• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Minuman Musim Gugur AS yang Memecah Belah dan Memiliki Masa Lalu Kelam

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
November 15, 2025
in Lifestyle
0
Minuman Musim Gugur AS yang Memecah Belah dan Memiliki Masa Lalu Kelam

JAKARTA, Cobisnis.com – Aroma kayu manis dan pala yang identik dengan musim gugur di Amerika Serikat ternyata memiliki sejarah yang jauh lebih kelam dibanding kesan hangat dan nostalgia yang melekat pada pumpkin spice.

Sebelum minuman Pumpkin Spice Latte (PSL) mendunia, pumpkin spice hanyalah campuran rempah sederhana nutmeg, ginger, cinnamon, dan clove yang biasa dipakai dalam pai labu. Bagi banyak orang Amerika, rempah ini dulunya hanya muncul saat perayaan Thanksgiving. Namun kini, masyarakat AS menghabiskan sekitar US$500 juta setiap tahun untuk produk berlabel pumpkin spice, dan industri ini diproyeksikan lebih dari dua kali lipat pada 2035.

Popularitas modernnya dimulai pada awal 2000-an, terutama setelah Starbucks memperkenalkan PSL pada 2003. Minuman itu langsung melekat sebagai simbol musim gugur di AS. Namun di balik keharumannya, sejarah pumpkin spice berasal dari masa kolonialisme yang brutal.

Pada abad ke-17, Belanda berupaya memonopoli perdagangan pala komoditas yang hanya tumbuh di Kepulauan Banda, Indonesia hingga melakukan pembantaian besar terhadap penduduk asli Bandanese pada 1621. Di Sri Lanka, tempat tumbuhnya kayu manis, penduduk lokal dipaksa memanen rempah tersebut di bawah penjajahan Portugis, Belanda, dan Inggris. Rempah seperti cengkih dan jahe juga tak lepas dari sejarah kekerasan dan perbudakan di bawah kekuasaan kolonial Eropa.

Rempah yang berasal dari Asia itu justru menjadi bagian penting kuliner Eropa dan kemudian Amerika Utara, terutama dalam kue dan makanan perayaan. Pada 1796, Amelia Simmons melalui bukunya American Cookery mencantumkan nutmeg, ginger, dan allspice sebagai bahan utama “pompkin pie”. Seiring berkembangnya budaya masak praktis pada abad ke-19, perusahaan seperti McCormick mulai menjual campuran pumpkin spice yang siap pakai.

Pada akhir 1800-an, warga Amerika menganggap rempah ini sebagai bagian dari identitas kuliner mereka, terutama melalui tradisi Thanksgiving yang dijadikan hari libur nasional oleh Presiden Lincoln pada 1863 meski narasi sejarahnya kerap menutupi realitas kolonialisme yang dialami masyarakat adat.

Popularitas pumpkin spice meroket pada abad ke-21 berkat Starbucks. PSL diracik dari espresso, susu panas, sirup pumpkin spice, dan whipped cream. Pendekatan emosional kehangatan, nostalgia, kebersamaan ditambah statusnya sebagai minuman musiman, menciptakan rasa eksklusivitas yang memicu permintaan besar. Pada 2025, peluncuran PSL pada 26 Agustus meningkatkan jumlah pengunjung Starbucks AS sebesar 27%.

Namun tidak semua orang menyukai fenomena ini. Mendiang Anthony Bourdain pernah menyatakan keengganannya terhadap pumpkin spice, sementara sebagian publik menganggapnya simbol budaya “basic”. Gerakan #decolonizepumpkinspice pada 2015 muncul sebagai kritik terhadap kolonialisme dalam sejarah perdagangan rempah.

Meski demikian, PSL tetap berkembang menjadi fenomena besar. Kini hampir semua jaringan ritel besar memiliki varian pumpkin spice, dari McDonald’s, Dunkin’, hingga produk unik seperti hummus pumpkin spice, keju oles, bahkan kantong sampah beraroma pumpkin spice.

Pumpkin spice juga telah menjadi bagian budaya Amerika karena rasa dan aromanya yang memicu memori emosional. Senyawa seperti cinnamaldehyde, gingerol, dan eugenol menciptakan sensasi hangat di lidah, menambah kesan nyaman khas musim gugur. Di sisi lain, labu sendiri memiliki akar mendalam dalam tradisi kuliner masyarakat adat Amerika, yang memberi dimensi sejarah tambahan bagi rasa ini.

Aroma cinnamon dan nutmeg mengingatkan orang pada kehangatan, kebersamaan, dan kenangan masa lalu alasan mengapa PSL terus bertahan meskipun sering dikritik. Minuman ini mencerminkan bagaimana masyarakat memproses ketidakpastian melalui ritual, kenyamanan, dan pengulangan. Pumpkin spice, rupanya, bukan sekadar rasa; ia adalah emosi yang dikemas dalam secangkir minuman.

Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
online free course
download mobile firmware
Download WordPress Themes Free
lynda course free download
Tags: BudayaKonsumsicobisnis.comMusimGugurASPumpkinSpiceSejarahRempah

Related Posts

Dokter Samuel Antuna mengungkap kekuatan lengan kanan Marc Marquez kini diperkirakan hanya sekitar 50 persen akibat cedera dan sejumlah operasi.

Dokter Ungkap Kekuatan Lengan Marc Marquez

by Desti Dwi Natasya
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Marc Marquez masih harus beradaptasi dengan kondisi lengan kanannya yang belum kembali seperti semula setelah mengalami sejumlah...

Gedung Bank Mandiri

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

by Rizki Meirino
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menetapkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham...

Sung Han Bin ZEROBASEONE akan melakukan debut solo pada 12 Oktober 2026. THE L1VE telah mengonfirmasi persiapan debutnya.

Sung Han Bin Siap Debut Solo Oktober

by Desti Dwi Natasya
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sung Han Bin dari grup K-pop ZEROBASEONE dipastikan akan memulai debut solonya pada 12 Oktober 2026 mendatang....

Prudential Syariah mengubah sampah dari #1 Family Fest menjadi 200 perlengkapan sekolah dan menggelar kegiatan literasi bersama anak yatim.

Prudential Syariah Ubah Sampah Jadi Perlengkapan Sekolah

by Rizki Meirino
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan dukungan pendidikan dan literasi anak...

Mengungkap Cara Kerja Survei Opini Publik dan Metodenya

Mengungkap Cara Kerja Survei Opini Publik dan Metodenya

by Hidayat Taufik
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Survei opini publik atau survei politik dinilai memiliki peran penting dalam perkembangan politik modern. Survei menjadi salah...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

September 2, 2026
Krisis Energi AI Makin Besar, Elon Musk Mulai Melirik Data Center di Orbit

Krisis Energi AI Makin Besar, Elon Musk Mulai Melirik Data Center di Orbit

September 1, 2026
Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

September 6, 2026
Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

September 3, 2026
Dokter Samuel Antuna mengungkap kekuatan lengan kanan Marc Marquez kini diperkirakan hanya sekitar 50 persen akibat cedera dan sejumlah operasi.

Dokter Ungkap Kekuatan Lengan Marc Marquez

September 7, 2026
Gedung Bank Mandiri

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

September 7, 2026
Michael Carrick kecewa Manchester United ditahan Everton 2-2 setelah dua kali unggul dan kebobolan gol penyama pada menit ke-96.

Carrick: Imbang MU Terasa seperti Kekalahan

September 7, 2026
Sung Han Bin ZEROBASEONE akan melakukan debut solo pada 12 Oktober 2026. THE L1VE telah mengonfirmasi persiapan debutnya.

Sung Han Bin Siap Debut Solo Oktober

September 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved