• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Manuver USDOC Terhadap Produk Menara Angin Indonesia: AS Berlaku Tidak Adil

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
October 18, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Manuver USDOC Terhadap Produk Menara Angin Indonesia: AS Berlaku Tidak Adil

Cobisnis.com – Departemen Perdagangan Amerika Serikat (US Department of Commerce/USDOC) pada 29 Juni 2020 resmi mengeluarkan putusan akhir penyelidikan anti subsidi terhadap produk menara angin (wind tower) asal Indonesia dengan margin subsidi sebesar 5,9 persen.

Komponen terbesar dari margin tersebut, sebesar 5,7 persen berasal dari subsidi hulu (upstream subsidy) yaitu subsidi yang menurut USDOC terkandung dalam produk cut to length steel plate (CTL) produksi dalam negeri yang merupakan bahan baku utama menara angin. Margin lainnya
sebesar 0,17 persen dan 0,03 persen dihitung USDOC dari subsidi listrik dan pembebasan PPh Impor.

Hasil akhir ini jauh lebih baik dari hasil sementara (preliminary determination) yang ditetapkan USDOC pada 6 Desember 2019 lalu. Pada waktu itu, margin subsidi yang ditetapkan mencapai 20,29 persen, dimana 20,09 persen disebabkan anggapan Amerika Serikat (AS) terkait adanya kebijakan Indonesia kepada produsen bahan baku CTL untuk menjual CTL tersebut di bawah harga wajar (less than adequate remuneration) kepada produsen wind tower dalam negeri.

Hal ini dijadikan alasan oleh USDOC untuk melakukan pembandingan (benchmarking) harga CTL dengan sumber lain yang dianggap wajar. Pembandingan harga ini menyebabkan margin subsidi melambung tinggi.

Menyadari hal itu, Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama dengan pihak terkait untuk membantah tuduhan tersebut melalui on site verification pada 4 – 5 Maret 2020 di Kementerian
Perdagangan serta penyampaian argumen lanjutan dalam legal dan rebuttal brief pascaverifikasi.

Upaya ini menuai hasil yang diharapkan, USDOC menggugurkan tuduhan perolehan CTL di bawah harga wajar oleh produsen wind tower. Namun di luar dugaan, USDOC memasukkan unsur upstream subsidy yang pada awalnya diputuskan untuk ditunda hingga pelaksanaan administrative review
pertama.

“Indonesia sebenarnya dapat memenangkan kasus ini tanpa diterapkannya bea masuk subsidi jika
pihak otoritas AS berlaku adil (fair) dengan tidak memasukkan unsur upstream subsidy,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi menyampaikan, Indonesia hanya punya satu produsen wind tower, namun sangat prospektif dalam menunjang kinerja ekspor,
terutama ke pasar AS yang menembus USD 90 Juta pada 2019. Nilai ini naik tajam dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 64 Juta.

“Upaya kita sudah sangat baik dalam mengamankan akses pasar. Di satu sisi, kita bergembira karena upaya panjang Indonesia sampai pada garis akhir, yaitu margin subsidi dapat digugurkan. Di
sisi lain, kita kecewa karena diperlakukan tidak adil (fair) dengan manuver USDOC. Kita sama sekali
tidak dinotifikasi soal penyelidikan upstream subsidy sehingga tidak ada pembelaan di situ,” lanjut Didi.

Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati menyampaikan, Pemerintah Indonesia melibatkan
lintas kementerian/lembaga serta Asosiasi. Pemerintah, kata dia, menghimpun dukungan dari
Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Hukum &
HAM, BUMN, PLN, EximBank, dan Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

“Produsen CTL Indonesia turut terkena imbasnya. Kami meminta banyak dokumen dan data strategis Krakatau Steel dan Krakatau Posco untuk kepentingan penyelidikan di tengah kesibukan mereka membenahi kondisi internal,” ungkap Pradnyawati.

Langkah pembelaan Pemerintah Indonesia di koridor penyelidikan berakhir seiring selesainya penyelidikan USDOC. Bea masuk imbalan mulai diberlakukan berdasarkan final order yang dikeluarkan Pemerintah AS pasca putusan affirmative US International Trade Commission (USITC), yaitu adanya kerugian di industri wind tower AS akibat impor bersubsidi.

“Untuk isu munculnya upstream subsidy, saat ini jalur pembelaan lanjutan yang bisa ditempuh perusahaan adalah gugatan ke Court of International Trade di AS. Dengan besaran bea masuk
imbalan tersebut, Indonesia berharap ekspor ke AS tidak terlalu terganggu,” pungkas Pradnyawati.

AS merupakan pasar utama tujuan ekspor produk wind tower Indonesia dengan pangsa pasar ekspor mencapai 81 persen pada 2019. Pada periode Januari – Agustus 2020 terjadi peningkatan ekspor menjadi sebesar USD 59,3 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 55,9 juta.

Pada 2019, Indonesia menduduki posisi ketiga sebagai negara pengekspor produk wind tower ke AS dengan jumlah 60 ribu ton setelah Korea Selatan (67 ribu ton), dan Vietnam (65 ribu ton).

Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
download redmi firmware
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=

Related Posts

Konser Ye atau Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Foto: Dok: Kemenpar

Konser Kanye West datangkan 25 Ribu Penonton Asing, Menpar: Music Tourism Mampu Menggerakkan Ekonomi

by Chodijah Febriani
October 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Beberapa hari yang lalu, konser Ye atau Kanye West Live in Jakarta 2026 yang digelar di Stadion...

Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Dibuka Hari Ini, Cek Syaratnya!

Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Dibuka Hari Ini, Cek Syaratnya!

by Hidayat Taufik
October 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti Program Pemagangan Nasional atau MagangHub...

BTN dan Dana Pensiun PLN Perkuat Sinergi Bisnis

BTN dan Dana Pensiun PLN Perkuat Sinergi Bisnis

by Rizki Meirino
October 27, 2026
0

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan (kanan) bersama Direktur Utama Dana Pensiun PLN Antonius Resep Tyas...

OJK Perketat Pemberantasan Pinjol Ilegal, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diblokir

OJK Perketat Pemberantasan Pinjol Ilegal, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diblokir

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemberantasan pinjaman online (pinjol) ilegal terus dilakukan di Indonesia. Sebanyak 1.199 entitas pinjol ilegal telah ditutup, sementara...

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Melihat Koleksi Wastra dan Kebaya dari 10 Negara Asia Tenggara dipamerkan di Museum Nasional (Dok: Kemenpar)

Koleksi Wastra dan Kebaya dari 10 Negara Asia Tenggara dipamerkan di Museum Nasional

by Chodijah Febriani
October 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Koleksi wastra dari 10 negara di wilayah Asia Tenggara dipamerkan di Museum Nasional, Jakarta, pada 26 Oktober...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
BYD dan Worcas Bersengketa, Merek Denza Jadi Rebutan

BYD dan Worcas Bersengketa, Merek Denza Jadi Rebutan

October 26, 2026
AXIS Nation Cup 2026 Sisakan 16 Tim Menuju Grand Final

AXIS Nation Cup 2026 Sisakan 16 Tim Menuju Grand Final

October 26, 2026
Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

October 26, 2026
Konser Ye atau Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Foto: Dok: Kemenpar

Konser Kanye West datangkan 25 Ribu Penonton Asing, Menpar: Music Tourism Mampu Menggerakkan Ekonomi

October 27, 2026
Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Dibuka Hari Ini, Cek Syaratnya!

Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Dibuka Hari Ini, Cek Syaratnya!

October 27, 2026
BTN dan Dana Pensiun PLN Perkuat Sinergi Bisnis

BTN dan Dana Pensiun PLN Perkuat Sinergi Bisnis

October 27, 2026
OJK Perketat Pemberantasan Pinjol Ilegal, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diblokir

OJK Perketat Pemberantasan Pinjol Ilegal, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diblokir

October 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved