JAKARTA, Cobisnis.com – Kuning telur sering ‘dituduh’ sebagai makanan yang tidak sehat, menyebabkan kolesterol dan menjadi penyebab masalah jantung. Benarkah demikian?
Dijelaskan Dokter spesialis gastroenterologi Dr. Shubham Vatsya mengatakan, selama bertahun-tahun, kuning telur telah disalahkan secara tidak adil atas masalah jantung, tetapi kenyataannya, kuning telur adalah sumber nutrisi yang luar biasa.
“Satu butir telur utuh memberi Anda protein lengkap, lemak esensial, kolin untuk kesehatan otak, dan vitamin D yang tidak dapat ditandingi oleh susu,” katanya dilansir dari Indianexpress, Kamis (17/9/2026).
Sementara Dr. Jagadish Hiremath, pakar kesehatan masyarakat, mengatakan, untuk waktu yang lama, kolesterol dari kuning telur dianggap secara langsung memengaruhi kadar kolesterol darah, tetapi sekarang hal itu tidak lagi benar.
Lebih lanjut, Dr. Hiremath mengungkapkan beberapa studi skala besar kini menunjukkan bahwa pada sebagian besar orang dewasa yang sehat, konsumsi telur dalam jumlah sedang, bahkan hingga satu butir telur utuh per hari, tidak meningkatkan risiko penyakit jantung.
“Tubuh manusia mengatur produksi kolesterol, sehingga mengonsumsi telur memiliki efek yang jauh lebih kecil daripada yang diyakini sebelumnya. Bahkan, telur menyediakan sumber protein berkualitas tinggi dan mikronutrien penting yang mendukung metabolisme, fungsi otak, dan kesehatan otot,” bebernya.
Dr. Hiremath menegaskan, kuning telur jauh lebih dari sekadar lemak dan kolesterol. Sebab, kuning telur kaya akan nutrisi penting seperti kolin, vitamin D, vitamin B12, dan lemak sehat yang sangat penting untuk fungsi otak dan hati.
“Kolin, khususnya, merupakan nutrisi kunci untuk kesehatan kognitif dan sinyal saraf, sementara vitamin D mendukung kekuatan tulang dan kekebalan tubuh,” jelas Dr. Hiremath.
Membuang kuning telur berarti kehilangan nutrisi yang menurutnya sulit digantikan di bagian lain dalam diet. Keseimbangan protein dari putih telur dan mikronutrien dari kuning telur itulah yang menjadikan telur utuh sebagai makanan yang lengkap.
Bagi orang dengan kolesterol tinggi atau riwayat keluarga penyakit jantung, Dr. Hiremath mengungkapkan bahwa telur tetap dapat menjadi bagian dari diet sehat jika dikonsumsi dengan bijak. Fokusnya harus pada pola makan secara keseluruhan, bukan hanya satu jenis makanan.
“Menggabungkan telur utuh dengan makanan kaya serat seperti sayuran, biji-bijian utuh, dan lemak sehat dapat mengurangi potensi dampak kolesterol.”
“Yang terpenting adalah membatasi lemak olahan dan lemak jenuh dari sumber lain, menjaga gaya hidup aktif, dan melakukan pemeriksaan profil lipid secara berkala. Bagi kebanyakan orang, menikmati telur utuh beberapa kali seminggu aman dan bermanfaat secara nutrisi,” pungkasnya.













