• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Komunitas

Kolaborasi YYDA Hingga Jaringan Jurnalis Peduli Sampah Untuk Advokasi Dan Edukasi Daur Ulang Di Bali

Nina Karlita by Nina Karlita
August 25, 2022
in Komunitas
0
Kolaborasi YYDA Hingga Jaringan Jurnalis Peduli Sampah Untuk Advokasi Dan Edukasi Daur Ulang Di Bali

Workshop dan Deklarasi Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS).

BALI, Cobisnis.com – Kualitas lingkungan yang saat ini dinilai masih buruk akibat belum terkelolanya sampah plastik dengan baik meninggalkan pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama-sama. Perilaku pola lama pengelolaan sampah yaitu kumpul, angkut, dan buang terbukti tidak menyelesaikan sampah secara komprehensif.

Program advokasi dan edukasi daur ulang sampah plastik yang diinisiasi oleh PT Trinseo Materials Indonesia, Yok Yok Ayok Daur Ulang turut memeriahkan acara deklarasi Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS).

Hadir sebagai narasumber, Hanggara Sukandar selaku Sustainability Director dari Responsible Care Indonesia bersama-sama dengan Danone Indonesia, Bali Waste Cycle, dan Serikat Media Siber Indonesia yang menyampaikan pentingnya tata kelola sampah, khususnya sampah plastik melalui sinergitas dari tiap-tiap institusi.

Hadir juga Wakil Gubernur Bali, Dr. Ir. Tjokorda Artha Ardhana Sukawati, M.Si yang berkesempatan memberikan kata sambutan.

“Deklarasi Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) Provinsi Bali sebagai wujud komitmen penanggulangan kompleksitas masalah sampah di Provinsi Bali secara khusus dan di tanah air pada umumnya,” ucap Agustinus Apollonaris Klas Daton, Ketua J2PS Bali.

Komitmen dan konsistensi produsen terhadap sampah plastik ini dianggap sudah sejalan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Pergub ini dianggap sebagai kebijakan daerah yang memiliki tujuan merubah paradigma “Kumpul, Angkut, Buang” dengan mewajibkan sumber penghasil sampah melakukan pemilahan dan pengelolaan dari sumber dengan prinsip 3R, reduce, reuse, recycle.

Dalam menyikapi permasalahan sampah yang kompleks, kolaborasi dari berbagai pihak termasuk produsen, pelaku daur ulang, hingga pemerintah menjadi sangat penting. Hal ini sejalan dengan fungsi dan tujuan Yok Yok Ayok Daur Ulang sebagai sebuah program advokasi daur ulang yang selalu berusaha mempertemukan berbagai institusi dengan fokus yang berbeda-beda untuk saling bersinergi.

“YYADU ingin terus mengajak masyarakat, produsen, konsumen, asosiasi, dan pemerintah juga untuk mengkampanyekan kegiatan daur ulang, khususnya sampah plastik yang tidak dapat dihindari. Sosialisasi dan edukasi perlu terus dijalankan untuk memudahkan setiap pihak dalam menjalankan fungsinya sesuai porsi masing-masing,” Hanggara Sukandar menjelaskan.

Proses pengelolaan sampah dari hulu ke hilir selalu dihadapkan dengan tantangan-tantangan yang timbul dalam pelaksanaannya. Dimulai dari kendala teknis saat pengumpulan sampah itu sendiri, hingga ketidaktahuan pelaku kelola sampah terhadap off taker atau pihak pengambil sampah yang sudah dikelola untuk didaur ulang.

“Tugas kami adalah untuk mengelola sampah yang sudah dikumpulkan oleh rumah tangga. Namun kami memerlukan pihak yang mengambil sampah yang sudah dikelola tersebut, terutama sampah plastik kerasan seperti multilayer, PS, dan mika,” jelas Anastasia Olivia.

Namun demikian, teknologi yang terus berkembang sudah memungkinkan proses daur ulang terhadap jenis-jenis plastik yang hingga saat ini dianggap sulit untuk diproses, seperti salah satunya plastik jenis PS atau polistirena. Melalui proses yang disebut depolymerization (depolimerisasi), setiap produk dengan bahan utama polistirena akan mampu didaur ulang menjadi bahan bakunya kembali.

