• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, July 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mengenal Virus Nipah: Asal Usul, Penularan, Gejala dan Upaya Pencegahan

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
January 29, 2026
in Lifestyle
0
Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

JAKARTA, Cobisnis.com – Virus Nipah kembali menjadi perhatian publik setelah dilaporkan adanya lima kasus positif serta hampir 100 orang yang harus menjalani karantina di wilayah Benggala Barat, India, pada pekan lalu. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara. Lantas, apa sebenarnya virus Nipah, bagaimana cara penularannya, gejala yang ditimbulkan, serta langkah pencegahannya?

Berikut penjelasan mengenai virus Nipah yang dirangkum dari keterangan resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah pertama kali ditemukan pada 1998–1999 di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi. Saat itu, hewan ternak menunjukkan gejala demam tinggi, gangguan pernapasan, hingga kejang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian mengungkap bahwa virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang menularkannya kepada babi.

Kelelawar buah diketahui sebagai reservoir alami virus Nipah. Artinya, virus tersebut dapat hidup di dalam tubuh kelelawar tanpa menimbulkan penyakit, namun dapat berpindah ke hewan lain seperti babi, lalu menginfeksi manusia.

Aktivitas penebangan hutan yang masif turut memperbesar risiko penularan. Hilangnya habitat alami membuat kelelawar berpindah ke area pemukiman dan peternakan, sehingga meningkatkan peluang penyebaran virus dari hewan ke manusia.

Cara Penularan Virus Nipah

Berdasarkan keterangan Kemenkes, virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus, yaitu virus RNA yang juga berkaitan dengan penyakit lain seperti campak, gondongan, dan pneumonia. Namun, virus Nipah memiliki karakteristik khusus yang menjadikannya sangat berbahaya.

Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine. Selain itu, konsumsi daging hewan yang terinfeksi—terutama jika tidak dimasak hingga matang—juga berpotensi menularkan virus.

Virus Nipah juga dapat menyebar antarmanusia melalui kontak langsung dengan penderita, khususnya saat pasien mengeluarkan banyak cairan tubuh, seperti air liur.

Gejala Infeksi Virus Nipah

Masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari setelah seseorang terinfeksi. Gejala yang muncul dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat dan berpotensi mengancam jiwa.

Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:

Demam

Sakit kepala

Batuk

Sakit tenggorokan

Nyeri otot

Sesak napas

Muntah

Sulit menelan

Pada kondisi tertentu, infeksi virus Nipah dapat berkembang menjadi ensefalitis atau peradangan otak. Gejala ensefalitis meliputi rasa kantuk berlebihan, gangguan konsentrasi, disorientasi, serta perubahan suasana hati. Pada kasus berat, infeksi ini dapat berujung pada kematian.

Langkah Pencegahan Virus Nipah

Upaya pencegahan sangat penting untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari risiko penularan virus Nipah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

Menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko, terutama kelelawar dan babi.

Mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.

Menghindari makanan yang berpotensi terkontaminasi oleh hewan.

Menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu bot, dan pelindung wajah saat membersihkan kotoran atau urine hewan.

Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, terutama setelah berinteraksi dengan hewan atau orang sakit.

Memastikan daging hewan dimasak hingga benar-benar matang dan tidak mengonsumsi daging mentah.

Meski hingga kini belum ada laporan kasus virus Nipah di Indonesia, masyarakat tetap diimbau untuk waspada, menjaga kebersihan, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan risiko penularan.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
download samsung firmware
Premium WordPress Themes Download
online free course
Tags: Asal Usulcobisnis.comGejalaPenularanUpaya PencegahanVirus Nipah

Related Posts

Tiga Pelaku Pengganjal ATM Ditangkap di Pamulang, Polisi Tindak Tegas Dua Tersangka

Tiga Pelaku Pengganjal ATM Ditangkap di Pamulang, Polisi Tindak Tegas Dua Tersangka

by Hidayat Taufik
July 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepolisian Resor Tangerang Selatan berhasil mengamankan tiga orang yang diduga merupakan pelaku pengganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri...

Viral Undangan Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina, Begini Fakta Sebenarnya

Viral Undangan Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina, Begini Fakta Sebenarnya

by Hidayat Taufik
July 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kabar yang menyebut megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo akan menikahi tunangannya, Georgina Rodríguez, pada 1 Agustus 2026...

Dokter Ungkap Bahaya Obesitas bagi Perempuan dari Remaja hingga Menopause

Dokter Ungkap Bahaya Obesitas bagi Perempuan dari Remaja hingga Menopause

by Dwi Natasya
July 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Obesitas tidak lagi dipandang hanya sebagai persoalan berat badan atau penampilan, tetapi merupakan penyakit metabolik kronis yang...

Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp21,41 Triliun ke 162 Ribu UMKM pada Semester I 2026

by Rizki Meirino
July 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp21,41 triliun hingga 30 Juni 2026....

Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

by Rizki Meirino
July 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat kinerja positif pada Semester I 2026 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp4 triliun....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp21,41 Triliun ke 162 Ribu UMKM pada Semester I 2026

July 30, 2026
Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

July 30, 2026
AS Dikabarkan Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran

AS Dikabarkan Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran

July 30, 2026
Dorong Digitalisasi Industri Fesyen, BTN Hadir di Panggung IFW 2026

Dorong Digitalisasi Industri Fesyen, BTN Hadir di Panggung IFW 2026

July 30, 2026
Tiga Pelaku Pengganjal ATM Ditangkap di Pamulang, Polisi Tindak Tegas Dua Tersangka

Tiga Pelaku Pengganjal ATM Ditangkap di Pamulang, Polisi Tindak Tegas Dua Tersangka

July 30, 2026
Viral Undangan Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina, Begini Fakta Sebenarnya

Viral Undangan Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina, Begini Fakta Sebenarnya

July 30, 2026
Dokter Ungkap Bahaya Obesitas bagi Perempuan dari Remaja hingga Menopause

Dokter Ungkap Bahaya Obesitas bagi Perempuan dari Remaja hingga Menopause

July 30, 2026
Bali Gapura Marina Perkuat Posisi Indonesia sebagai Destinasi Yachting Asia Pasifik

Bali Gapura Marina Perkuat Posisi Indonesia sebagai Destinasi Yachting Asia Pasifik

July 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved