JAKARTA, Cobisnis.com – Indonesia dinilai memiliki peluang untuk semakin dilirik wisatawan internasional pada 2027. Kekayaan destinasi, budaya, dan panorama alam menjadi sejumlah daya tarik yang dapat memperkuat posisi pariwisata Indonesia.
Potensi tersebut terlihat dari proyeksi tren perjalanan yang dihimpun Advantage Travel Partnership, konsorsium pelaku usaha perjalanan independen asal Inggris.
Commercial Director Advantage Travel Partnership John Sullivan memasukkan Indonesia, China, dan Amerika Selatan dalam sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan perhatian wisatawan pada 2027.
Perubahan minat pelancong turut menjadi faktor pendorong. Wisatawan kini semakin tertarik pada perjalanan yang memungkinkan mereka memperoleh banyak pengalaman dalam satu rangkaian liburan.
Pola tersebut membuat perjalanan ke sejumlah destinasi sekaligus semakin diminati. Wisatawan juga mencari kesempatan untuk mengenal budaya lokal dan mencoba aktivitas yang menjadi ciri khas suatu daerah.
Selain tren perjalanan, berbagai agenda internasional diperkirakan turut memengaruhi pilihan destinasi wisata pada tahun depan. Beberapa kegiatan besar yang menjadi perhatian antara lain Ryder Cup di Irlandia, Piala Dunia Wanita FIFA di Brasil, dan Piala Dunia Rugbi Putra di Australia.
Fenomena alam juga berpotensi mendatangkan wisatawan. Gerhana matahari yang melintasi Afrika Utara dan Spanyol diperkirakan menjadi salah satu peristiwa yang menarik perhatian pelancong.
Pergeseran Tren Wisata Jadi Peluang Indonesia
Perubahan gaya berwisata memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak wisatawan, khususnya mereka yang menggemari perjalanan jarak jauh.
Advantage Travel Partnership mencatat pertumbuhan minat terhadap touring holidays sepanjang 2025 hingga 2026. Model perjalanan tersebut menawarkan rute yang mencakup beberapa tempat dalam satu agenda wisata.
Sejumlah destinasi jarak jauh seperti Afrika Selatan, Kenya, dan Jepang juga menunjukkan daya tarik kuat. Ketiga negara tersebut menawarkan kombinasi wisata alam, satwa liar, budaya, dan kegiatan eksplorasi.
Untuk kawasan Eropa, Italia, Prancis, serta Spanyol menjadi sejumlah tujuan yang banyak dipilih wisatawan dalam perjalanan jarak pendek.
“Wisata telah menjadi kisah pertumbuhan yang nyata bagi kami pada 2026. Orang-orang kini tidak lagi hanya mencari liburan tradisional yang sekadar santai, melainkan semakin ingin menjelajahi dan merasakan destinasi secara mendalam,” kata John, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (12/9/26).
Destinasi Dalam Negeri Ikut Jadi Andalan
Peluang Indonesia juga didukung tingginya ketertarikan masyarakat terhadap perjalanan domestik. Data tiket.com mencatat Bali, Yogyakarta, Bandung, Labuan Bajo, dan Lombok sebagai sejumlah destinasi yang masuk wishlist wisatawan Indonesia pada 2026.
Pertumbuhan konektivitas turut terjadi di sejumlah wilayah lainnya. Lampung, Pangandaran, Magelang, Wakatobi, Manado, Sorong, dan Nabire menjadi beberapa daerah yang mencatat perkembangan penerbangan maupun akomodasi sepanjang 2025.
Keberagaman produk wisata menjadi salah satu kekuatan daerah-daerah tersebut. Wisatawan dapat menikmati berbagai pilihan, mulai dari alam dan bahari hingga budaya dan kuliner.
Data perjalanan pada 2025 menunjukkan sekitar 75 persen perjalanan wisata mengarah ke destinasi domestik. Angka tersebut menggambarkan kuatnya minat masyarakat untuk berwisata di dalam negeri.
Preferensi wisatawan juga terus berkembang. Mereka tidak hanya mencari tempat untuk beristirahat, tetapi juga tertarik mengeksplorasi kota dan desa, mencicipi kuliner lokal, menikmati wisata bahari, serta melakukan berbagai aktivitas petualangan.
Melihat perkembangan tersebut, Indonesia memiliki peluang untuk semakin dikenal dan diperhitungkan sebagai salah satu tujuan perjalanan wisata dunia pada 2027.













