena bahan baku dari UEA akan banjir di dalam negeri,” ujarnya di Jakarta. Senin.

Lebih lanjut Fajar mengatakan semestinya UEA tidak berencana mengajukan opsi penurunan bea masuk, karena hal tersebut tidaklah fair dalam perdagangan bilateral. Pemerintah harus bisa mendorong UEA untuk membangun pabrik petrokimianya di sini, agar kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan. Apalagi kita sedang banyak membangun pabrik petrokimia di dalam negeri.

Hal senada, Wakil Ketua Komite Tetap Industri Kimia Hulu, Edi Rivai mengatakan rencana tersebut sangat memberatkan industri petrokimia bagan baku plastik yang sudah ada kita bangun selama ini dan juga sedang kita lakukan ekspansi besar. Kalau disetujui pemerintah maka akan menjadi ancaman industri petrokimia dalam negeri yang sedang giat membangun dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan Produk Polyethylene LLDPE

Menurut Edi masalah liberalisasi FTA IUAE perlu dukungan dari Menteri Perdangan Pak M Lutfi dan Menperin Pak Agus Gumiwang untuk mengawal produk polymer HS 39 khususnya PP dan PE dikeluarkan dari permintaan UAE. Karena akan sangat membahayakan produsen lokal dan mengancam investasi diIndonesia. Akan gagal atau tidak berhasil menerapkan kandungan lokal (TKDN ) yang terus di dorong Presiden RI selama ini.

“Jika keran HS39 dibuka maka terdapat “cost sangat signifikan” terhadap neraca perdagangan Indonesia pada bahan baku PE dan PP sebesar Rp 65,15 T, dari pertumbuhan permintaan yang tidak diikuti oleh pertumbuhan produksi domestik yang “mati” karena investasi yang tidak terealisasi,” tukas Edi.

Menurut data Kementerian Perindustrian Indonesia akan menjadi produsen petrokimia utama di ASEAN. Seiring dengan peningkatan investasi dan ekspansi di industri petrokimia nasional. Karena dalam kurun waktu tahun 2020 hingga 2030, pemerintah tengah berusaha mengawal proyek-proyek pembangunan industri kimia raksasa yang total nilai investasinya mencapai US$31 miliar. Investasi tersebut akan memperkuat komoditas di sektor kimia hulu dan mampu mensubstitusi produk petrokimia yang masih diimpor. Seperti etilena, propilena, BTX, butadiena, polietilena (PE), dan polipropilena (PP).

Saat ini, kapasitas industri nasional untuk produk-produk tersebut mencapai 7,1 juta ton per tahun. Dan, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang semakin tumbuh, diperlukan peningkatan kapasitas produksinya.

Dengan adanya investasi besar di industri petrokimia yang saat ini didukung penuh oleh pemerintah, Indonesia akan menjadi negara produsen petrokimia Nomor 1 di ASEAN dengan tambahan total kapasitas olefin sebesar 5,7 juta ton per tahun serta tambahan total kapasitas poliolefin sebesar 4,7 juta ton per tahun.

Industri kimia merupakan sektor tiga besar kontributor penopang kinerja industri pengolahan nonmigas dan memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia memiliki target meningkatkan investasi di industri kimia agar dapat mensubtitusi impor bahan dan barang kimia.

Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
online free course
download lenevo firmware
Premium WordPress Themes Download
lynda course free download
Tags: Cobisnispetrokimiaplastik

Related Posts

Musim Wisuda dan Cuaca Buruk Bikin Bunga Mawar Langka, Harga Meroket di Jakarta

Musim Wisuda dan Cuaca Buruk Bikin Bunga Mawar Langka, Harga Meroket di Jakarta

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga bunga mawar di Sentra Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat, melonjak tajam dalam dua pekan terakhir....

Trump Sebut Perdamaian Timur Tengah di Depan Mata, Israel Diminta Stop Gempur Lebanon

Trump Sebut Perdamaian Timur Tengah di Depan Mata, Israel Diminta Stop Gempur Lebanon

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Israel menghentikan serangan ke wilayah Lebanon. Pernyataan itu disampaikan setelah militer...

Konflik Memanas, Iran Nilai AS Gagal Kendalikan Israel Setelah Serangan ke Lebanon

Konflik Memanas, Iran Nilai AS Gagal Kendalikan Israel Setelah Serangan ke Lebanon

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Iran melontarkan kecaman keras setelah Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Beirut, Lebanon. Teheran menilai aksi...

Pemadaman Lampu Ikon Jakarta Berbuah Hemat Energi, Biaya Listrik Turun Rp 108 Juta

Pemadaman Lampu Ikon Jakarta Berbuah Hemat Energi, Biaya Listrik Turun Rp 108 Juta

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Aksi pemadaman lampu serentak selama satu jam di Jakarta berhasil menghemat biaya listrik lebih dari Rp108 juta....

Bukan Pertama Kali, WNI Kembali Jadi Korban Penganiayaan di Malaysia dan Ini Respons Pemerintah

Bukan Pertama Kali, WNI Kembali Jadi Korban Penganiayaan di Malaysia dan Ini Respons Pemerintah

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pekerja migran Indonesia di Malaysia menjadi perhatian publik setelah videonya viral di...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Pembahasan Revisi UU Pemilu 2026 Bergulir, Komisi II DPR Buka Ruang Partisipasi Masyarakat

Deretan Mobil Toyota Terbaru 2026: dari Veloz Hybrid hingga SUV Listrik bZ4X

January 20, 2026
Proses Pemulangan Haji 2026 Berjalan Bertahap, Puluhan Ribu Jemaah Telah Tiba

Proses Pemulangan Haji 2026 Berjalan Bertahap, Puluhan Ribu Jemaah Telah Tiba

June 14, 2026
SPMB DKI Jakarta Tahun Ajaran 2026/2027 Berlangsung Daring dan Transparan

SPMB DKI Jakarta Tahun Ajaran 2026/2027 Berlangsung Daring dan Transparan

June 14, 2026
Menegangkan Sampai Akhir! Duel Belanda vs Jepang Ditutup Imbang 2–2

Menegangkan Sampai Akhir! Duel Belanda vs Jepang Ditutup Imbang 2–2

June 15, 2026
BTN Jakarta International Marathon 2026 Perkuat Sport Tourism Indonesia

BTN Jakarta International Marathon 2026 Perkuat Sport Tourism Indonesia

June 15, 2026
Makna Tahun Baru Islam 2026: Refleksi Diri dan Semangat Hijrah di 1 Muharram

Makna Tahun Baru Islam 2026: Refleksi Diri dan Semangat Hijrah di 1 Muharram

June 15, 2026
Bank Mandiri Taspen Dukung Go Green Sekolah Lewat Bantuan Mesin Air Minum

Bank Mandiri Taspen Dukung Go Green Sekolah Lewat Bantuan Mesin Air Minum

June 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved