• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, September 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Komnas Perlindungan Anak Soroti Produk Plastik Berbahaya dari China

Indra Purnama by Indra Purnama
June 8, 2021
in Industri
0
Cegah Sampah Plastik, Pemerintah Dorong Penggunaan Galon Guna Ulang

JAKARTA, Cobisnis.com – Komnas Perlindungan Anak sudah sejak lama menyuarakan produk-produk kemasan plastik dari China yang dianggap membahayakan kesehatan anak. Mereka meminta agar Badan POM dan Kemenperin mensosialisasikan ke masyarakat produk-produk kemasan apa saja yang memang aman untuk dikonsumsi masyarakat. 

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mengatakan banyak produk-produk China yang dikemas menjadi tempat-tempat makanan dan minuman yang dipakai anak-anak balita, 

“Itu kan sampah dari sana yang kemudian dikemas lagi dalam bentuk tempat makanan dan minuman serta mainan anak-anak. Itu harus diwaspadai karena berbahaya bagi kesehatan anak-anak. Karena kemasan itu kan ada yang mengandung merkuri, BPA, dan zat-zat kimian berbahaya lainnya,” ujarnya.

Dia mengaku menyoroti keberadaan kemasan-kemasan plastik dari China itu bukan yang hanya karena ada kandungan BPA-nya saja, tapi karena produk-produk itu belum melalui pemeriksaan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

 

Karenanya, dia mendesak BPOM agar segera memeriksa kemasan-kemasan makanan dan minuman plastik berbahaya itu.  Selain itu, kata Arist, BPOM juga harus mengumumkan kepada publik, mana bahan-bahan plastik yang berbahaya dan mana yang tidak. “Saya belum melihat, BPOM menjelaskan itu secara detail di masyarakat,” tukasnya. 

Menurut Arist, itu yang menyebabkan terjadinya berita-berita hoaks di masyarakat, seperti halnya berita yang terkait dengan galon guna ulang yang dikatakan berbahaya karena mengandung BPA. “Karena, tidak semua masyarakat yang mengerti mengenai bahaya dari kemasan plastik itu. Apakah ada unsur merkurinya, BPA-nya, atau zat kimia lain yang berbahaya bagi balita. Apalagi masyarakat sekarang banyak yang anti plastik. Itu sebenarnya yang harus dijelaskan BPOM, dan itu juga sebenarnya yang mau saya sikapi,” katanya  menanggapi isu hoaks BPA pada Galon. 

Tapi, dia menegaskan Komnas Perlindungan Anak tidak pernah menyoroti hanya satu produk tertentu saja kecuali memang jika kemasan itu sudah terbukti memang benar-benar membahayakan anak-anak. 

“Jadi, tujuan saya sebenarnya semata-mata untuk edukasi. Tapi saya tidak pernah dan tidak akan menyebutkan produk. Saya hanya menyampaikan mengenai bahaya BPA terhadap produk-produk seperti kemasan secara umum. Saya tidak akan mengatakan produk tertentu karena saya tidak punya kewenagan untuk menyudutkan satu produk,” tandasnya. 

Terkait berita-berita yang tidak benar soal Bisfenol A (BPA) pada kemasan galon AMDK, sebenarnya BPOM sudah memberikan pernyataan resminya kepada publik. Rilis BPOM yang dimuat di situs resminya menyatakan berdasarkan hasil pengawasan BPOM terhadap kemasan galon AMDK yang terbuat dari Polikarbonat (PC) selama lima tahun terakhir, menunjukkan bahwa migrasi BPA di bawah 0.01 bpj (10 mikrogram/kg) atau masih dalam batas aman.

“Untuk memastikan paparan BPA pada tingkat aman, Badan POM telah menetapkan Peraturan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan. Peraturan ini mengatur persyaratan keamanan kemasan pangan termasuk batas maksimal migrasi BPA maksimal 0,6 bpj (600 mikrogram/kg) dari kemasan PC,” demikian rilis BPOM.

Kajian Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menyatakan belum ada risiko bahaya kesehatan terkait BPA karena data paparan BPA terlalu rendah untuk menimbulkan bahaya kesehatan. EFSA menetapkan batas aman paparan BPA oleh konsumen adalah 4 mikrogram/kg berat badan/hari. Sebagai ilustrasi, seseorang dengan berat badan 60 kg masih dalam batas aman jika mengonsumsi BPA 240 mikrogram/hari. Penelitian tentang paparan BPA (Elsevier, 2017) menunjukkan kisaran paparan sekitar 0,008-0,065 mikrogram/kg berat badan/hari, sehingga belum ada risiko bahaya kesehatan terkait paparan BPA.

Beberapa penelitian internasional juga menunjukkan penggunaan kemasan PC termasuk galon AMDK secara berulang tidak meningkatkan migrasi BPA.

Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
free online course
download coolpad firmware
Download WordPress Themes Free
udemy free download

Related Posts

Publik Dorong Reshuffle Kabinet Prabowo, Ini Nama yang Muncul

Publik Dorong Reshuffle Kabinet Prabowo, Ini Nama yang Muncul

by Hidayat Taufik
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Keinginan masyarakat terhadap evaluasi jajaran Kabinet Merah Putih kembali mencuat. Presiden Prabowo Subianto dinilai perlu mengevaluasi susunan...

3 Dampak Kesehatan Abu Vulkanik Krakatau, Menkes Imbau Masyarakat Tetap di Rumah

3 Dampak Kesehatan Abu Vulkanik Krakatau, Menkes Imbau Masyarakat Tetap di Rumah

by Chodijah Febriani
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat Indonesia untuk mewaspadai dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik erupsi...

Ibu Hamil - pexels/Amina Filkins

Kaki Bengkak saat Hamil? Ini Alasannya dan Tips Agar Lebih Nyaman

by Chodijah Febriani
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Selama kehamilan, banyak perubahan fisik terjadi. Karena tubuh menyesuaikan diri untuk mendukung pertumbuhan bayi. Di antara kekhawatiran...

Ketegangan AS-Iran Meningkat setelah Saling Serang di Kawasan Teluk Persia

Ketegangan AS-Iran Meningkat setelah Saling Serang di Kawasan Teluk Persia

by Zahra Zahwa
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Militer Amerika Serikat menyatakan telah menyerang tiga kapal pengangkut minyak mentah milik Iran pada Sabtu waktu setempat....

Ibu Hamil - pexels/popok

Cemas Selama Kehamilan? Ini Cara Efektif Atasi Kecemasannya

by Chodijah Febriani
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Selama kehamilan, tidak hanya tubuh yang mengalami perubahan. Tetapi, juga mental yang tidak stabil sehingga dapat membuat...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Melalui "Jelajah Indonesia Wastra Nusantara", Kemenpar Angkat Wastra jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Melalui “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara”, Kemenpar Angkat Wastra jadi Daya Tarik Wisata Budaya

September 5, 2026
Suhu gurun yang kian ekstrem membuat unta mengalami dehidrasi, gagal ginjal hingga kematian di sejumlah wilayah.

Unta Mulai Tumbang, Suhu Gurun Makin Ekstrem

September 5, 2026
Suara Dentuman di Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebab

Suara Dentuman di Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebab

September 5, 2026
Serena-Venus Williams Tersingkir Setelah Kalah Dramatis di US Open 2026

Serena-Venus Williams Tersingkir Setelah Kalah Dramatis di US Open 2026

September 5, 2026
Publik Dorong Reshuffle Kabinet Prabowo, Ini Nama yang Muncul

Publik Dorong Reshuffle Kabinet Prabowo, Ini Nama yang Muncul

September 6, 2026
3 Dampak Kesehatan Abu Vulkanik Krakatau, Menkes Imbau Masyarakat Tetap di Rumah

3 Dampak Kesehatan Abu Vulkanik Krakatau, Menkes Imbau Masyarakat Tetap di Rumah

September 6, 2026
Ibu Hamil - pexels/Amina Filkins

Kaki Bengkak saat Hamil? Ini Alasannya dan Tips Agar Lebih Nyaman

September 6, 2026
Ketegangan AS-Iran Meningkat setelah Saling Serang di Kawasan Teluk Persia

Ketegangan AS-Iran Meningkat setelah Saling Serang di Kawasan Teluk Persia

September 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved