JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi perusahaan internet global. Pemerintah ingin industri penyedia layanan internet nasional mampu membuat Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail menyampaikan hal tersebut dalam peringatan HUT ke 30 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Menurut Ismail, koneksi internet kini menjadi kebutuhan dasar untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Tanpa akses internet yang memadai, masyarakat akan kesulitan menikmati konten, mengembangkan kreativitas, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI.
“Jadi ini adalah prasyarat yang dibangun oleh teman-teman [APJII]. Dan kalau begitu saja pemerintah enggak bisa apresiasi, keterlaluan,” kata Ismail.
Pemerintah juga meminta penyedia layanan internet yang tergabung dalam APJII ikut mengawasi pemanfaatan internet. Kualitas internet dinilai tidak cukup hanya dilihat dari kecepatan koneksi, tetapi juga bagaimana layanan tersebut digunakan masyarakat.
Ismail menyoroti potensi penyebaran konten negatif yang dapat memengaruhi generasi mendatang. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan pemerintah sendirian dan membutuhkan kerja sama berbagai pihak dalam ekosistem digital.
“Ini satu hal yang sangat berat. Enggak bisa ditangani pemerintah sendiri. Hanya bisa kalau bersatu-padu di antara elemen-elemen urusan digital ini,” ujarnya.
Di sisi lain, jumlah pengguna internet Indonesia terus bertambah. Survei APJII mencatat penetrasi internet mencapai 81,72% pada 2026, atau sekitar 235 juta pengguna.
Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai 79,5%, dengan jumlah pengguna sekitar 221 juta jiwa. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas digital.
Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengatakan peningkatan jumlah pengguna harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan. Pemerataan infrastruktur, keamanan siber, dan penguatan kapasitas digital masyarakat juga menjadi perhatian.
“Peningkatan jumlah pengguna internet harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, keamanan siber, dan penguatan kapasitas digital masyarakat,” kata Arif.
Menurut Arif, tantangan Indonesia ke depan tidak lagi sebatas memperluas akses internet. Fokus berikutnya adalah menghadirkan konektivitas berkualitas sebagai fondasi transformasi digital nasional.
APJII juga berkomitmen memperluas akses internet ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Asosiasi tersebut turut mendukung program strategis Komdigi, termasuk Kampung Internet dan layanan internet berkecepatan hingga 100 Mbps yang lebih terjangkau.
Selain memperluas konektivitas, APJII mengelola Indonesia Internet Exchange atau IIX. Infrastruktur ini memungkinkan lalu lintas internet domestik tetap berada di dalam negeri sehingga koneksi dinilai lebih efisien, cepat, dan andal.
Dengan penetrasi internet yang telah mencapai 81,72%, Indonesia memiliki basis pengguna digital yang sangat besar. Tantangannya kini bukan hanya menyediakan akses, tetapi memastikan industri dan masyarakat nasional ikut mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital tersebut.













