JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada Triwulan I 2026. Perseroan berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
Direktur Utama Hery Gunardi menyampaikan capaian tersebut ditopang fundamental bisnis yang kuat. Pertumbuhan kredit yang selektif dan efisiensi biaya dana menjadi faktor utama.
Di tengah tekanan global akibat ketegangan geopolitik, perekonomian Indonesia dinilai tetap resilien. Kondisi ini memberikan ruang bagi sektor perbankan untuk menjaga stabilitas dan melanjutkan ekspansi secara prudent.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.555 triliun atau tumbuh 9,4 persen. Sementara itu, dana murah atau CASA meningkat signifikan menjadi Rp1.058,6 triliun.
Penyaluran kredit juga menunjukkan pertumbuhan sehat dengan total mencapai Rp1.562 triliun. Segmen UMKM tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi sebesar Rp1.211 triliun.
Kinerja operasional turut terjaga, tercermin dari Pre-Provision Operating Profit (PPOP) yang tumbuh 7,7 persen menjadi Rp32,2 triliun. Hal ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan efisiensi.
Dari sisi risiko, kualitas aset membaik dengan Loan at Risk (LAR) menurun menjadi 9,7 persen. Selain itu, cost of fund juga turun menjadi 2,3 persen, mencerminkan efisiensi yang semakin baik.
Peningkatan kinerja tersebut berdampak pada profitabilitas, dengan Return on Assets (ROA) naik menjadi 2,8 persen dan Return on Equity (ROE) mencapai 18,4 persen.
Ke depan, BRI akan terus memperkuat perannya dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Fokus pada UMKM dilakukan melalui penguatan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan hingga integrasi digital.
Transformasi yang dijalankan melalui strategi BRIvolution Reignite diharapkan mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan. Tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat luas.













