• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, June 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mengapa Pindah Dari AS Ke Eropa Mengubah Cara Pandang Hidup Orang Amerika Ini

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 18, 2026
in Lifestyle
0
Mengapa Pindah Dari AS Ke Eropa Mengubah Cara Pandang Hidup Orang Amerika Ini

JAKARTA, Cobisnis.com – Dalam rangkuman berita perjalanan pekan ini, kami mengulas bagaimana maskapai memastikan pilot mereka bebas alkohol, apa yang sebenarnya terjadi di dalam pemandian Turki, serta alasan mengapa terjadi perlombaan global untuk mendapatkan paspor kedua.

Memulai hidup baru di Jerman dan Swedia
Kewarganegaraan ganda kemampuan menjadi warga negara lebih dari satu negara sejak lama menjadi impian banyak pelancong dan ekspatriat. Saat ini, perburuan paspor kedua semakin meningkat secara global, seiring banyak negara memperketat persyaratan. Bagi mereka yang berhasil memperoleh hak tinggal di luar negeri, baik melalui kewarganegaraan maupun visa, perpindahan ini bisa membawa perubahan besar dalam hidup.

Kate Raidt pindah bersama putranya dari Atlanta ke Jerman sekitar satu setengah tahun lalu dan menjalani proses perolehan visa yang “panjang dan menantang.” Namun, menurutnya, semua itu sepadan karena relokasi tersebut berjalan “jauh lebih baik dari yang bisa dibayangkan siapa pun.”

Kini ia tinggal di kota Ulm, Jerman selatan, dekat keindahan alam Sungai Danube dan Pegunungan Alpen Bavaria. Ia menikmati gaya hidup baru yang lebih dekat dengan alam, yang menurutnya sangat berdampak positif bagi kesehatan mental dan fisiknya.

Sementara itu, pada 2022, Arabella Carey Adolfsson asal San Diego pindah ke sebuah pulau di Swedia bersama suaminya yang berkewarganegaraan Swedia. Ia mengakui musim dingin di sana “bisa sangat berat” dan ia merindukan keluarganya di AS. “Ada bagian besar dari hidup saya yang hilang, dan sampai sekarang saya belum tahu harus menggantinya dengan apa,” ujarnya.

Pelajaran terbesar yang ia dapatkan adalah pentingnya reset mental saat beradaptasi di negara baru. “Ini soal memprogram ulang pola pikir yang selama ini kita jalani, lalu menjalankan program yang baru,” katanya.

Dry January dan budaya tanpa alkohol
Berpikir untuk mengurangi konsumsi alkohol pada 2026? Salah satu dampaknya, Anda akan lebih kecil kemungkinannya terlibat masalah di pesawat. Menurut seorang profesor kriminologi, ada satu benang merah dalam insiden penumpang bermasalah di pesawat: “Alkohol. Alkohol. Alkohol.”

Industri penerbangan sepakat bahwa penumpang mabuk adalah masalah serius. Tantangannya adalah bagaimana mengatasinya apakah dengan melarang penumpang bermasalah atau membatasi penjualan minuman beralkohol di bandara.

Bukan hanya penumpang, pilot yang berada di bawah pengaruh alkohol juga menjadi perhatian, meski kasusnya jarang terjadi. Sejumlah insiden dalam beberapa tahun terakhir membuat isu ini kembali mencuat.

Di sisi lain, pesta tanpa alkohol kini menjadi tren di kalangan anak muda di berbagai belahan dunia. Dari Korea Selatan hingga Paris, orang-orang menikmati “sober rave,” menari saat fajar di tempat-tempat seperti toko roti dan kedai kopi.

Di dalam pemandian Turki
Hamam, atau pemandian Turki, adalah ritual sosial yang telah berlangsung lebih dari seribu tahun. Di dalam ruang uap dan sabun ini, pengunjung merasakan suasana hangat dan tenang, dibersihkan oleh petugas, yang oleh para penggemarnya disebut memberi sensasi seperti terlahir kembali.

Tradisi sauna Finlandia juga telah menyebar ke luar Skandinavia dan menjadi tren kebugaran global. Berpindah dari sauna panas ke kolam air dingin dianggap bagian paling menantang dari pengalaman ini.

Orang Amerika pindah ke Cotswolds, Inggris
Tertarik pada rumah bersejarah, ketenangan, dan ritme hidup yang lebih lambat, semakin banyak warga Amerika menetap di kawasan Cotswolds, Inggris. Mereka meninggalkan kehidupan di AS demi rutinitas desa, pondok batu berwarna madu, dan kenyamanan yang sunyi.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download redmi firmware
Download WordPress Themes Free
online free course
Tags: #GayaHidupBarucobisnis.comEkspatriatAmerikaPindahKeEropa

Related Posts

Drama Injury Time! Brasil Singkirkan Jepang dan Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Drama Injury Time! Brasil Singkirkan Jepang dan Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

by Hidayat Taufik
June 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Brasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Jepang dengan skor 2-1...

Jokowi Mulai Safari Politik, AHY Ingatkan Pemilu 2029 Masih Tiga Tahun Lagi

Jokowi Mulai Safari Politik, AHY Ingatkan Pemilu 2029 Masih Tiga Tahun Lagi

by Hidayat Taufik
June 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai pembahasan Pemilu 2029 belum menjadi prioritas. Menurutnya, pelaksanaan...

Film Live-Action Moana Siap Hadirkan Petualangan Laut yang Lebih Spektakuler

Film Live-Action Moana Siap Hadirkan Petualangan Laut yang Lebih Spektakuler

by Desti Dwi Natasya
June 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Disney siap menghadirkan versi live-action Moana yang menawarkan petualangan laut dalam skala lebih besar dibanding film animasinya....

Logo Resmi HUT ke-81 RI 2026 Karya Desainer Asal Padang Resmi Terpilih

Logo Resmi HUT ke-81 RI 2026 Karya Desainer Asal Padang Resmi Terpilih

by Desti Dwi Natasya
June 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah resmi menetapkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tahun 2026 hasil pilihan masyarakat melalui...

Komdigi Perkuat Patroli Digital 24 Jam, Bidik Siaran Ilegal Piala Dunia 2026 yang Promosikan Judol

Komdigi Perkuat Patroli Digital 24 Jam, Bidik Siaran Ilegal Piala Dunia 2026 yang Promosikan Judol

by Hidayat Taufik
June 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperketat pengawasan ruang digital selama 24 jam setiap hari. Fokus utama...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ilmuwan Temukan Mikroba Hidup di Dalam Batu Berusia 2 Miliar Tahun

Fenomena Warga China Masuk Islam, Ini Faktor yang Mendorongnya

June 29, 2026
Komdigi Perkuat Patroli Digital 24 Jam, Bidik Siaran Ilegal Piala Dunia 2026 yang Promosikan Judol

Komdigi Perkuat Patroli Digital 24 Jam, Bidik Siaran Ilegal Piala Dunia 2026 yang Promosikan Judol

June 29, 2026
Bahlil Pangkas Harga LNG Industri, Industri Keramik dan Tekstil Diharapkan Bertahan

Bahlil Pangkas Harga LNG Industri, Industri Keramik dan Tekstil Diharapkan Bertahan

June 29, 2026
Kanada Singkirkan Afrika Selatan Berkat Gol Telat di Piala Dunia 2026

Siaran Piala Dunia 2026 Catat Rekor Penonton di Amerika Serikat

June 29, 2026
Drama Injury Time! Brasil Singkirkan Jepang dan Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Drama Injury Time! Brasil Singkirkan Jepang dan Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

June 30, 2026
Jokowi Mulai Safari Politik, AHY Ingatkan Pemilu 2029 Masih Tiga Tahun Lagi

Jokowi Mulai Safari Politik, AHY Ingatkan Pemilu 2029 Masih Tiga Tahun Lagi

June 29, 2026
Ford Menyesal Terlalu Percaya AI, Rekrut Ratusan Orang demi Tekan Biaya Recall

Ford Menyesal Terlalu Percaya AI, Rekrut Ratusan Orang demi Tekan Biaya Recall

June 29, 2026
Film Live-Action Moana Siap Hadirkan Petualangan Laut yang Lebih Spektakuler

Film Live-Action Moana Siap Hadirkan Petualangan Laut yang Lebih Spektakuler

June 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved