• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, July 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

OJK Catat Realisasi Restrukturisasi Kredit Capai Rp932,4 Triliun

Gilang Praditya by Gilang Praditya
November 27, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
OJK Catat Realisasi Restrukturisasi Kredit Capai Rp932,4 Triliun

Cobisnis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa kondisi sektor jasa keuangan masih dalam kondisi yang stabil dan terjaga di tengah upaya keras yang dilakukan OJK bersama Pemerintah dan otoritas lain untuk mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional yang masih tertekan dampak pandemi Covid 19.

Hal ini terlihat dari hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) bulanan OJK yang mencatat bahwa profil risiko dan permodalan sektor jasa keuangan dalam kondisi yang terjaga terlihat dari Oktober 2020, rasio NPL gross tercatat sebesar 3,15% (NPL net: 1,03%) dan Rasio NPF Perusahaan Pembiayaan sebesar 4,7%.

Dalam keterangan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (26/11/2020), diungkapkan bahwa terjaganya NPL dan NPF banyak ditopang kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan yang realiasasinya hingga 26 Oktober 2020, restrukturisasi kredit mencapai Rp932,4 triliun untuk 7,53 juta debitur perbankan. Terdiri dari restrukturisasi kredit UMKM Rp369,8 triliun untuk 5,84 juta debitur dan non UMKM senilai Rp562,5 triliun untuk 1,69 juta debitur.

“Kemudian, realisasi restrukturisasi pembiayaan hingga 17 November 2020 mencapai Rp181,3 triliun untuk 4,87 juta kontrak,” tulis Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo.

Sementara risiko nilai tukar perbankan dapat dijaga pada level yang rendah terlihat dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) Agustus 2020 sebesar 2,31%, jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20%.

Untuk likuiditas dan permodalan perbankan juga berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK per 18 November 2020 terpantau pada level 157,57% dan 33,77%, di atas threshold masing-masing sebesar 50% November dan 10%.

Sedangkan permodalan lembaga jasa keuangan sampai saat ini relatif terjaga pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan tercatat sebesar 23,74% serta Risk-Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 539% dan 337%, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120%.

“Begitupun gearing ratio Perusahaan Pembiayaan yang tercatat sebesar 2,28%, jauh di bawah maksimum 10%,” paparnya dalam keterangan resmi OJK.

OJK juga mencatat data Oktober 2020 menunjukkan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan masih sejalan dengan perkembangan perekonomian nasional. Di sektor perbankan, OJK mencatatkan adanya kredit baru sebesar Rp130,92 triliun, namun tingginya pelunasan kredit dan hapus buku oleh perbankan untuk memitigasi risiko kredit menyebabkan pertumbuhan kredit terkontraksi sebesar -0,47% yoy.

Sementara di industri keuangan non-bank, piutang Perusahaan Pembiayaan terkontraksi sebesar -15,7% yoy seiring belum pulihnya pasar kendaraan bermotor yang merupakan sektor ekonomi yang memiliki kontribusi terbesar dalam pembiayaan.

Selanjutanya, industri asuransi tercatat menghimpun pertambahan premi sebesar Rp26,6 triliun (Asuransi Jiwa: Rp18,1 triliun; Asuransi Umum dan Reasuransi: Rp8,5 triliun) dan fintech P2P Lending Oktober 2020 mencatatkan outstanding pembiayaan sebesar Rp13,24 triliun atau tumbuh sebesar 18,4% yoy.

Hingga 24 November 2020, jumlah penawaran umum yang dilakukan emiten di pasar modal mencapai 149, dengan total nilai penghimpunan dana mencapai Rp100,1 triliun. Dari jumlah penawaran umum tersebut, 44 di antaranya dilakukan oleh emiten baru. Dalam pipeline saat ini terdapat 58 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran sebesar Rp21,76 triliun.

OJK akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui penguatan peran sektor jasa keuangan. “OJK berkomitmen kuat untuk mendukung program percepatan pemulihan ekonomi nasional dan siap mengeluarkan kebijakan stimulus lanjutan secara terukur dan tepat waktu untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional,” tutupnya.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
free online course
download huawei firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download

Related Posts

Susno Duadji Nilai Sutrimo Punya Peran Penting dalam Pembuktian Kasus Febrie Adriansyah

Susno Duadji Nilai Sutrimo Punya Peran Penting dalam Pembuktian Kasus Febrie Adriansyah

by Hidayat Taufik
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mantan Kabareskrim Susno Duadji menyebut keterangan Sutrimo berpotensi menjadi salah satu bukti penting apabila benar ia merupakan...

Profil aespa, Girl Group SM Entertainment yang Mendunia

Profil aespa, Girl Group SM Entertainment yang Mendunia

by Desti Dwi Natasya
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – aespa merupakan girl group asal Korea Selatan yang berada di bawah naungan SM Entertainment. Grup ini resmi...

Nirmal Purja dan Sembilan Pendaki Hilang Setelah Longsoran Salju di Broad Peak

Arab Saudi Usulkan Aliansi Pertahanan Maritim, Didukung 14 Negara

by Zahra Zahwa
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Arab Saudi menyatakan sebanyak 14 negara telah mendukung usulan pembentukan Maritime Defense Alliance atau Aliansi Pertahanan Maritim....

Ketua MUI Sebut Istilah LGBT Kamuflatif, Usulkan Diganti LGSP

Ketua MUI Sebut Istilah LGBT Kamuflatif, Usulkan Diganti LGSP

by Desti Dwi Natasya
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan agar penyebutan LGBT diganti menjadi LGSP. Usulan tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang...

Prabowo Janji Tak Ada Lagi Gunung Sampah di Indonesia pada Pengujung 2027

Prabowo Janji Tak Ada Lagi Gunung Sampah di Indonesia pada Pengujung 2027

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto menargetkan persoalan sampah di Indonesia dapat diselesaikan sepenuhnya pada akhir 2027. Ia menegaskan tidak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp21,41 Triliun ke 162 Ribu UMKM pada Semester I 2026

July 30, 2026
Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

July 30, 2026
TINS Lampaui Target Laba 2026, CLEO Perluas Pabrik, BBNI Siapkan Buyback Rp627 Miliar

TINS Lampaui Target Laba 2026, CLEO Perluas Pabrik, BBNI Siapkan Buyback Rp627 Miliar

July 30, 2026
Pramono Siapkan Modifikasi Cuaca usai Jakarta Hampir Tiga Pekan Tanpa Hujan

Pramono Siapkan Modifikasi Cuaca usai Jakarta Hampir Tiga Pekan Tanpa Hujan

July 30, 2026
Susno Duadji Nilai Sutrimo Punya Peran Penting dalam Pembuktian Kasus Febrie Adriansyah

Susno Duadji Nilai Sutrimo Punya Peran Penting dalam Pembuktian Kasus Febrie Adriansyah

July 31, 2026
Profil aespa, Girl Group SM Entertainment yang Mendunia

Profil aespa, Girl Group SM Entertainment yang Mendunia

July 31, 2026
Nirmal Purja dan Sembilan Pendaki Hilang Setelah Longsoran Salju di Broad Peak

Arab Saudi Usulkan Aliansi Pertahanan Maritim, Didukung 14 Negara

July 31, 2026
Ketua MUI Sebut Istilah LGBT Kamuflatif, Usulkan Diganti LGSP

Ketua MUI Sebut Istilah LGBT Kamuflatif, Usulkan Diganti LGSP

July 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved