Metapos.id, Jakarta – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) mencatat pertumbuhan kinerja operasional pada sejumlah lini bisnis utama sepanjang Semester I 2026.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan strategi perusahaan dalam mengintegrasikan layanan pendukung pelabuhan dan terminal, pengelolaan properti, hingga pengembangan marina untuk mendukung kelancaran rantai logistik nasional.
Direktur Operasi & Teknik PSL, Bobby Hardian, mengatakan capaian pada paruh pertama 2026 menjadi refleksi konsistensi perusahaan dalam memperkuat kualitas layanan sekaligus mendorong sinergi antarsegmen bisnis.
“Pertumbuhan kinerja pada berbagai lini usaha menunjukkan semakin kuatnya peran PSL dalam mendukung ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi. Dukungan transformasi BUMN yang berjalan dalam ekosistem Danantara Indonesia turut menjadi pendorong bagi perusahaan untuk terus meningkatkan daya saing, efisiensi layanan, dan penciptaan nilai bagi para Pemangku Kepentingan,” ujarnya.
Pada Semester I 2026, kegiatan lapangan penumpukan atau yard storage mencatat kenaikan realisasi sebesar 9,32% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kegiatan di Area Belawan, Dumai, Pasoso, dan Common Area.
Kinerja freight forwarding juga meningkat sebesar 16,44%, sedangkan layanan multimoda tumbuh 8,08% dibandingkan Semester I 2025.
Peningkatan freight forwarding dipengaruhi oleh bertambahnya layanan trucking dan customs clearance di area Surabaya. Sementara itu, pertumbuhan layanan multimoda didorong oleh peningkatan aktivitas di Kuala Tanjung.
Kinerja Properti dan Jalan Tol Meningkat
Di sektor pengembangan hinterland melalui pengelolaan properti, PSL mencatatkan kinerja yang relatif stabil.
Realisasi produksi penyewaan di Pelindo Tower hingga Semester I 2026 meningkat 2,89% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didorong tingkat keterisian tenant area office dan komersial yang melampaui target pada periode tersebut.
Peningkatan juga tercatat pada trafik kendaraan di Jalan Tol Cibitung Cilincing yang naik 11,47% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara pada layanan pengusahaan listrik, perusahaan mencatat kenaikan sebesar 12,38% dibandingkan realisasi 2025.
Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya kegiatan bongkar muat serta penggunaan reefer container di BNCT-Belawan.
Bali Gapura Marina Kembangkan Layanan
Pada lini pengelolaan marina, Bali Gapura Marina mencatat progres pengembangan yang signifikan selama Semester I 2026.
Salah satu perkembangan tersebut ditandai dengan inagurasi Welcome Station untuk layanan Captain’s Self Check-In & Check-Out CIQP (Custom, Immigration, Quarantine & Port Authority).
Fasilitas tersebut memperkuat kesiapan layanan marina yang saat ini telah mengoperasikan dua dock pertama dengan kapasitas hingga 75 yacht.
Menurut Bobby, pertumbuhan di berbagai layanan utama menunjukkan semakin kuatnya integrasi antar sektor bisnis yang dikelola PSL.
“Kami melihat peluang yang semakin besar untuk penggunaan layanan pendukung pelabuhan dan terminal. Melalui peningkatan produktivitas layanan dan pengembangan infrastruktur pendukung, PSL berkomitmen mendukung terwujudnya sistem rantai pasok yang lebih efisien dan kompetitif,” tambahnya.
Ke depan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva akan melanjutkan strategi perusahaan melalui optimalisasi port ecosystem, peningkatan kualitas layanan, dan pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
Langkah tersebut didukung penguatan sistem teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan operational excellence.
Upaya ini ditujukan untuk memastikan PSL terus menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.
PT Pelindo Sinergi Lokaseva, sebelumnya bernama PT Pelindo Solusi Logistik, merupakan salah satu dari empat anak usaha BUMN kepelabuhanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
PSL dibentuk setelah integrasi Pelindo pada 1 Oktober 2021 dan menjalankan mandat sebagai pengelola klaster bisnis hinterland development yang berfokus pada pengembangan area pendukung pelabuhan dan terminal, pengelolaan properti, serta pengembangan marina.
Peran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kepelabuhanan nasional, meningkatkan volume kargo, serta mendukung pertumbuhan pariwisata maritim dan perekonomian Indonesia.













