• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mengenal Virus Nipah: Asal Usul, Penularan, Gejala dan Upaya Pencegahan

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
January 29, 2026
in Lifestyle
0
Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

JAKARTA, Cobisnis.com – Virus Nipah kembali menjadi perhatian publik setelah dilaporkan adanya lima kasus positif serta hampir 100 orang yang harus menjalani karantina di wilayah Benggala Barat, India, pada pekan lalu. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara. Lantas, apa sebenarnya virus Nipah, bagaimana cara penularannya, gejala yang ditimbulkan, serta langkah pencegahannya?

Berikut penjelasan mengenai virus Nipah yang dirangkum dari keterangan resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah pertama kali ditemukan pada 1998–1999 di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi. Saat itu, hewan ternak menunjukkan gejala demam tinggi, gangguan pernapasan, hingga kejang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian mengungkap bahwa virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang menularkannya kepada babi.

Kelelawar buah diketahui sebagai reservoir alami virus Nipah. Artinya, virus tersebut dapat hidup di dalam tubuh kelelawar tanpa menimbulkan penyakit, namun dapat berpindah ke hewan lain seperti babi, lalu menginfeksi manusia.

Aktivitas penebangan hutan yang masif turut memperbesar risiko penularan. Hilangnya habitat alami membuat kelelawar berpindah ke area pemukiman dan peternakan, sehingga meningkatkan peluang penyebaran virus dari hewan ke manusia.

Cara Penularan Virus Nipah

Berdasarkan keterangan Kemenkes, virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus, yaitu virus RNA yang juga berkaitan dengan penyakit lain seperti campak, gondongan, dan pneumonia. Namun, virus Nipah memiliki karakteristik khusus yang menjadikannya sangat berbahaya.

Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine. Selain itu, konsumsi daging hewan yang terinfeksi—terutama jika tidak dimasak hingga matang—juga berpotensi menularkan virus.

Virus Nipah juga dapat menyebar antarmanusia melalui kontak langsung dengan penderita, khususnya saat pasien mengeluarkan banyak cairan tubuh, seperti air liur.

Gejala Infeksi Virus Nipah

Masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari setelah seseorang terinfeksi. Gejala yang muncul dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat dan berpotensi mengancam jiwa.

Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:

Demam

Sakit kepala

Batuk

Sakit tenggorokan

Nyeri otot

Sesak napas

Muntah

Sulit menelan

Pada kondisi tertentu, infeksi virus Nipah dapat berkembang menjadi ensefalitis atau peradangan otak. Gejala ensefalitis meliputi rasa kantuk berlebihan, gangguan konsentrasi, disorientasi, serta perubahan suasana hati. Pada kasus berat, infeksi ini dapat berujung pada kematian.

Langkah Pencegahan Virus Nipah

Upaya pencegahan sangat penting untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari risiko penularan virus Nipah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

Menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko, terutama kelelawar dan babi.

Mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.

Menghindari makanan yang berpotensi terkontaminasi oleh hewan.

Menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu bot, dan pelindung wajah saat membersihkan kotoran atau urine hewan.

Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, terutama setelah berinteraksi dengan hewan atau orang sakit.

Memastikan daging hewan dimasak hingga benar-benar matang dan tidak mengonsumsi daging mentah.

Meski hingga kini belum ada laporan kasus virus Nipah di Indonesia, masyarakat tetap diimbau untuk waspada, menjaga kebersihan, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan risiko penularan.

Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download coolpad firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: Asal Usulcobisnis.comGejalaPenularanUpaya PencegahanVirus Nipah

Related Posts

Avengers: Endgame Encore kembali tayang dengan adegan tambahan yang dirancang Marvel untuk menghubungkan kisah film 2019 dengan Avengers: Doomsday.

Alasan Marvel Hadirkan Lagi Avengers: Endgame

by Desti Dwi Natasya
September 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Marvel Studios kembali menghadirkan Avengers: Endgame (2019) melalui versi Avengers: Endgame Encore yang akan tayang di bioskop...

Heboh! Ombudsman Temukan Dugaan Tarif Rp250 Juta untuk Pakai HP di Rutan

Heboh! Ombudsman Temukan Dugaan Tarif Rp250 Juta untuk Pakai HP di Rutan

by Hidayat Taufik
September 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ombudsman RI mengungkap sejumlah temuan saat melakukan inspeksi mendadak di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Pondok Bambu,...

Brendan Fraser dan Rachel Weisz kembali terlihat bersama di lokasi syuting The Mummy 4, menandai reuni mereka sebagai Rick O'Connell dan Evelyn Carnahan.

Brendan Fraser dan Rachel Weisz Reuni di Mummy 4

by Desti Dwi Natasya
September 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Brendan Fraser dan Rachel Weisz kembali terlihat bersama di lokasi syuting The Mummy 4, menandai reuni dua...

Gajah Sumatera Lisa melahirkan anak jantan di camp Elephant Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo. Anak gajah lahir sehat dengan berat 129 kg.

Gajah Lisa Lahirkan Anak Jantan di Tesso Nilo

by Desti Dwi Natasya
September 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kabar bahagia datang dari camp Elephant Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan, Riau, setelah gajah Sumatera...

Ojol Kompak Tolak Jadi UMKM, Geruduk Gedung DPR

Ojol Kompak Tolak Jadi UMKM, Geruduk Gedung DPR

by Hidayat Taufik
September 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ratusan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia (Speed) menggelar aksi di depan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Scam Digital Meningkat, 668 Ribu Laporan dan 1,2 Juta Rekening Dilaporkan

Scam Digital Meningkat, 668 Ribu Laporan dan 1,2 Juta Rekening Dilaporkan

September 28, 2026
Transaksi Jumbo Saham BCA Capai Rp1,35 Triliun, Nama Haji Isam Ikut Mencuat

Transaksi Jumbo Saham BCA Capai Rp1,35 Triliun, Nama Haji Isam Ikut Mencuat

September 29, 2026
World Heart Day 2026, Obesitas dan Risiko Jantung

World Heart Day 2026, Obesitas dan Risiko Jantung

September 28, 2026
PMSol dan PTK Group Dorong Ekosistem Biodiesel Nasional

PMSol dan PTK Group Dorong Ekosistem Biodiesel Nasional

September 28, 2026
DIDIMAX Raih Juara 1 Highest Exchange Traded Volume

DIDIMAX Raih Juara 1 Highest Exchange Traded Volume

September 29, 2026
Taemin SHINee

Visa Bermasalah, Taemin Tunda Tur Amerika

September 29, 2026
Bruno Fernandes tetap bersama Timnas Portugal meski mengalami cedera dan berpeluang kembali tampil saat menghadapi Denmark di UEFA Nations League.

Bruno Fernandes Bidik Comeback Lawan Denmark

September 29, 2026
MD Entertainment dan SBS menandatangani MOU kerja sama konten, termasuk menghadirkan program SBS dan mengembangkan remake berbahasa Indonesia.

MD Entertainment-SBS Garap Remake Konten Korea

September 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved