JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Amerika Serikat mengemis untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan saat Teheran menegaskan belum kembali melakukan perundingan dengan Washington.
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Selasa (11/8/2026). Dia menanggapi klaim mengenai upaya Amerika Serikat untuk kembali membuka jalur negosiasi.
Araghchi kemudian mengungkit pernyataan Presiden AS Donald Trump pada awal perang. Saat itu, Trump disebut menuntut Iran melakukan penyerahan diri tanpa syarat.
Menurut Araghchi, situasi kemudian berubah setelah pertempuran kembali berkobar. Dia mengatakan pihak yang sebelumnya menuntut Iran menyerah kini justru meminta pembicaraan kembali dilanjutkan.
“Itulah yang mereka inginkan dari kami, dan 20 hari kemudian, musuh yang sama justru mengemis untuk negosiasi,” kata Araghchi.
Pernyataan tersebut muncul setelah Araghchi sebelumnya menegaskan Iran tidak sedang melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat. Teheran menyatakan belum bersedia kembali berunding selama Washington dianggap melanggar kesepahaman yang sebelumnya disepakati.
Araghchi mengakui komunikasi antara kedua negara masih berlangsung melalui sejumlah mediator konflik. Namun, dia menegaskan pertukaran pesan tersebut belum bisa disebut sebagai negosiasi.
Menurut dia, para mediator saat ini masih berusaha menciptakan kondisi yang memungkinkan perundingan kembali dimulai. Upaya tersebut dilakukan setelah negosiasi antara Iran dan AS terhenti.
Iran juga menuntut adanya penyelesaian atas apa yang disebut sebagai pelanggaran dan ketidakpatuhan Amerika Serikat. Teheran juga meminta kompensasi atas pelanggaran atau kegagalan Washington memenuhi kesepahaman sebelumnya.
Araghchi menegaskan Iran belum melihat kemungkinan negosiasi kembali dimulai selama tuntutan tersebut belum dipenuhi. Sikap itu menunjukkan jalur diplomasi kedua negara masih menghadapi hambatan besar.













