JAKARTA, Cobisnis.com – Isu perombakan atau reshuffle kabinet kembali mencuat setelah nama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dikabarkan masuk dalam bursa menteri yang berpotensi diganti.
Isu tersebut mengemuka di tengah sorotan terhadap kinerja pemerintah, menyusul hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik menjadi 30,1 persen.
Seiring menguatnya kabar reshuffle, publik kembali mengingat sejumlah pernyataan Purbaya pada hari-hari awal menjabat sebagai Menteri Keuangan pada September 2025.
Saat itu, usai dilantik, Purbaya sempat menjadi perhatian karena mengaku belum mempelajari isu “17+8 Tuntutan Rakyat”. Ia menyebut tuntutan tersebut sebagai aspirasi masyarakat yang merasa kehidupannya masih mengalami kesulitan akibat kondisi ekonomi.
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga menyampaikan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi akan membuka lapangan pekerjaan sehingga berbagai persoalan masyarakat dapat berangsur teratasi.
Pernyataan tersebut kemudian menuai beragam tanggapan. Sehari setelahnya, Purbaya menyampaikan permintaan maaf dan mengakui masih beradaptasi dengan posisinya sebagai Menteri Keuangan yang setiap pernyataannya menjadi sorotan publik.
Ia mengatakan tidak bermaksud menyinggung masyarakat dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.
Pada kesempatan lain usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Purbaya kembali memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa yang dimaksud adalah kondisi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi sehingga pemerintah perlu mempercepat pemulihan ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah mengenai kabar reshuffle maupun posisi Purbaya Yudhi Sadewa di kabinet.