“Teknologinya sudah tersedia meskipun saat ini masih di Amerika Serikat dan dalam proses pembangunan di Belgia. Kami berharap dalam waktu dekat dapat hadir di Asia, terutama Indonesia. Sekarang hanya bagaimana kita semua bersinergi menyambut teknologi tersebut ketika hadir nantinya,” tambah Hanggara.

Acara deklarasi Jaringan Jurnalis Peduli Sampah Provinsi Bali ini juga menjadi kesempatan bagi YYADU dalam mengambil peran dan fungsinya sebagai program advokasi daur ulang sampah plastik untuk meningkatkan literasi jurnalis serta masyarakat secara luas.

Tags: Balidaur ulangJ2PSJaringan Jurnalis Peduli SampahPT Trinseo Materials IndonesiaSampah plastikYok Yok Ayok Daur UlangYYADU

Related Posts

Destinasi Indonesia Diprediksi Ramai Diburu Turis Dunia 2027

Destinasi Indonesia Diprediksi Ramai Diburu Turis Dunia 2027

by Hidayat Taufik
September 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Indonesia dinilai memiliki peluang untuk semakin dilirik wisatawan internasional pada 2027. Kekayaan destinasi, budaya, dan panorama alam...

Bea Cukai Gagalkan Aksi WN China Bawa Emas 10,4 Kg Senilai Rp26 Miliar

Bea Cukai Gagalkan Aksi WN China Bawa Emas 10,4 Kg Senilai Rp26 Miliar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bea Cukai Ngurah Rai menggagalkan upaya penyelundupan emas batangan ke luar negeri yang dilakukan seorang warga negara...

Wisatawan Asing ke Bali - pexel/aryapandusedjati

Psikolog Ungkap Alasan Wisatawan Asing Balik Lagi Liburan ke Bali

by Chodijah Febriani
August 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tidak hanya menjelajahi tempat baru di berbagai negara, bagi sebagian orang memilih liburan untuk mencari kenyamanan dan...

INSA Yacht Festival 2026, Perkuat Posisi Indonesia jadi Wisata Bahari Kelas Dunia

INSA Yacht Festival 2026, Perkuat Posisi Indonesia jadi Wisata Bahari Kelas Dunia

by Chodijah Febriani
August 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.comu - INSA Yacht Festival (IYF) 2026, event dua tahunan ke-3 yang diselenggarakan Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) ini...

Piala Presiden 2026 Makin Bergengsi, Hadiah Juara Kini Rp8 Miliar

Piala Presiden 2026 Makin Bergengsi, Hadiah Juara Kini Rp8 Miliar

by Hidayat Taufik
August 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Panitia penyelenggara Piala Presiden 2026 resmi menaikkan total hadiah bagi tim juara menjadi Rp8 miliar, dari sebelumnya...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IFG Life dan Bank Sulselbar menjalin kerja sama bancassurance untuk memperluas akses perlindungan asuransi jiwa bagi nasabah.

IFG Life Gandeng Bank Sulselbar Perluas Proteksi

October 7, 2026
Rupiah Hari Ini Menguat, Dibuka di Level Rp17.866 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Menguat, Dibuka di Level Rp17.866 per Dolar AS

October 7, 2026
Rusia Lithuania pangkalan NATO

Rusia Peringatkan Lithuania soal Pangkalan NATO

October 7, 2026
Kenapa Kucing Tertarik Makanan Manis? Ternyata Bukan Karena Rasanya

Kenapa Kucing Tertarik Makanan Manis? Ternyata Bukan Karena Rasanya

October 7, 2026
Alex Scott Bournemouth

Bournemouth Tolak Lepas Alex Scott

October 7, 2026
BYD Racco

BYD Racco Mulai Ekspansi ke Sri Lanka

October 7, 2026
Anak yatim

Kisah Inspiratif, 23 Tahun Rawat Harapan Anak Yatim hingga Berobat ke Singapura

October 7, 2026
Risiko penyakit kritis dapat datang tanpa peringatan. Simak langkah menjaga kesehatan, menyiapkan biaya, dan memahami perlindungan asuransi.

Cara Siapkan Finansial Hadapi Penyakit Kritis

October 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved