• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, August 29, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Kebiasaan Makan Keluarga yang Sering Diremehkan Ini Ternyata Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 5, 2026
in Lifestyle
0
Kebiasaan Makan Keluarga yang Sering Diremehkan Ini Ternyata Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

JAKARTA, Cobisnis.com – Gerakan tutup mulut atau GTM pada anak ternyata tidak selalu disebabkan oleh makanan yang kurang disukai. Dokter spesialis anak Miza Afrizal Azwir, Sp.A, BMedSci, MKes, menyebut suasana makan di rumah juga berperan besar terhadap nafsu makan anak.

Menurut dokter Miza, anak sebaiknya makan bersama anggota keluarga, bukan duduk sendiri sambil menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya. Kebiasaan makan bersama membantu anak melihat waktu makan sebagai aktivitas yang aman dan menyenangkan.

Anak usia dini cenderung belajar dari contoh, bukan dari perintah. Saat orang tua makan dengan lahap dan menikmati berbagai jenis makanan, anak akan lebih mudah meniru kebiasaan yang sama.

Sebaliknya, jadwal makan orang tua yang tidak teratur dapat membuat anak kehilangan panutan dalam membangun rutinitas makan. Akibatnya, anak menjadi lebih sulit diajak makan dengan tenang dan konsisten.

Dokter Miza juga menyoroti kebiasaan membiarkan anak makan sendiri sementara orang dewasa hanya mengawasi. Situasi seperti ini dapat menciptakan tekanan psikologis yang membuat anak semakin tidak nyaman saat makan.

Perhatian berlebihan saat anak makan juga bisa menjadi masalah. Pujian yang dibuat berlebihan atau sorakan setiap kali anak membuka mulut justru dapat membuat sistem saraf anak membaca momen makan sebagai situasi yang tidak nyaman.

Meski kesibukan orang tua sering menjadi kendala, dokter Miza menilai satu kali makan bersama dalam sehari sudah cukup untuk membangun kebiasaan positif. Ia menegaskan bahwa suasana makan yang tenang, tanpa paksaan dan tekanan, menjadi kunci agar anak mau makan secara alami. Pernyataan itu disampaikan dalam acara LACTOGROW Digestion Expert Lab di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2026.

Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
download redmi firmware
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
Tags: Anak Susah MakanCobisnisGTMKesehatan anakMakan BarengParenting IndonesiaPebisnismuda

Related Posts

Purbaya Siapkan Rp20,5 Triliun untuk 490 Daerah yang Tertekan Fiskal

Purbaya Ungkap Alasan Pakai Xpeng X9, Dukung Program Pengurangan BBM

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kini menggunakan mobil listrik baru untuk menunjang aktivitasnya. Kendaraan tersebut merupakan Xpeng...

11 Bank Tutup hingga Agustus 2026, OJK Jelaskan Penyebabnya

11 Bank Tutup hingga Agustus 2026, OJK Jelaskan Penyebabnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 11 bank telah ditutup sepanjang 2026 hingga Agustus. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menilai pencabutan izin...

Prabowo Ungkap RI Tak Lama Lagi Tak Perlu Banyak Impor BBM

Prabowo Ungkap RI Tak Lama Lagi Tak Perlu Banyak Impor BBM

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia tidak lama lagi akan mencapai swasembada energi. Kondisi tersebut diyakini dapat membuat...

Harga Ayam Naik Tajam hingga Rp100 Ribu, Apa Penyebabnya?

Harga Ayam Naik Tajam hingga Rp100 Ribu, Apa Penyebabnya?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga daging ayam ras di sejumlah daerah mengalami kenaikan hingga mencapai Rp100 ribu per kilogram. Menteri Perdagangan...

165 Orang Tewas dalam Bencana Nepal-Tibet, 1.384 Orang Masih Hilang

165 Orang Tewas dalam Bencana Nepal-Tibet, 1.384 Orang Masih Hilang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 165 orang tewas dan 1.384 lainnya masih hilang setelah banjir bandang dan longsor menerjang wilayah Nepal...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Purbaya Siapkan Rp20,5 Triliun untuk 490 Daerah yang Tertekan Fiskal

Purbaya Ungkap Alasan Pakai Xpeng X9, Dukung Program Pengurangan BBM

August 28, 2026
BEI Resmi Luncurkan Saham Hijau dan Tiga Emiten Jadi yang Pertama

BEI Resmi Luncurkan Saham Hijau dan Tiga Emiten Jadi yang Pertama

August 28, 2026
Harga Ayam Capai Rp38 Ribu, Cabai Merah Ikut Naik di Jakarta

Harga Ayam Capai Rp38 Ribu, Cabai Merah Ikut Naik di Jakarta

August 28, 2026
FSPPB

FSPPB Soroti Peran PDSI sebagai Pilar Kapabilitas Pengeboran Nasional

August 28, 2026
Prabowo Pilih TAP MPR untuk Atur PPHN, Kata Muzani

Prabowo Pilih TAP MPR untuk Atur PPHN, Kata Muzani

August 28, 2026
Dua Kematian Akibat Campak di Pennsylvania Picu Perang Pernyataan Politik

Kerajaan Bisnis Dolly Parton Tumbuh dari Appalachia dan Dollywood

August 28, 2026
Dua Kematian Akibat Campak di Pennsylvania Picu Perang Pernyataan Politik

Good Good Kehilangan Kerja Sama Callaway dan PGA Tour Usai Kontroversi Iklan

August 28, 2026
Dua Kematian Akibat Campak di Pennsylvania Picu Perang Pernyataan Politik

Ice Station di Abu Dhabi Kembangkan Es Krim dengan Bahan Kurma

August 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved