• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, June 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Mega Skandal Korupsi Perbankan di Vietnam Mirip BLBI di Indonesia Begini Kata Hardjuno Wiwoho

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
March 6, 2024
in News
0
Mega Skandal Korupsi Perbankan di Vietnam Mirip BLBI di Indonesia Begini Kata Hardjuno Wiwoho

JAKARTA- Cobisnis.com, Negara Vietnam tengah menghadapi skandal perbankan terbesar di Asia Tenggara. Negara tersebut mengungkap dugaan penggelapan dana senilai US$ 12,4 miliar atau setara Rp 192,25 triliun (kurs Rp 15.504) oleh pengembang real estate, Truong My Lan.

Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center, Hardjuno Wiwoho mewanti-wanti pemerintah maupun otoritas perbankan di Indonesia agar memitigasi jangan sampai kasus tersebut menjalar ke Indonesia.

Apalagi, skandal keuangan di Vietnam ini mirip dengan kejahatan keuangan yang pernah menimpa Indonesia pada masa transisi kekuasaan era reformasi 1998.
Saat itu, Indonesia diguncang oleh skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan skandal Obligasi Rekap BLBI.

“Saya terus mendesak pemerintah agar menghapus pembayaran subsidi bunga obligasi rekap eks BLBI ini. Ini anggaran yang tidak produktif dan membebani APBN kita, tetapi tidak digubris,” tegasnya.

“Padahal, pembayaran bunga obligasi ini membuat APBN tidak sehat,” lanjutnya.
Hardjuno yang kini tengah merampungkan disertasi dengan judul “Prinsip Kepastian Hukum Pada Akselerasi Reformasi Hukum Terhadap Perampasan Aset Tanpa Tuntutan Pidana (Non-Conviction Based Asset Forfeiture)” mensinyalir penipuan skala besar yang merugikan keuangan negara di Vietnam tersebut, diduga menggunakan ribuan “perusahaan hantu” untuk melaksanakan kegiatan ilegal.

Hal tersebut seringkali merupakan modus operandi dalam kasus penipuan keuangan, di mana pelaku menciptakan entitas bisnis palsu atau tidak sah untuk menyembunyikan jejak keuangannya.

“Di Indonesia, praktik ini juga terjadi di BLBI. Banyak perusahaan bodong mendapat kucuran dana atau perusahaan bodong diagunkan. Setelah perusahaan dijual bahkan nilainya tak sampai sepersepuluh dari BLBI yang dikucurkan,” kata Hardjuno di Jakarta, Rabu (6/3).

Selasa 5 Maret 2024, pengadilan Vietnam mulai menyidangkan kasus penipuan keuangan bernilai 12 miliar dolar AS, atau Rp 189 triliun, menghadapkan 90 tersangka dengan beberapa terancam hukuman mati.

Di Vietnam, Truong My Lan diduga memberikan suap kepada pejabat pemerintah untuk mendukung kegiatannya. Menurutnya, praktik suap ini juga merupakan masalah serius di Indonesia, terutama dalam kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi atau eksekutif perusahaan yang mencoba memuluskan jalannya dalam bisnis ilegal.

Dalam kasus Truong My Lan juga terdapat dugaan pelanggaran terhadap peraturan perbankan. Sama persis dengan pengucuran BLBI yang kemudian ditambah dengan pemberian obligasi rekap sebagai siasat menyehatkan neraca perbankan.

“Di skandal obligasi rekap yang diduga merugikan negara hingga 18 ribu triliun rupiah pada hari ini mengangkangi aturan perbankan karena bank yang memegang obligasi rekap dijual murah kepada yang diduga pemilik lama. Sehingga, negara harus terus membayar bunga rekap sampai sekarang pada bank-bank tersebut,” papar Hardjuno yang kini menempuh Program Doktor Program Studi Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya ini.

Hardjuno memberi apresiasi kepada pemerintah Vietnam yang telah memperlihatkan keberanian untuk menghukum pelaku kejahatan keuangan.
Sementara di Indonesia sampai hari ini masih berkutat dengan pengembalian Rp 110 triliun nilai BLBI pada 1998 yang jika dikurskan pada hari ini sebenarnya sudah ribuan triliun.
“Ngejar Rp 110 triliun saja setengah mati susahnya. Apalagi menghentikan pembayaran bunga obligasi rekap yang merugikan negara setahun Rp 50-60 triliun,” tandas Hardjuno.

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download lava firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
Tags: blbicobisnis.comKetua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center

Related Posts

BSI dan IPB Perkuat Wakaf Produktif untuk Dukung Pendidikan Mahasiswa

BSI dan IPB Perkuat Wakaf Produktif untuk Dukung Pendidikan Mahasiswa

by Rizki Meirino
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Syariah Indonesia (BSI)⁠ bersama IPB University memperkuat kolaborasi dalam pengembangan wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan pendidikan....

Dapat Visa AS, Timnas Iran Ternyata Cuma Diizinkan Masuk-Keluar Tanpa Menginap

Dapat Visa AS, Timnas Iran Ternyata Cuma Diizinkan Masuk-Keluar Tanpa Menginap

by Hidayat Taufik
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tim nasional Iran akhirnya memperoleh visa untuk mengikuti Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Namun, pemerintah AS...

Prabowo Perkuat Pendidikan 2026, Pemerintah Fokus Efisiensi Anggaran dan Sekolah Rakyat

Prabowo Perkuat Pendidikan 2026, Pemerintah Fokus Efisiensi Anggaran dan Sekolah Rakyat

by Hidayat Taufik
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh...

Polemik Jabatan Polisi Belum Usai, Pigai Dorong Sipil Masuk Struktur Polri

Polemik Jabatan Polisi Belum Usai, Pigai Dorong Sipil Masuk Struktur Polri

by Hidayat Taufik
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengusulkan agar kalangan sipil dapat mengisi sejumlah jabatan strategis di...

Cara Sederhana Meredakan Kesemutan pada Tangan dan Kaki Secara Alami

Cara Sederhana Meredakan Kesemutan pada Tangan dan Kaki Secara Alami

by Hidayat Taufik
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kesemutan pada tangan atau kaki sering dialami banyak orang. Kondisi ini biasanya memicu rasa kebas, geli, atau...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Chatib Basri, Ekonom Senior yang Dikaitkan dengan Isu Perombakan Kabinet

Profil Chatib Basri, Ekonom Senior yang Dikaitkan dengan Isu Perombakan Kabinet

June 7, 2026
Berhenti Merokok Tak Cukup Modal Niat, Dokter Soroti Pentingnya Terapi Nikotin

Berhenti Merokok Tak Cukup Modal Niat, Dokter Soroti Pentingnya Terapi Nikotin

June 7, 2026
Cara Sederhana Meredakan Kesemutan pada Tangan dan Kaki Secara Alami

Cara Sederhana Meredakan Kesemutan pada Tangan dan Kaki Secara Alami

June 7, 2026
Pameran Kendaraan Klasik dan Retro Perdana di Lembang

Pameran Kendaraan Klasik dan Retro Perdana di Lembang

June 7, 2026
BSI dan IPB Perkuat Wakaf Produktif untuk Dukung Pendidikan Mahasiswa

BSI dan IPB Perkuat Wakaf Produktif untuk Dukung Pendidikan Mahasiswa

June 7, 2026
Dapat Visa AS, Timnas Iran Ternyata Cuma Diizinkan Masuk-Keluar Tanpa Menginap

Dapat Visa AS, Timnas Iran Ternyata Cuma Diizinkan Masuk-Keluar Tanpa Menginap

June 7, 2026
Mengapa Koruptor Terus Bermunculan? Ternyata Masalahnya Bukan Sekadar Individu

Mengapa Koruptor Terus Bermunculan? Ternyata Masalahnya Bukan Sekadar Individu

June 7, 2026
Prabowo Perkuat Pendidikan 2026, Pemerintah Fokus Efisiensi Anggaran dan Sekolah Rakyat

Prabowo Perkuat Pendidikan 2026, Pemerintah Fokus Efisiensi Anggaran dan Sekolah Rakyat

June 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved