• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, May 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Layangan Putus Buktikan Kekuatan Konten Lokal

H. Fuad by H. Fuad
February 10, 2022
in Lifestyle
0
Layangan Putus Buktikan Kekuatan Konten Lokal

JAKARTA, Cobisnis.com – Aplikasi video local OTT sedang mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pangsa pasar mereka mulai terbentuk dalam waktu yang relative singkat. Adapun semenjak pandemic masyarakat lebih menyukai OTT video streaming services dibanding layanan TV kabel.

Berdasarkan hasil survei Inventure-Alvara, menunjukkan 74,2% responden lebih menyukai layanan OTT video dibanding layanan TV kabel, dimana tren konten original lokal semakin deepening terbukti dari hasil riset yang mengatakan bahwa 81,4% responden tertarik menonton konten original lokal serta 80% responden tertarik berlangganan OTT lokal yang lebih banyak menyediakan konten lokal.

Selama dua tahun terakhir terjadi disrupsi yang kuat sekali di sektor media. Terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat terhadap media. Semenjak pandemi tumbuh media-media baru untuk menikmati konten, yakni layanan Over The Top (OTT) Streaming Video.

Sebelum ada OTT video, penonton menikmati layanan visual lewat bioskop dan TV. Perubahan preferensi menikmati layanan konten video lewat media baru itu, yang menjadi landasan terjadinya pergeseran perilaku konsumen, yang diikuti disrupsi. Untuk menggerakan industri media dibutuhkan konten-konten. Maka penyedia konten menjadi penting.

Penyedia konten dibagi menjadi dua: lokal dan bukan lokal. Pada tahap itulah, pemain seperti Netflix, Disney, VIU, Wee TV, dan Video berada.

Beberapa waktu terakhir muncul kecenderungan masyarakat mulai menyukai konten yang bernuansa lokal. Hal ini terindikasi dari animo masyarakat yang tinggi terhadap konten lokal terbaru: Layangan Putus.

Menurut Celerina Judisari, CEO PT Mahaka Global Media, konten seperti Layangan Putus menyadarkan kita bahwa konten lokal cukup bisa menggaet penonton. Hal ini disampaikan dalam paparannya dalam acara Indonesia Industry Outlook 2022.

Meski demikian, kata Celerina, sebenarnya tidak ada shifting yang begitu besar tentang selera masyarakat. Ia merujuk data survei beberapa lembaga bahwa 60% penonton bioskop kita memang menyukai konten lokal. Sebesar 60%, sebenarnya, penonton kita menikmati film yang bernuansa komedi, percintaan, horor, dan action. “Jadi sebenarnya penonton lokal film-film kita tinggi sekali.”, jelas Celerina.

Menurut Celerina, kebangkitan konten lokal sehingga ia (kembali) menarik hati masyarakat karena dikemas dengan cara yang beda. Di antaranya adalah kemasan yang baru lewat layar OTT. “Secara selera masih sama, tapi treatmentnya berbeda.”, terang Celerina.

Celerina pun memaparkan ada satu waktu atau periode ketika beberapa Production House menganalisis dan mempelajari market. Salah satu hasil outputnya adalah market menyukai produk yang treatmentnya seperti Korean Style: dari segi angle, suasana dan kualitas. “Hal itu dilakukan untuk menggaet penonton yang sebenarnya sudah ada di sana.” jelasnya.

Meskipun era digital mempengaruhi lanskap media, namun pemain-pemainnya tetap sama. Ini termasuk juga di dalamnya Production House. Biasanya mereka mempunyai resources yang sangat besar untuk meriset pasar. “Pemain yang berhasil mempelajari pasar bioskop, juga mempelajari pasar OTT. Sehingga bisa lebih cepat mempelajari pasar”, jelas Celerina dalam sesi Indonesia Industry Outlook 2022. Dari hasil riset itu munculah produksi konten seperti Layangan Putus.
“Media mulai moving, di sana kita lihat ada MNC +, Emtek, kenapa dia jadi OTT yang kuat, karena secara basic sudah kuat. Netflix kenapa kuat karena dia sudah punya library yang bervariatif.”, kata Celerina.

Meski demikian, viralnya konten lokal seperti layangan putus adalah hasil dari kompleksitas yang luar biasa. Baik dari segi strategi dan promosi. “Gak bisa single promotion yang sederhana. Bahwa sekarang strategi harus di treatment, misal antara satu daerah dengan daerah yang lain.” jelas Celerina menambahkan.
“Semuanya ini penuh kompleksitas, ini dipengaruhi dari tingkat promosi dan (sampai) dapur,” kata Celerina.

Layangan Putus berasal dari konten yang sebelumnya sudah terkenal. Sudah banyak demand, secara sederhana cerita itu sudah mempunyai fanbase. Untuk survive di era media sekarang, orang-orang harus mendapatkan IP yang kuat demi mendapatkan traffic penonton yang tinggi.

Terkait konten lokal, jika bisa disimpulkan, meskipun terjadi megashift namun pada dasarnya selera masyarakat masih sama. Meski demikian, juga dibutuhkan peran pemerintah di industri media, perlu adanya sensor untuk konten-konten yang bertanggungjawab.
Optimisme Konten Lokal
Celerina sangat optimis bahwa konten lokal masih akan berjaya. Menurutnya mengapa kemarin konten K-Drama bisa sukses, karena ada kevakuman di industri kita, ada satu waktu ketika kita melakukan pembacaan atas pasar terlebih dahulu. Selama ini pemerintah pun membantu para creator lokal untuk membuat konten yang baik. Menurut Celerina, asalkan konten mengikuti rumusan penonton industri media kita akan terus survive.
Dari sana diperlukan perbaikan kualitas. “Misal, bukan horor yang cemen-cemen, tapi yang ada kualitasnya. Kaya dulu Pengabdi Setan menaikan level dari film horor”, kata Celerina.
“Bagaimana untuk bisa bersaing dengan Korea? Kita banyak belajar, dari angle, yang penting kita mempunyai jadi diri. Bahwa kita harus bisa merumuskan, dengan style korea dan kemudian membuat konten yang berkarakter kita sendiri. Demand tinggi, taste tahu, tapi produksinya seperti mandeg kaya talent (contohnya). Resources. Butuh kesatuan dari hulu ke hilir, seluruh stakeholder”, pungkas Celerina.

Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
download lenevo firmware
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: Aplikasi vidio lokalCobisnisOTT

Related Posts

WHO Sudah Revisi Rekomendasi Susu Formula, Tapi Narasi Lama Masih Terus Beredar di Indonesia

WHO Sudah Revisi Rekomendasi Susu Formula, Tapi Narasi Lama Masih Terus Beredar di Indonesia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Slogan 4 Sehat 5 Sempurna yang selama puluhan tahun dikenal masyarakat Indonesia sebenarnya sudah lama ditinggalkan dalam...

Testosteron Turun Bisa Picu Diabetes hingga Rambut Rontok, Dokter Spesialis Bicara Soal Andropause

Testosteron Turun Bisa Picu Diabetes hingga Rambut Rontok, Dokter Spesialis Bicara Soal Andropause

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perubahan hormon pada pria sering tidak disadari karena gejalanya mirip kelelahan biasa. Dokter spesialis urologi, Wempy Supit,...

Arsip Belanda 1873 Ungkap Fakta Lama, Wilayah Demak Ini Ternyata Pernah Masuk Administrasi Semarang

Arsip Belanda 1873 Ungkap Fakta Lama, Wilayah Demak Ini Ternyata Pernah Masuk Administrasi Semarang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kedekatan sejumlah wilayah di timur Semarang dengan Kota Semarang ternyata bukan sekadar perasaan warga. Arsip kolonial Belanda...

Usai Masak Daging Kurban, Ini Cara Bikin Pembersih Lemak Alami dari Bahan Dapur yang Ada di Rumah

Usai Masak Daging Kurban, Ini Cara Bikin Pembersih Lemak Alami dari Bahan Dapur yang Ada di Rumah

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Momen Idul Adha identik dengan masak besar yang sering meninggalkan noda lemak di kompor dan meja dapur....

Fernandez Finis Terdepan di Mugello, Martin Cuma Terpaut 0,717 Detik di Belakangnya

Fernandez Finis Terdepan di Mugello, Martin Cuma Terpaut 0,717 Detik di Belakangnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Raul Fernandez tampil dominan dan menjuarai Sprint Race MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello, Sabtu (30/5/2026). Pembalap...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pemutihan Denda Pajak Kendaraan DKI Jakarta Berlaku 2026, Ini Ketentuan Lengkapnya

Pemutihan Denda Pajak Kendaraan DKI Jakarta Berlaku 2026, Ini Ketentuan Lengkapnya

May 30, 2026
PSG Tantang Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026, Simak Jadwal Tayangnya Malam Ini

PSG Tantang Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026, Simak Jadwal Tayangnya Malam Ini

May 30, 2026
Gaya Hidup Nongkrong Modern Mulai Jadi Tantangan Finansial Generasi Muda

Gaya Hidup Nongkrong Modern Mulai Jadi Tantangan Finansial Generasi Muda

October 20, 2025
Pemprov DKI Hapus Denda PKB dan BBNKB Selama 3 Bulan, Tidak Perlu Ajukan Permohonan

Pemprov DKI Hapus Denda PKB dan BBNKB Selama 3 Bulan, Tidak Perlu Ajukan Permohonan

May 30, 2026
Istana Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal soal Kunjungan Luar Negeri Prabowo

Istana Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal soal Kunjungan Luar Negeri Prabowo

May 31, 2026
Daftar Negara dengan Kucing Peliharaan Terbanyak 2026, Siapa Peringkat Pertama?

Daftar Negara dengan Kucing Peliharaan Terbanyak 2026, Siapa Peringkat Pertama?

May 31, 2026
Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Pernah Pimpin TNI AD dan Kementerian Pertahanan

Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Pernah Pimpin TNI AD dan Kementerian Pertahanan

May 31, 2026
Frontier Airlines Hadapi Ujian Berat Meski Dapat Keuntungan dari Kejatuhan Spirit

Frontier Airlines Hadapi Ujian Berat Meski Dapat Keuntungan dari Kejatuhan Spirit

May 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved