• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, May 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

KPK Dorong E-Voting untuk Pemilu 2026, Targetkan Tekan Biaya dan Cegah Kecurangan

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
May 7, 2026
in Nasional
0
KPK Dorong E-Voting untuk Pemilu 2026, Targetkan Tekan Biaya dan Cegah Kecurangan

JAKARTA, Cobisnis.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong penggunaan e-voting dalam Pemilu 2026. KPK menilai sistem ini bisa menekan biaya politik dan mengurangi potensi kecurangan.

Menurut KPK, biaya pemilu selama ini sangat besar. Salah satu pengeluaran terbesar datang dari kebutuhan saksi di tempat pemungutan suara.

Kepala Satgas Direktorat Monitoring KPK, Kiagus Ibrahim, mengatakan partai politik harus menyiapkan dana sangat besar saat pemilu. Bahkan, beberapa partai mengalokasikan anggaran hingga triliunan rupiah.

Selain itu, partai juga harus membayar saksi di setiap TPS. Biaya satu saksi diperkirakan sekitar Rp250.000.

Karena itu, KPK menilai e-voting dapat memangkas beban tersebut. Sistem digital dinilai mampu menghilangkan kebutuhan saksi dalam jumlah besar.

KPK juga melihat biaya politik yang tinggi bisa memicu praktik korupsi. Tekanan finansial yang besar sering mendorong peserta pemilu mencari cara untuk menutup pengeluaran.

Namun, usulan e-voting masih memicu perdebatan. Sebagian pihak masih meragukan kesiapan infrastruktur dan keamanan sistem.

Meski begitu, KPK menilai penerapan e-voting bukan hal yang mustahil. Kiagus menyebut sejumlah daerah sudah lebih dulu menerapkan sistem serupa.

Salah satu contohnya ada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di wilayah itu, pemilihan kepala desa secara elektronik telah berjalan dengan jumlah pemilih yang besar.

Selain efisiensi, KPK juga menyoroti kecepatan penghitungan suara. Sistem e-voting memungkinkan hasil muncul langsung setelah proses pemungutan selesai.

Karena itu, KPK menilai metode ini bisa mengurangi celah manipulasi saat penghitungan manual. Risiko perubahan angka suara dinilai lebih kecil.

KPK juga mengingatkan bahwa praktik kecurangan masih terjadi dalam sistem manual. Temuan saat pilkada ulang di Kabupaten Bangka menjadi salah satu contoh.

Pada akhirnya, KPK tidak meminta penerapan nasional secara langsung. Lembaga itu mendorong pemerintah memulai e-voting secara bertahap di wilayah tertentu.

Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
online free course
download intex firmware
Premium WordPress Themes Download
lynda course free download
Tags: biaya pemilucobisnis.come-votingIndonesiakecurangan pemiluKPKnasionalPemilu 2026Politik

Related Posts

Burung Indonesia Rilis Film Dokumenter Jejak Wallacea

Burung Indonesia Rilis Film Dokumenter Jejak Wallacea

by Rizki Meirino
May 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Burung Indonesia resmi merilis film dokumenter Jejak Wallacea dalam pemutaran yang digelar di CGV FX Sudirman, Selasa...

Reza Rahadian Pilih Film Bertema Sosial dan Kemanusiaan

Reza Rahadian Pilih Film Bertema Sosial dan Kemanusiaan

by Hidayat Taufik
May 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian mengaku tertarik dengan film bertema sosial dan kemanusiaan. Ia menilai tema tersebut...

Tanda Tubuh Kelelahan yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya 2026

Tanda Tubuh Kelelahan yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya 2026

by Hidayat Taufik
May 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Banyak orang sering mengabaikan tanda tubuh yang mulai kelelahan. Padahal, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan fisik...

Jumlah Jemaah Haji Wafat Bertambah, Kini 10 Orang pada 2026

Jumlah Jemaah Haji Wafat Bertambah, Kini 10 Orang pada 2026

by Hidayat Taufik
May 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah mencatat jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat mencapai 10 orang hingga 5 Mei 2026. Jumlah ini...

PSG Tahan Bayern 1-1 dan Lolos ke Final Liga Champions 2026

PSG Tahan Bayern 1-1 dan Lolos ke Final Liga Champions 2026

by Hidayat Taufik
May 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Paris Saint-Germain sukses melangkah ke final Liga Champions 2025/2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Bayern Munich di...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sumber Daya Genetik (SDG)

Harapan Baru Petani Sawit, Sumber Daya Genetik Baru dari Tanzania Dilepas di Kebun Tanah Besih

May 6, 2026
Tanzania

Dubes Tanzania Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Pelepasan Sumber Daya Genetik Sawit

May 6, 2026
Geely Bidik Pasar Australia, Siap Tantang Dominasi BYD dan Chery

Geely Bidik Pasar Australia, Siap Tantang Dominasi BYD dan Chery

May 6, 2026
Kinerja 2025 Moncer, Dividen Tunai BSI Melonjak 44%

Kinerja 2025 Moncer, Dividen Tunai BSI Melonjak 44%

May 6, 2026
Burung Indonesia Rilis Film Dokumenter Jejak Wallacea

Burung Indonesia Rilis Film Dokumenter Jejak Wallacea

May 7, 2026
KPK Dorong E-Voting untuk Pemilu 2026, Targetkan Tekan Biaya dan Cegah Kecurangan

KPK Dorong E-Voting untuk Pemilu 2026, Targetkan Tekan Biaya dan Cegah Kecurangan

May 7, 2026
Reza Rahadian Pilih Film Bertema Sosial dan Kemanusiaan

Reza Rahadian Pilih Film Bertema Sosial dan Kemanusiaan

May 7, 2026
Tanda Tubuh Kelelahan yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya 2026

Tanda Tubuh Kelelahan yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya 2026

May 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved