• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, August 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Kasus Virus Nipah di Bengala Barat Meningkat, WHO Ungkap Tujuh Fakta Penting

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
February 3, 2026
in Nasional
0
Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

JAKARTA, Cobisnis.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan terbaru Disease Outbreak News (DONs) terkait kemunculan kembali kasus infeksi virus Nipah di Bengala Barat, India. Laporan yang diterbitkan pada 30 Januari 2026 itu memuat tujuh temuan utama yang kini menjadi perhatian serius komunitas kesehatan global.

Pakar Kesehatan dari Universitas Griffith Australia, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan bahwa kasus virus Nipah di India secara resmi telah masuk dalam laporan DONs WHO. Menurutnya, tujuh poin yang disampaikan WHO penting untuk dipahami sebagai dasar penanggulangan penyakit menular tersebut.

“Per 30 Januari 2026, kejadian infeksi virus Nipah di Bengala Barat telah masuk dalam laporan DONs WHO. Ada tujuh hal penting yang disampaikan WHO terkait kasus ini dan perlu diketahui bersama untuk upaya pengendalian,” ujar Prof. Tjandra di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 2 Februari 2026.

Ia mengungkapkan, dua kasus terbaru melibatkan tenaga kesehatan, yakni seorang perawat pria dan seorang perawat wanita berusia antara 20 hingga 30 tahun yang bekerja di rumah sakit swasta di wilayah Barasat. Keduanya mulai mengalami gejala berat pada akhir Desember 2025 dan baru dipastikan positif virus Nipah setelah menjalani pemeriksaan laboratorium lanjutan pada Januari 2026.

Prof. Tjandra, yang juga pernah menjabat Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, menyoroti peran India National Institute of Virology dalam proses identifikasi virus tersebut. Ia menyebut lembaga tersebut memiliki reputasi yang sangat baik dalam penanganan penyakit menular dan berharap Indonesia dapat memiliki institusi serupa.

Kondisi kedua pasien hingga kini masih menjadi perhatian. Perawat perempuan dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan dirawat di ruang ICU dengan bantuan ventilator. Sementara itu, perawat pria mengalami gangguan neurologis berat, meskipun secara bertahap menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Hingga saat ini, otoritas kesehatan setempat belum berhasil mengungkap sumber awal penularan virus Nipah yang menginfeksi kedua tenaga medis tersebut. Ketidakjelasan asal penularan ini dinilai menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian kasus.

“Selama sumber penularan awal belum diketahui, penanganan kasus ini belum bisa dikatakan sepenuhnya tuntas,” tegas Prof. Tjandra.

WHO sendiri menilai risiko kesehatan akibat kasus virus Nipah ini masih berada pada tingkat rendah, baik secara regional maupun global. Meski demikian, virus Nipah tetap dimasukkan dalam daftar patogen prioritas dunia. Langkah tersebut bertujuan untuk mempercepat pengembangan alat deteksi, pengobatan, serta langkah-langkah medis antisipatif guna menghadapi potensi wabah di masa mendatang.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy course
download lava firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
Tags: Bengala Baratcobisnis.comindiaVirus NipahWHO

Related Posts

Cuaca Kering Belum Berakhir, BMKG Ungkap Prediksi Musim Hujan

Cuaca Kering Belum Berakhir, BMKG Ungkap Prediksi Musim Hujan

by Hidayat Taufik
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca kering masih akan berlangsung di sebagian besar wilayah...

Dr. Jimmy Ardian menjelaskan alasan hal kecil bisa memicu reaksi emosional yang besar dan kaitannya dengan luka masa lalu.

Dr. Jimmy Ardian Ungkap Pemicu Emosi Meledak

by Desti Dwi Natasya
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pernah merasa sangat gelisah hanya karena pasangan ketiduran atau merasa tidak dihargai setelah mengalami sedikit ketidakpahaman dengan...

Zhu Rongji

Jejak Zhu Rongji Membangun Ekonomi China

by Desti Dwi Natasya
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Zhu Rongji, mantan Perdana Menteri China, meninggal dunia pada usia 97 tahun pada 12 Agustus 2026 dan...

Klaim Dinasti Tang Tidak Pernah Ada Menyebar di Internet China

Kim Yo Jong Tak Konfirmasi Klaim Trump soal Komunikasi dengan Kim Jong Un

by Zahra Zahwa
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kim Yo Jong mengaku tidak mengetahui apakah Kim Jong Un baru-baru ini berkomunikasi dengan Donald Trump. Kim...

2,6 Ton Sabu Cair Disita di Bengkalis

Roberto Carlos Bantah Rumor Pindah Agama

by Desti Dwi Natasya
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Legenda Timnas Brasil Roberto Carlos membantah kabar yang menyebut dirinya telah memeluk agama Islam setelah menikah dengan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Presiden Portugal Sahkan Larangan Cadar di Tempat Umum

Presiden Portugal Sahkan Larangan Cadar di Tempat Umum

August 19, 2026
3,4 Juta Meterai Palsu Disita, Polisi Ungkap Cara Mudah Mendeteksinya

3,4 Juta Meterai Palsu Disita, Polisi Ungkap Cara Mudah Mendeteksinya

August 19, 2026
Susah Tidur karena Lapar? Coba Camilan Ini

Susah Tidur karena Lapar? Coba Camilan Ini

August 19, 2026
Polisi Ungkap Pria Bugil di Lenteng Agung Ternyata Mahasiswa

Polisi Ungkap Pria Bugil di Lenteng Agung Ternyata Mahasiswa

August 19, 2026
Cuaca Kering Belum Berakhir, BMKG Ungkap Prediksi Musim Hujan

Cuaca Kering Belum Berakhir, BMKG Ungkap Prediksi Musim Hujan

August 20, 2026
Dr. Jimmy Ardian menjelaskan alasan hal kecil bisa memicu reaksi emosional yang besar dan kaitannya dengan luka masa lalu.

Dr. Jimmy Ardian Ungkap Pemicu Emosi Meledak

August 20, 2026
Zhu Rongji

Jejak Zhu Rongji Membangun Ekonomi China

August 20, 2026
BTN Perluas Transsaksi Bale Lewat Ekosistem Kopi

BTN Perluas Transsaksi Bale Lewat Ekosistem Kopi

August 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved