• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, April 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Kenapa Barang Murah Cepat Rusak, Ini Fakta di Baliknya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 20, 2025
in Lifestyle
0
Kenapa Barang Murah Cepat Rusak, Ini Fakta di Baliknya

JAKARTA, Cobisnis.com – Barang murah yang awet memang terdengar ideal, tapi kenyataannya jarang terjadi. Dalam dunia nyata, logika bisnis dan perilaku konsumen membuat hal itu hampir mustahil. Murah dan tahan lama biasanya tidak berjalan beriringan karena keduanya berdiri di dua sisi yang berlawanan secara ekonomi.

Produsen bisa saja membuat barang murah dan awet sekaligus, tapi strategi itu tidak menguntungkan dalam jangka panjang. Kalau barang tahan lama, penjualan baru akan menurun. Sementara sistem ekonomi modern bergantung pada konsumsi berulang agar roda produksi tetap berputar.

Inilah yang disebut planned obsolescence, yaitu strategi di mana produk sengaja dibuat dengan masa pakai terbatas. Dengan begitu, konsumen akan membeli lagi saat barang lama rusak atau ketinggalan tren. Praktik ini sudah menjadi bagian dari model bisnis global, terutama di industri elektronik dan fesyen.

Di sisi lain, harga murah sering kali berarti biaya produksi ditekan sedemikian rupa. Bahan yang digunakan biasanya kualitas menengah ke bawah, tenaga kerja dibayar rendah, dan kontrol kualitas tidak seketat produk premium. Dampaknya, barang cepat rusak atau kehilangan fungsinya dalam waktu singkat.

Masalah ini juga berkaitan dengan psikologi konsumen. Banyak orang lebih memilih harga murah sekarang daripada investasi jangka panjang untuk barang yang lebih tahan lama. Keinginan mendapatkan kepuasan instan membuat logika “hemat di depan” lebih dominan daripada “hemat di belakang”.

Kondisi ekonomi masyarakat juga turut memengaruhi pilihan ini. Di tengah tekanan biaya hidup yang tinggi, sebagian besar konsumen memilih bertahan dengan membeli yang terjangkau, meski tahu tidak akan bertahan lama. Ini bukan semata kebiasaan konsumtif, tapi juga bentuk adaptasi terhadap keterbatasan finansial.

Selain itu, tren sosial dan budaya juga berperan besar. Di era media sosial, nilai barang sering kali diukur dari tampilan dan tren, bukan daya tahan. Banyak orang mengganti barang bukan karena rusak, tapi karena model baru lebih “kekinian”. Akibatnya, barang lama cepat tersingkir walaupun masih layak pakai.

Sementara itu, produsen memanfaatkan pola ini untuk terus memutar pasar. Produksi massal dan inovasi cepat membuat harga tetap murah, tapi kualitas dikorbankan. Barang awet malah dianggap ancaman karena bisa menurunkan permintaan. Siklus inilah yang membuat konsep “murah tapi tahan lama” sulit diwujudkan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sistem ekonomi modern lebih berpihak pada volume penjualan ketimbang keberlanjutan. Konsumen pun terjebak dalam lingkaran membeli, memakai, lalu membuang. Dalam jangka panjang, ini bukan cuma masalah dompet, tapi juga isu lingkungan akibat limbah konsumsi berlebih.

Pada akhirnya, barang murah yang awet bukan hal mustahil, tapi jarang diprioritaskan. Untuk mengubahnya, dibutuhkan kesadaran dari dua sisi: produsen yang mau berinovasi dengan etis, dan konsumen yang mulai berpikir jangka panjang. Selama keduanya belum berubah, siklus “murah tapi cepat rusak” akan terus berulang.

Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
online free course
download karbonn firmware
Download WordPress Themes
free online course
Tags: CobisnisEkonomiGaya hiduphematmurahPebisnismuda

Related Posts

Belanja di China Kini Bisa Pakai QRIS Mulai 30 April, Praktis Tanpa Tukar Uang

Belanja di China Kini Bisa Pakai QRIS Mulai 30 April, Praktis Tanpa Tukar Uang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sistem pembayaran digital Indonesia, QRIS, akan resmi bisa digunakan di China mulai 30 April. Langkah ini mempermudah...

LPG Naik atau Turun per 22 April? Ini Rincian Harga Terbarunya

LPG Naik atau Turun per 22 April? Ini Rincian Harga Terbarunya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah resmi memperbarui harga LPG untuk berbagai ukuran tabung mulai 22 April. Penyesuaian ini mencakup LPG 3...

Purbaya Ungkap Potensi Kebocoran BBM RI, Ancaman Nyata atau Isu?

Purbaya Ungkap Potensi Kebocoran BBM RI, Ancaman Nyata atau Isu?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti potensi kebocoran BBM subsidi ke luar negeri akibat perbedaan harga yang cukup signifikan...

Prabowo dan Luhut Gelar Pertemuan Tertutup di Istana, Bahas Sejumlah Isu Penting

Prabowo dan Luhut Gelar Pertemuan Tertutup di Istana, Bahas Sejumlah Isu Penting

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan empat mata dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan di Istana...

Hana Bank Catat Laba Rp611 Miliar di 2025, Tumbuh 17,63 Persen

Hana Bank Catat Laba Rp611 Miliar di 2025, Tumbuh 17,63 Persen

by Dwi Natasya
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp611...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sri Mulyani Sebut Ada ‘Durian Runtuh’ Mendukung Kesehatan APBN di Tengah Lonjakan Harga Energi

Menkeu Sri Mulyani Ungkap Saldo Anggaran Lebih Tahun 2024 Sebesar Rp457,5 Triliun

July 1, 2025
Negara Arab Desak Iran Bayar Ganti Rugi Konflik Timur Tengah

Negara Arab Desak Iran Bayar Ganti Rugi Konflik Timur Tengah

April 22, 2026
XP+ Transformasi Brand, Pertegas Posisi sebagai Mitra Strategis

XP+ Transformasi Brand, Pertegas Posisi sebagai Mitra Strategis

April 22, 2026
Trading 2026: Saat Teknologi Finansial Mencapai Titik Balik Baru

Trading 2026: Saat Teknologi Finansial Mencapai Titik Balik Baru

April 21, 2026
Indonesia Tampilkan Budaya Nusantara di Pembukaan Asian Beach Games 2026

Indonesia Tampilkan Budaya Nusantara di Pembukaan Asian Beach Games 2026

April 22, 2026
Belanja di China Kini Bisa Pakai QRIS Mulai 30 April, Praktis Tanpa Tukar Uang

Belanja di China Kini Bisa Pakai QRIS Mulai 30 April, Praktis Tanpa Tukar Uang

April 22, 2026
LPG Naik atau Turun per 22 April? Ini Rincian Harga Terbarunya

LPG Naik atau Turun per 22 April? Ini Rincian Harga Terbarunya

April 22, 2026
Mets Terpuruk 2026, Kekalahan Beruntun Capai 12 Laga

Mets Terpuruk 2026, Kekalahan Beruntun Capai 12 Laga

April 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved