• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, August 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Konflik Iran Tekan Pasar Energi dan Uji Kredibilitas Trump

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
April 3, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Konflik Iran Tekan Pasar Energi dan Uji Kredibilitas Trump

JAKARTA, Cobisnis.com – Pasar energi global mulai mengabaikan pernyataan Donald Trump setelah harga minyak terus naik akibat konflik Iran. Investor kini lebih fokus pada gangguan pasokan daripada komentar politik.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump berulang kali mengatakan perang hampir selesai. Namun, pasar energi melihat belum ada kepastian pembukaan kembali jalur utama distribusi minyak.

Selat Strait of Hormuz masih tertutup setelah respons Iran terhadap konflik militer. Jalur ini biasanya membawa sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Karena itu, harga minyak melonjak lebih dari 11 persen sejak pernyataan terbaru dari Washington. Kenaikan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap biaya energi global.

Analis menilai pasar tidak lagi mudah bereaksi pada optimisme politik. Mereka kini melihat dampak nyata di lapangan lebih menentukan arah harga.

Banyak fasilitas produksi di Timur Tengah juga menurunkan output untuk menghindari penumpukan distribusi. Proses pemulihan produksi diperkirakan memerlukan waktu beberapa bulan.

Selain itu, gangguan stok minyak global mulai terasa di banyak sektor. Harga pupuk, tiket penerbangan, dan produk plastik diperkirakan ikut terdorong naik.

Peneliti energi memperkirakan konflik telah menghilangkan ratusan juta barel dari sistem distribusi dunia. Kondisi itu memperbesar tekanan jangka menengah.

Jika jalur pelayaran belum dibuka, harga minyak bisa bertahan di atas US$90 per barel. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding awal tahun.

Sementara itu, pasar juga menilai risiko tambahan bila serangan meluas ke infrastruktur energi Iran. Langkah itu bisa memperdalam kekurangan pasokan.

Untuk perkembangan ekonomi global lainnya, baca juga kanal Business ThedailyID. Data harga energi internasional tersedia melalui .

Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
free online course
download redmi firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: cobisnis.comDonaldTrumpEnergiiranMinyak duniaSelatHormuz

Related Posts

S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Polisi Florida Respons Laporan Terkait Siaran Langsung Perez Hilton di TikTok

by Zahra Zahwa
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aparat kepolisian merespons laporan mengenai selebritas dan blogger hiburan Perez Hilton pada Selasa malam waktu setempat. Laporan...

S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Pengujian Ungkap Model AI Anthropic dan OpenAI Tunjukkan Perilaku Berisiko

by Zahra Zahwa
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Lembaga keamanan kecerdasan buatan Inggris mengungkap temuan baru terkait perilaku model AI canggih selama pengujian di lingkungan...

Liverpool Cody Gakpo Tottenham

Liverpool Tutup Pintu Transfer Cody Gakpo ke Tottenham Hotspur

by Desti Dwi Natasya
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Liverpool menegaskan tidak memiliki rencana melepas Cody Gakpo pada bursa transfer musim panas 2026 meski Tottenham Hotspur...

S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Sisa Roket SpaceX Diperkirakan Jatuh ke Bulan, Tidak Mengancam Bumi

by Zahra Zahwa
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebagian roket Falcon 9 milik SpaceX diperkirakan akan menghantam permukaan Bulan pada Rabu pagi waktu setempat. Peristiwa...

S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Stok Rudal Pertahanan AS Menyusut, Hampir 80% Interseptor THAAD Telah Digunakan

by Zahra Zahwa
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Persediaan rudal pertahanan udara Amerika Serikat dilaporkan menurun tajam setelah konflik dengan Iran. Sejumlah pejabat militer kini...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Halal Indo 2026

Halal Indo 2026 Dorong Sinergi Kreator dan Industri Perkuat Produk Halal Lokal

August 5, 2026
kinerja Astra Agro semester I 2026

Astra Agro Bukukan Laba Bersih Rp1,1 Triliun pada Semester I 2026

August 5, 2026
Transformasi Digital Kampus, Bersama Danantara, BTN luncurkan KTM Co-Branding untuk 17.000 Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro

Transformasi Digital Kampus, Bersama Danantara, BTN luncurkan KTM Co-Branding untuk 17.000 Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro

August 5, 2026
Kemenkes

Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Kemenkes Imbau Utamakan Empati

August 5, 2026
S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Polisi Florida Respons Laporan Terkait Siaran Langsung Perez Hilton di TikTok

August 5, 2026
S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Pengujian Ungkap Model AI Anthropic dan OpenAI Tunjukkan Perilaku Berisiko

August 5, 2026
Liverpool Cody Gakpo Tottenham

Liverpool Tutup Pintu Transfer Cody Gakpo ke Tottenham Hotspur

August 5, 2026
Doh Kyung Soo

Blitzway Entertainment Siapkan Langkah Hukum untuk Lindungi Doh Kyung Soo

August 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved