• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Kasus Virus Nipah di Bengala Barat Meningkat, WHO Ungkap Tujuh Fakta Penting

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
February 3, 2026
in Nasional
0
Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

JAKARTA, Cobisnis.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan terbaru Disease Outbreak News (DONs) terkait kemunculan kembali kasus infeksi virus Nipah di Bengala Barat, India. Laporan yang diterbitkan pada 30 Januari 2026 itu memuat tujuh temuan utama yang kini menjadi perhatian serius komunitas kesehatan global.

Pakar Kesehatan dari Universitas Griffith Australia, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan bahwa kasus virus Nipah di India secara resmi telah masuk dalam laporan DONs WHO. Menurutnya, tujuh poin yang disampaikan WHO penting untuk dipahami sebagai dasar penanggulangan penyakit menular tersebut.

“Per 30 Januari 2026, kejadian infeksi virus Nipah di Bengala Barat telah masuk dalam laporan DONs WHO. Ada tujuh hal penting yang disampaikan WHO terkait kasus ini dan perlu diketahui bersama untuk upaya pengendalian,” ujar Prof. Tjandra di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 2 Februari 2026.

Ia mengungkapkan, dua kasus terbaru melibatkan tenaga kesehatan, yakni seorang perawat pria dan seorang perawat wanita berusia antara 20 hingga 30 tahun yang bekerja di rumah sakit swasta di wilayah Barasat. Keduanya mulai mengalami gejala berat pada akhir Desember 2025 dan baru dipastikan positif virus Nipah setelah menjalani pemeriksaan laboratorium lanjutan pada Januari 2026.

Prof. Tjandra, yang juga pernah menjabat Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, menyoroti peran India National Institute of Virology dalam proses identifikasi virus tersebut. Ia menyebut lembaga tersebut memiliki reputasi yang sangat baik dalam penanganan penyakit menular dan berharap Indonesia dapat memiliki institusi serupa.

Kondisi kedua pasien hingga kini masih menjadi perhatian. Perawat perempuan dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan dirawat di ruang ICU dengan bantuan ventilator. Sementara itu, perawat pria mengalami gangguan neurologis berat, meskipun secara bertahap menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Hingga saat ini, otoritas kesehatan setempat belum berhasil mengungkap sumber awal penularan virus Nipah yang menginfeksi kedua tenaga medis tersebut. Ketidakjelasan asal penularan ini dinilai menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian kasus.

“Selama sumber penularan awal belum diketahui, penanganan kasus ini belum bisa dikatakan sepenuhnya tuntas,” tegas Prof. Tjandra.

WHO sendiri menilai risiko kesehatan akibat kasus virus Nipah ini masih berada pada tingkat rendah, baik secara regional maupun global. Meski demikian, virus Nipah tetap dimasukkan dalam daftar patogen prioritas dunia. Langkah tersebut bertujuan untuk mempercepat pengembangan alat deteksi, pengobatan, serta langkah-langkah medis antisipatif guna menghadapi potensi wabah di masa mendatang.

Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download huawei firmware
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: Bengala Baratcobisnis.comindiaVirus NipahWHO

Related Posts

Aksi Protes Memanas di Eropa, DPR Ingatkan Kemlu soal WNI

Aksi Protes Memanas di Eropa, DPR Ingatkan Kemlu soal WNI

by Hidayat Taufik
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di sejumlah negara Eropa mendorong Komisi I DPR meminta Kementerian Luar Negeri...

Imigrasi Sebut Nusron ke Singapura via Batam, Lanjut ke Malaysia

Imigrasi Sebut Nusron ke Singapura via Batam, Lanjut ke Malaysia

by Hidayat Taufik
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Direktorat Jenderal Imigrasi membeberkan informasi perjalanan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid,...

Kebakaran Hutan Terus Berlanjut, Empat Kawasan Pegunungan Jatim Terdampak

Kebakaran Hutan Terus Berlanjut, Empat Kawasan Pegunungan Jatim Terdampak

by Hidayat Taufik
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur hingga Senin (19/10/2026). Titik...

Dugaan Keterlibatan Asing Mencuat, Polri Usut 98 Kasus Korporasi Karhutla

Dugaan Keterlibatan Asing Mencuat, Polri Usut 98 Kasus Korporasi Karhutla

by Hidayat Taufik
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia terus berkembang. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap...

DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wakil Ketua Komisi II DPR, Dede Yusuf, mengungkapkan rencana pemanggilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

October 20, 2026
Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

October 19, 2026
Konflik Memanas, Harga Minyak Brent Tertahan di Level US$109

Konflik Memanas, Harga Minyak Brent Tertahan di Level US$109

October 19, 2026
Elon Musk berencana membagikan masing-masing satu saham SpaceX kepada setiap anak di Amerika Serikat pada 2027, dengan nilai total diproyeksikan mencapai Rp157 triliun.

Elon Musk Janji Beri Saham SpaceX ke Anak AS

October 20, 2026
Dwayne "The Rock" Johnson - IST

Resep Smoothie Kaya Protein ala The Rock, Mau Coba?

October 20, 2026
Ilustrasi Diet - pexels/Beyzaa Yurtkuran

Diet Keto atau Defisit Kalori? Mana yang Baik bagi Kesehatan untuk Jangka Panjang?

October 20, 2026
Studi: Bahaya Konsumsi Makanan Ultra Proses, Picu Kerusakan Otak di Masa Depan

Studi: Bahaya Konsumsi Makanan Ultra Proses, Picu Kerusakan Otak di Masa Depan

October 20, 2026
Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Praktisi Pajak Dorong Insentif CSR untuk Pembangunan Berkelanjutan

October 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved