• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, September 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kimia Farma Jual Tanah dan Bangunan Rp 2,1 Triliun Imbas Beratnya Beban Keuangan

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
October 31, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF).

PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF).

JAKARTA, Cobisnis.com – Di tengah tekanan ekonomi nasional dan tingginya suku bunga pinjaman, PT Kimia Farma Tbk (Persero) mengambil langkah besar yang memantik perhatian publik dan investor.

Perusahaan pelat merah di sektor farmasi ini berencana menjual 38 aset tanah dan bangunan senilai total Rp2,1 triliun sebagai bagian dari Restrukturisasi Perusahaan (RRP).

Langkah ini digadang-gadang menjadi strategi penyelamatan likuiditas sekaligus upaya menjaga kelangsungan bisnis di tengah beban keuangan yang menumpuk.

Namun, di sisi lain, rencana ini juga menimbulkan tanda tanya besar soal efektivitas restrukturisasi dan transparansi pengelolaan aset negara.

Dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (31/10/2025) manajemen Kimia Farma mengakui bahwa perusahaan menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan modal kerja, terutama menjaga keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas di tengah tekanan bunga pinjaman yang meningkat.

Sebagai bagian dari Rencana Restrukturisasi Perusahaan (RRP), Kimia Farma berencana melakukan divestasi 38 aset non-operasional, di mana 1 aset berada di Cikarang senilai Rp347 miliar akan dijual pada akhir 2025, dan 37 aset lainnya dengan nilai sekitar Rp1,8 triliun dijadwalkan dilepas secara bertahap antara 2026 hingga 2029.

Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 Juni 2025, nilai kekayaan bersih Kimia Farma mencapai Rp3,3 triliun. Artinya, nilai aset yang akan dijual mencapai 63,6% dari total ekuitas perusahaan, angka yang sangat signifikan dan menimbulkan kekhawatiran mengenai seberapa besar ketergantungan perusahaan terhadap hasil penjualan aset ini untuk bertahan hidup.

Adapun sebagian hasil divestasi direncanakan untuk, 50 persen membayar kewajiban restrukturisasi perbankan (mandatory prepayment tranche B), dan 50 persen lainnya digunakan untuk modal kerja serta pelunasan kewajiban operasional jangka panjang.

Dari total 38 aset yang akan dijual, 1 aset di Cikarang dijadwalkan dialihkan kepada PT Bio Farma (Persero) induk usaha Kimia Farma melalui mekanisme penunjukan langsung.

Transaksi ini dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi karena melibatkan sesama BUMN, namun tetap dinyatakan memenuhi ketentuan POJK 17/2020 tentang Transaksi Material.

Kimia Farma menunjuk dua Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Febriman Siregar & Rekan serta Sugianto Prasodjo & Rekan untuk menilai nilai wajar aset tersebut.

Langkah ini disebut telah sesuai prosedur dan bebas dari konflik kepentingan. Meski demikian, penilaian internal dan harga limit yang mengacu pada NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) tetap membuka ruang potensi undervaluasi, terutama jika aset tersebut memiliki nilai strategis di kawasan industri dan komersial seperti Cikarang dan Pajajaran.

Pihak manajemen menegaskan bahwa penjualan aset tidak akan mengganggu operasional utama, karena sebagian besar aset dikategorikan non-produktif atau tidak digunakan untuk kegiatan inti seperti produksi obat dan layanan kesehatan.

Namun, terdapat empat lokasi yang saat ini masih digunakan sebagian oleh anak perusahaan, yang rencananya akan direlokasi atau dikonsolidasikan. Kimia Farma memastikan proses ini “tidak akan menimbulkan gangguan signifikan”.

Rencana divestasi besar-besaran ini memperlihatkan bahwa Kimia Farma tengah berjuang keras untuk menjaga arus kas di tengah penurunan daya beli masyarakat dan persaingan ketat di industri farmasi pasca-pandemi.

Namun, menjual aset hingga dua pertiga dari total kekayaan bersih bukanlah strategi kecil. Langkah ini justru menunjukkan tekanan finansial yang dalam, dan bila tidak diimbangi dengan peningkatan efisiensi serta inovasi bisnis, risiko kehilangan aset strategis tanpa pemulihan signifikan bisa menjadi ancaman nyata.

Rencana divestasi 38 aset oleh Kimia Farma menjadi langkah besar yang mencerminkan dinamika sulit BUMN farmasi di tengah tekanan ekonomi dan regulasi ketat.

Langkah ini bisa menjadi titik balik menuju efisiensi dan stabilitas keuangan, atau justru tanda bahaya dari model bisnis yang gagal beradaptasi.

Pada akhirnya, keberhasilan restrukturisasi ini tidak hanya diukur dari berapa aset yang terjual, tapi sejauh mana perusahaan mampu membangun kembali fundamental bisnis tanpa bergantung pada penjualan aset negara.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy paid course free download
download intex firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
Tags: Aset negaraBio farmaBUMN Farmasicobisnis.comdivestasiKimia Farmarestrukturisasi

Related Posts

Pemerintah diminta memberi kepastian produksi tambang dan penugasan pasokan sejak dini untuk menjaga kebutuhan batu bara pembangkit listrik pada 2027.

Pemerintah Diminta Pastikan Produksi Tambang

by Rizki Meirino
September 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah perlu memberikan kepastian lebih awal kepada perusahaan tambang terkait rencana produksi dan penugasan pasokan untuk kebutuhan...

Pentingnya Investasi Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Serta Peningkatan PAD Kabupaten Dairi

Pentingnya Investasi Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Serta Peningkatan PAD Kabupaten Dairi

by Rizki Meirino
September 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Investasi dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Selain mendorong aktivitas ekonomi, investasi juga...

Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN, KPK Amankan Dokumen dan Elektronik

Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN, KPK Amankan Dokumen dan Elektronik

by Hidayat Taufik
September 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan penggeledahan di tiga ruang direktur jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Gempa NTT, 94 Pengungsi Meninggal di Lokasi Pengungsian

Gempa NTT, 94 Pengungsi Meninggal di Lokasi Pengungsian

by Hidayat Taufik
September 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 94 pengungsi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia...

ASABRI memperkuat kinerja berkelanjutan melalui berbagai program TJSL berbasis SDGs untuk meningkatkan kualitas hidup peserta dan masyarakat.

ASABRI Perkuat Kinerja Berkelanjutan Lewat TJSL

by Rizki Meirino
September 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT ASABRI (Persero) terus memperkuat kinerja berkelanjutan melalui berbagai Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuning Telur - pexels/Ron Lach

Benarkah Kuning Telur Sebabkan Masalah Kesehatan Jantung?

September 17, 2026
Begini Cara iPhone 18 Pro Memastikan Foto Benar Benar Asli

Begini Cara iPhone 18 Pro Memastikan Foto Benar Benar Asli

September 17, 2026
Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN, KPK Amankan Dokumen dan Elektronik

Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN, KPK Amankan Dokumen dan Elektronik

September 17, 2026
Sudah Dipidana Masih Korupsi, Sosiolog Ungkap Penyebabnya

Sudah Dipidana Masih Korupsi, Sosiolog Ungkap Penyebabnya

September 17, 2026
Pemerintah diminta memberi kepastian produksi tambang dan penugasan pasokan sejak dini untuk menjaga kebutuhan batu bara pembangkit listrik pada 2027.

Pemerintah Diminta Pastikan Produksi Tambang

September 17, 2026
Pentingnya Investasi Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Serta Peningkatan PAD Kabupaten Dairi

Pentingnya Investasi Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Serta Peningkatan PAD Kabupaten Dairi

September 17, 2026
Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN, KPK Amankan Dokumen dan Elektronik

Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN, KPK Amankan Dokumen dan Elektronik

September 17, 2026
Kuning Telur - pexels/Ron Lach

Benarkah Kuning Telur Sebabkan Masalah Kesehatan Jantung?

September 17, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved