JAKARTA, Cobisnis.com – SEABEF 2026 diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat penyelenggaraan business events dan industri MICE yang kompetitif, inovatif, serta berkelanjutan di kawasan ASEAN. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai industri tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas.
Menurut Widiyanti, penyelenggaraan business events kini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga berfungsi sebagai katalis investasi, inovasi, transfer pengetahuan, dan penciptaan nilai tambah bagi berbagai sektor. “Harapannya, Indonesia semakin memperkuat perannya sebagai pusat business events di kawasan ASEAN sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, SEABEF 2026 menghadirkan pembahasan mengenai harmonisasi kebijakan events ASEAN, transformasi industri melalui teknologi dan kecerdasan artifisial (AI), hingga strategi memenangkan bidding event internasional. Forum ini juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, asosiasi internasional, pelaku industri, akademisi, dan media untuk memperkuat sinergi regional.
Untuk pertama kalinya, SEABEF diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 yang berlangsung pada 28–31 Juli 2026. IBEM menghadirkan 98 peserta pameran sektor MICE dan pariwisata serta mempertemukan mereka dengan 220 hosted buyers dari 37 negara melalui berbagai agenda business matching.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi penyelenggaraan SEABEF 2026 sebagai langkah memperkuat ekosistem MICE nasional. Ia mengatakan sektor pariwisata yang didukung akomodasi serta makanan dan minuman tumbuh 13,14 persen dan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi.
Airlangga juga mencatat Indonesia menerima 1,38 juta wisatawan mancanegara pada Mei 2026 serta sekitar 106 juta perjalanan wisata nusantara yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. “Fondasi ini memposisikan Indonesia dengan baik untuk menjadi pusat MICE global, khususnya seiring dengan pergeseran pasar menuju bisnis dan hiburan (bleisure),” katanya.
Selain itu, Airlangga mengusulkan strategi memperkuat industri MICE melalui integrasi destinasi wisata unggulan, pemanfaatan AI, pengembangan sport tourism dan wisata religi, hingga peningkatan konektivitas serta infrastruktur pariwisata. Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian dan dukungan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan sektor tersebut.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata Hafiz Agung Rifai menilai kolaborasi SEABEF dan IBEM menjadi momentum memperluas jejaring internasional dan memperkuat daya saing Indonesia. “Kolaborasi antara SEABEF dan IBEM menjadi momentum untuk mempertemukan para pemangku kepentingan industri serta menghasilkan kerja sama yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia sebagai destinasi business events unggulan di kawasan ASEAN,” ujar Hafiz.













