• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, May 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Manuver USDOC Terhadap Produk Menara Angin Indonesia: AS Berlaku Tidak Adil

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
October 18, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Manuver USDOC Terhadap Produk Menara Angin Indonesia: AS Berlaku Tidak Adil

Cobisnis.com – Departemen Perdagangan Amerika Serikat (US Department of Commerce/USDOC) pada 29 Juni 2020 resmi mengeluarkan putusan akhir penyelidikan anti subsidi terhadap produk menara angin (wind tower) asal Indonesia dengan margin subsidi sebesar 5,9 persen.

Komponen terbesar dari margin tersebut, sebesar 5,7 persen berasal dari subsidi hulu (upstream subsidy) yaitu subsidi yang menurut USDOC terkandung dalam produk cut to length steel plate (CTL) produksi dalam negeri yang merupakan bahan baku utama menara angin. Margin lainnya
sebesar 0,17 persen dan 0,03 persen dihitung USDOC dari subsidi listrik dan pembebasan PPh Impor.

Hasil akhir ini jauh lebih baik dari hasil sementara (preliminary determination) yang ditetapkan USDOC pada 6 Desember 2019 lalu. Pada waktu itu, margin subsidi yang ditetapkan mencapai 20,29 persen, dimana 20,09 persen disebabkan anggapan Amerika Serikat (AS) terkait adanya kebijakan Indonesia kepada produsen bahan baku CTL untuk menjual CTL tersebut di bawah harga wajar (less than adequate remuneration) kepada produsen wind tower dalam negeri.

Hal ini dijadikan alasan oleh USDOC untuk melakukan pembandingan (benchmarking) harga CTL dengan sumber lain yang dianggap wajar. Pembandingan harga ini menyebabkan margin subsidi melambung tinggi.

Menyadari hal itu, Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama dengan pihak terkait untuk membantah tuduhan tersebut melalui on site verification pada 4 – 5 Maret 2020 di Kementerian
Perdagangan serta penyampaian argumen lanjutan dalam legal dan rebuttal brief pascaverifikasi.

Upaya ini menuai hasil yang diharapkan, USDOC menggugurkan tuduhan perolehan CTL di bawah harga wajar oleh produsen wind tower. Namun di luar dugaan, USDOC memasukkan unsur upstream subsidy yang pada awalnya diputuskan untuk ditunda hingga pelaksanaan administrative review
pertama.

“Indonesia sebenarnya dapat memenangkan kasus ini tanpa diterapkannya bea masuk subsidi jika
pihak otoritas AS berlaku adil (fair) dengan tidak memasukkan unsur upstream subsidy,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi menyampaikan, Indonesia hanya punya satu produsen wind tower, namun sangat prospektif dalam menunjang kinerja ekspor,
terutama ke pasar AS yang menembus USD 90 Juta pada 2019. Nilai ini naik tajam dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 64 Juta.

“Upaya kita sudah sangat baik dalam mengamankan akses pasar. Di satu sisi, kita bergembira karena upaya panjang Indonesia sampai pada garis akhir, yaitu margin subsidi dapat digugurkan. Di
sisi lain, kita kecewa karena diperlakukan tidak adil (fair) dengan manuver USDOC. Kita sama sekali
tidak dinotifikasi soal penyelidikan upstream subsidy sehingga tidak ada pembelaan di situ,” lanjut Didi.

Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati menyampaikan, Pemerintah Indonesia melibatkan
lintas kementerian/lembaga serta Asosiasi. Pemerintah, kata dia, menghimpun dukungan dari
Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Hukum &
HAM, BUMN, PLN, EximBank, dan Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

“Produsen CTL Indonesia turut terkena imbasnya. Kami meminta banyak dokumen dan data strategis Krakatau Steel dan Krakatau Posco untuk kepentingan penyelidikan di tengah kesibukan mereka membenahi kondisi internal,” ungkap Pradnyawati.

Langkah pembelaan Pemerintah Indonesia di koridor penyelidikan berakhir seiring selesainya penyelidikan USDOC. Bea masuk imbalan mulai diberlakukan berdasarkan final order yang dikeluarkan Pemerintah AS pasca putusan affirmative US International Trade Commission (USITC), yaitu adanya kerugian di industri wind tower AS akibat impor bersubsidi.

“Untuk isu munculnya upstream subsidy, saat ini jalur pembelaan lanjutan yang bisa ditempuh perusahaan adalah gugatan ke Court of International Trade di AS. Dengan besaran bea masuk
imbalan tersebut, Indonesia berharap ekspor ke AS tidak terlalu terganggu,” pungkas Pradnyawati.

AS merupakan pasar utama tujuan ekspor produk wind tower Indonesia dengan pangsa pasar ekspor mencapai 81 persen pada 2019. Pada periode Januari – Agustus 2020 terjadi peningkatan ekspor menjadi sebesar USD 59,3 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 55,9 juta.

Pada 2019, Indonesia menduduki posisi ketiga sebagai negara pengekspor produk wind tower ke AS dengan jumlah 60 ribu ton setelah Korea Selatan (67 ribu ton), dan Vietnam (65 ribu ton).

Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download samsung firmware
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free

Related Posts

Usulan Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Kembali Ramai

Usulan Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Kembali Ramai

by Hidayat Taufik
May 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda kembali ramai diperbincangkan publik pada 2026. Guru Besar...

200 Ribu Anak Terjerat Judi Online, DPR Desak Pemerintah Bertindak Tegas

200 Ribu Anak Terjerat Judi Online, DPR Desak Pemerintah Bertindak Tegas

by Hidayat Taufik
May 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo meminta pemerintah memerangi judi online secara serius. Desakan itu muncul...

Devils Tower Jadi Magnet Wisata Setelah Film Alien Legendaris

Devils Tower Jadi Magnet Wisata Setelah Film Alien Legendaris

by Zahra Zahwa
May 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Devils Tower National Monument menjadi salah satu destinasi wisata paling terkenal di Wyoming setelah tampil dalam film...

Studi Lancet 2026: Antidepresan Saat Hamil Umumnya Tidak Tingkatkan Risiko Autisme dan ADHD

Studi Lancet 2026: Antidepresan Saat Hamil Umumnya Tidak Tingkatkan Risiko Autisme dan ADHD

by Zahra Zahwa
May 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Studi baru yang dimuat di The Lancet Psychiatry menyebut penggunaan antidepresan saat hamil umumnya tidak meningkatkan risiko...

Honda Catat Kerugian Perdana Sejak 1955 akibat Beban Besar dari Proyek EV

Honda Catat Kerugian Perdana Sejak 1955 akibat Beban Besar dari Proyek EV

by Zahra Zahwa
May 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Honda Motor Co., Ltd. mencatat kerugian tahunan pertamanya sejak 1955 setelah memangkas nilai investasi besar di bisnis...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Inflasi, Sanksi, dan Utang, Ini Deretan Negara dengan Mata Uang Paling Lemah di Dunia 2026

Inflasi, Sanksi, dan Utang, Ini Deretan Negara dengan Mata Uang Paling Lemah di Dunia 2026

May 14, 2026
UI Dorong Strategi Dekarbonisasi untuk Tekan Emisi Karbon Pelayaran

UI Dorong Strategi Dekarbonisasi untuk Tekan Emisi Karbon Pelayaran

May 14, 2026
DJP Temukan Rp 383 Triliun Harta yang Belum Dilaporkan, Pemerintah Beri Waktu Terakhir 6 Bulan

DJP Temukan Rp 383 Triliun Harta yang Belum Dilaporkan, Pemerintah Beri Waktu Terakhir 6 Bulan

May 14, 2026
Kuasa Hukum Sebut Dakwaan Tak Terbukti, Nadiem Tetap Dituntut 27,5 Tahun

Kuasa Hukum Sebut Dakwaan Tak Terbukti, Nadiem Tetap Dituntut 27,5 Tahun

May 14, 2026
Usulan Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Kembali Ramai

Usulan Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Kembali Ramai

May 15, 2026
200 Ribu Anak Terjerat Judi Online, DPR Desak Pemerintah Bertindak Tegas

200 Ribu Anak Terjerat Judi Online, DPR Desak Pemerintah Bertindak Tegas

May 15, 2026
Devils Tower Jadi Magnet Wisata Setelah Film Alien Legendaris

Devils Tower Jadi Magnet Wisata Setelah Film Alien Legendaris

May 15, 2026
Studi Lancet 2026: Antidepresan Saat Hamil Umumnya Tidak Tingkatkan Risiko Autisme dan ADHD

Studi Lancet 2026: Antidepresan Saat Hamil Umumnya Tidak Tingkatkan Risiko Autisme dan ADHD

May 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved