• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Minuman Musim Gugur AS yang Memecah Belah dan Memiliki Masa Lalu Kelam

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
November 15, 2025
in Lifestyle
0
Minuman Musim Gugur AS yang Memecah Belah dan Memiliki Masa Lalu Kelam

JAKARTA, Cobisnis.com – Aroma kayu manis dan pala yang identik dengan musim gugur di Amerika Serikat ternyata memiliki sejarah yang jauh lebih kelam dibanding kesan hangat dan nostalgia yang melekat pada pumpkin spice.

Sebelum minuman Pumpkin Spice Latte (PSL) mendunia, pumpkin spice hanyalah campuran rempah sederhana nutmeg, ginger, cinnamon, dan clove yang biasa dipakai dalam pai labu. Bagi banyak orang Amerika, rempah ini dulunya hanya muncul saat perayaan Thanksgiving. Namun kini, masyarakat AS menghabiskan sekitar US$500 juta setiap tahun untuk produk berlabel pumpkin spice, dan industri ini diproyeksikan lebih dari dua kali lipat pada 2035.

Popularitas modernnya dimulai pada awal 2000-an, terutama setelah Starbucks memperkenalkan PSL pada 2003. Minuman itu langsung melekat sebagai simbol musim gugur di AS. Namun di balik keharumannya, sejarah pumpkin spice berasal dari masa kolonialisme yang brutal.

Pada abad ke-17, Belanda berupaya memonopoli perdagangan pala komoditas yang hanya tumbuh di Kepulauan Banda, Indonesia hingga melakukan pembantaian besar terhadap penduduk asli Bandanese pada 1621. Di Sri Lanka, tempat tumbuhnya kayu manis, penduduk lokal dipaksa memanen rempah tersebut di bawah penjajahan Portugis, Belanda, dan Inggris. Rempah seperti cengkih dan jahe juga tak lepas dari sejarah kekerasan dan perbudakan di bawah kekuasaan kolonial Eropa.

Rempah yang berasal dari Asia itu justru menjadi bagian penting kuliner Eropa dan kemudian Amerika Utara, terutama dalam kue dan makanan perayaan. Pada 1796, Amelia Simmons melalui bukunya American Cookery mencantumkan nutmeg, ginger, dan allspice sebagai bahan utama “pompkin pie”. Seiring berkembangnya budaya masak praktis pada abad ke-19, perusahaan seperti McCormick mulai menjual campuran pumpkin spice yang siap pakai.

Pada akhir 1800-an, warga Amerika menganggap rempah ini sebagai bagian dari identitas kuliner mereka, terutama melalui tradisi Thanksgiving yang dijadikan hari libur nasional oleh Presiden Lincoln pada 1863 meski narasi sejarahnya kerap menutupi realitas kolonialisme yang dialami masyarakat adat.

Popularitas pumpkin spice meroket pada abad ke-21 berkat Starbucks. PSL diracik dari espresso, susu panas, sirup pumpkin spice, dan whipped cream. Pendekatan emosional kehangatan, nostalgia, kebersamaan ditambah statusnya sebagai minuman musiman, menciptakan rasa eksklusivitas yang memicu permintaan besar. Pada 2025, peluncuran PSL pada 26 Agustus meningkatkan jumlah pengunjung Starbucks AS sebesar 27%.

Namun tidak semua orang menyukai fenomena ini. Mendiang Anthony Bourdain pernah menyatakan keengganannya terhadap pumpkin spice, sementara sebagian publik menganggapnya simbol budaya “basic”. Gerakan #decolonizepumpkinspice pada 2015 muncul sebagai kritik terhadap kolonialisme dalam sejarah perdagangan rempah.

Meski demikian, PSL tetap berkembang menjadi fenomena besar. Kini hampir semua jaringan ritel besar memiliki varian pumpkin spice, dari McDonald’s, Dunkin’, hingga produk unik seperti hummus pumpkin spice, keju oles, bahkan kantong sampah beraroma pumpkin spice.

Pumpkin spice juga telah menjadi bagian budaya Amerika karena rasa dan aromanya yang memicu memori emosional. Senyawa seperti cinnamaldehyde, gingerol, dan eugenol menciptakan sensasi hangat di lidah, menambah kesan nyaman khas musim gugur. Di sisi lain, labu sendiri memiliki akar mendalam dalam tradisi kuliner masyarakat adat Amerika, yang memberi dimensi sejarah tambahan bagi rasa ini.

Aroma cinnamon dan nutmeg mengingatkan orang pada kehangatan, kebersamaan, dan kenangan masa lalu alasan mengapa PSL terus bertahan meskipun sering dikritik. Minuman ini mencerminkan bagaimana masyarakat memproses ketidakpastian melalui ritual, kenyamanan, dan pengulangan. Pumpkin spice, rupanya, bukan sekadar rasa; ia adalah emosi yang dikemas dalam secangkir minuman.

Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download mobile firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: BudayaKonsumsicobisnis.comMusimGugurASPumpkinSpiceSejarahRempah

Related Posts

Le Minerale Diduga Jadi Sponsor Acara di Bundaran HI, Benarkah?

Le Minerale Diduga Jadi Sponsor Acara di Bundaran HI, Benarkah?

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Keterlibatan Le Minerale dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda yang berlangsung pada 29 Oktober 2026 menjadi perbincangan di...

Prabowo Buka Kampus Baru Taruna Nusantara, Minta Siswa Utamakan Integritas dan Patriotisme

Prabowo Buka Kampus Baru Taruna Nusantara, Minta Siswa Utamakan Integritas dan Patriotisme

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan gedung baru SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat...

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah mulai mematangkan pembahasan mengenai kemungkinan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mengembangkan usaha di sektor...

Kapolri Bertemu Muhammadiyah dan PBNU, Bahas Penguatan Keamanan Masyarakat

Kapolri Bertemu Muhammadiyah dan PBNU, Bahas Penguatan Keamanan Masyarakat

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan kunjungan ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama...

Bayu Akui Dibayar Hadiri Deklarasi Bareng Raffi Ahmad, Tegaskan Bukan Mahasiswa Undira

Bayu Akui Dibayar Hadiri Deklarasi Bareng Raffi Ahmad, Tegaskan Bukan Mahasiswa Undira

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Sosok pria beralmamater Universitas Dian Nusantara (Undira) yang hadir dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 bersama...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rosan Angkat Suara usai Singapura Panggil 8 Bos Sawit RI

Rosan Angkat Suara usai Singapura Panggil 8 Bos Sawit RI

October 29, 2026
Mulai 9 November 2026, Shopee hingga GoTo Disebut Ikut Pungut Pajak Digital

Mulai 9 November 2026, Shopee hingga GoTo Disebut Ikut Pungut Pajak Digital

October 29, 2026
ASABRI Edukasi Prajurit TNI dan Keluarga di Banjarmasin

ASABRI Edukasi Prajurit TNI dan Keluarga di Banjarmasin

October 29, 2026
CIO Danantara Pandu Sjahrir Tercatat Punya Saham di Broker Tersanksi

CIO Danantara Pandu Sjahrir Tercatat Punya Saham di Broker Tersanksi

October 29, 2026
OJK Respons Penilaian MSCI, Reformasi Pasar Modal Indonesia Terus Dipercepat

Kasus Dana PT DSI Berlanjut, OJK Telusuri Aset Pemegang Saham dan Pengurus

October 30, 2026
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

China Pecat 33 Pejabat Tinggi dalam Pembersihan Besar-besaran

October 30, 2026
Kadin Respons Pajak Pembalut, Anindya Bakrie Singgung Insentif Investasi

Kadin Respons Pajak Pembalut, Anindya Bakrie Singgung Insentif Investasi

October 30, 2026
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

China Tuduh Filipina Halangi Menteri Pertahanan Hadiri Pertemuan ASEAN

October 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved