• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, May 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Mega Skandal Korupsi Perbankan di Vietnam Mirip BLBI di Indonesia Begini Kata Hardjuno Wiwoho

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
March 6, 2024
in News
0
Mega Skandal Korupsi Perbankan di Vietnam Mirip BLBI di Indonesia Begini Kata Hardjuno Wiwoho

JAKARTA- Cobisnis.com, Negara Vietnam tengah menghadapi skandal perbankan terbesar di Asia Tenggara. Negara tersebut mengungkap dugaan penggelapan dana senilai US$ 12,4 miliar atau setara Rp 192,25 triliun (kurs Rp 15.504) oleh pengembang real estate, Truong My Lan.

Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center, Hardjuno Wiwoho mewanti-wanti pemerintah maupun otoritas perbankan di Indonesia agar memitigasi jangan sampai kasus tersebut menjalar ke Indonesia.

Apalagi, skandal keuangan di Vietnam ini mirip dengan kejahatan keuangan yang pernah menimpa Indonesia pada masa transisi kekuasaan era reformasi 1998.
Saat itu, Indonesia diguncang oleh skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan skandal Obligasi Rekap BLBI.

“Saya terus mendesak pemerintah agar menghapus pembayaran subsidi bunga obligasi rekap eks BLBI ini. Ini anggaran yang tidak produktif dan membebani APBN kita, tetapi tidak digubris,” tegasnya.

“Padahal, pembayaran bunga obligasi ini membuat APBN tidak sehat,” lanjutnya.
Hardjuno yang kini tengah merampungkan disertasi dengan judul “Prinsip Kepastian Hukum Pada Akselerasi Reformasi Hukum Terhadap Perampasan Aset Tanpa Tuntutan Pidana (Non-Conviction Based Asset Forfeiture)” mensinyalir penipuan skala besar yang merugikan keuangan negara di Vietnam tersebut, diduga menggunakan ribuan “perusahaan hantu” untuk melaksanakan kegiatan ilegal.

Hal tersebut seringkali merupakan modus operandi dalam kasus penipuan keuangan, di mana pelaku menciptakan entitas bisnis palsu atau tidak sah untuk menyembunyikan jejak keuangannya.

“Di Indonesia, praktik ini juga terjadi di BLBI. Banyak perusahaan bodong mendapat kucuran dana atau perusahaan bodong diagunkan. Setelah perusahaan dijual bahkan nilainya tak sampai sepersepuluh dari BLBI yang dikucurkan,” kata Hardjuno di Jakarta, Rabu (6/3).

Selasa 5 Maret 2024, pengadilan Vietnam mulai menyidangkan kasus penipuan keuangan bernilai 12 miliar dolar AS, atau Rp 189 triliun, menghadapkan 90 tersangka dengan beberapa terancam hukuman mati.

Di Vietnam, Truong My Lan diduga memberikan suap kepada pejabat pemerintah untuk mendukung kegiatannya. Menurutnya, praktik suap ini juga merupakan masalah serius di Indonesia, terutama dalam kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi atau eksekutif perusahaan yang mencoba memuluskan jalannya dalam bisnis ilegal.

Dalam kasus Truong My Lan juga terdapat dugaan pelanggaran terhadap peraturan perbankan. Sama persis dengan pengucuran BLBI yang kemudian ditambah dengan pemberian obligasi rekap sebagai siasat menyehatkan neraca perbankan.

“Di skandal obligasi rekap yang diduga merugikan negara hingga 18 ribu triliun rupiah pada hari ini mengangkangi aturan perbankan karena bank yang memegang obligasi rekap dijual murah kepada yang diduga pemilik lama. Sehingga, negara harus terus membayar bunga rekap sampai sekarang pada bank-bank tersebut,” papar Hardjuno yang kini menempuh Program Doktor Program Studi Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya ini.

Hardjuno memberi apresiasi kepada pemerintah Vietnam yang telah memperlihatkan keberanian untuk menghukum pelaku kejahatan keuangan.
Sementara di Indonesia sampai hari ini masih berkutat dengan pengembalian Rp 110 triliun nilai BLBI pada 1998 yang jika dikurskan pada hari ini sebenarnya sudah ribuan triliun.
“Ngejar Rp 110 triliun saja setengah mati susahnya. Apalagi menghentikan pembayaran bunga obligasi rekap yang merugikan negara setahun Rp 50-60 triliun,” tandas Hardjuno.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
download huawei firmware
Premium WordPress Themes Download
lynda course free download
Tags: blbicobisnis.comKetua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center

Related Posts

Aestheglow Clinic Luncurkan XERF, Teknologi Skin Tightening Generasi Terbaru

Aestheglow Clinic Luncurkan XERF, Teknologi Skin Tightening Generasi Terbaru

by Rizki Meirino
May 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perubahan standar kecantikan kini bergerak ke arah tampilan yang lebih natural, refined, dan berbasis teknologi. Tren ini...

CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Perkiraan Jadwal dan Sinyal dari Pemerintah

CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Perkiraan Jadwal dan Sinyal dari Pemerintah

by Desti Dwi Natasya
May 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kabar CPNS 2026 mulai ramai dibahas oleh pencari kerja dan fresh graduate yang menantikan kesempatan menjadi Aparatur...

Prabowo Resmikan Jet Rafale dan Airbus A400M untuk Perkuat TNI pada 2026

Prabowo Resmikan Jet Rafale dan Airbus A400M untuk Perkuat TNI pada 2026

by Hidayat Taufik
May 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Prabowo Subianto meresmikan penyerahan alutsista baru kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (18/5/2026). Pemerintah menyerahkan 11...

TNI Diperkuat Rafale hingga A400M, Prabowo Resmi Serahkan Alutsista Canggih

TNI Diperkuat Rafale hingga A400M, Prabowo Resmi Serahkan Alutsista Canggih

by Desti Dwi Natasya
May 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk...

Harga Barang Diperkirakan Naik pada 2026, BI Soroti Kenaikan Bahan Baku

Harga Barang Diperkirakan Naik pada 2026, BI Soroti Kenaikan Bahan Baku

by Hidayat Taufik
May 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Indonesia memprediksi tekanan inflasi akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Kenaikan harga diperkirakan terjadi pada...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Nasabah Gegerkan BCA Cimanggu, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Nasabah Gegerkan BCA Cimanggu, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

May 17, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Digelar di Sejumlah Provinsi, Ini Daftarnya

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Digelar di Sejumlah Provinsi, Ini Daftarnya

May 17, 2026
Kronologi Kasus Erin Taulany Dilaporkan Eks ART hingga Tuai Kritik DPR

OpenAI Luncurkan Fitur Keuangan Pribadi di ChatGPT, Bisa Hubungkan Rekening Bank

May 17, 2026
SpaceX Siap IPO dengan Valuasi Rp 3.200 Triliun, Musk Pastikan Tidak Akan Lepas Satu Saham pun

SpaceX Siap IPO dengan Valuasi Rp 3.200 Triliun, Musk Pastikan Tidak Akan Lepas Satu Saham pun

May 17, 2026
Aestheglow Clinic Luncurkan XERF, Teknologi Skin Tightening Generasi Terbaru

Aestheglow Clinic Luncurkan XERF, Teknologi Skin Tightening Generasi Terbaru

May 18, 2026
CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Perkiraan Jadwal dan Sinyal dari Pemerintah

CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Perkiraan Jadwal dan Sinyal dari Pemerintah

May 18, 2026
Prabowo Resmikan Jet Rafale dan Airbus A400M untuk Perkuat TNI pada 2026

Prabowo Resmikan Jet Rafale dan Airbus A400M untuk Perkuat TNI pada 2026

May 18, 2026
TNI Diperkuat Rafale hingga A400M, Prabowo Resmi Serahkan Alutsista Canggih

TNI Diperkuat Rafale hingga A400M, Prabowo Resmi Serahkan Alutsista Canggih

May 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved