JAKARTA, Cobisnis.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral yang membahas kesiapan pengamanan dan pelayanan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah antisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum akhir tahun.
Dalam rapat tersebut, Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam memastikan pelayanan serta pengamanan Nataru berjalan optimal. Menurutnya, keberhasilan pengamanan Nataru mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kerja sama yang solid antara pemerintah pusat dan daerah agar pelayanan publik selama Natal dan Tahun Baru dapat terlaksana dengan maksimal. Polri, kata dia, siap mengerahkan personel di berbagai titik rawan yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.
Kapolri juga menyoroti wilayah-wilayah yang memiliki potensi atau telah terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di daerah tersebut, diperlukan kesiapan ekstra serta penempatan personel cadangan guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan pengamanan dan pelayanan.
Untuk mendukung hal tersebut, Polri menggelar Operasi Lilin 2025 yang dilaksanakan selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Operasi Lilin 2025 juga mencakup pengamanan terhadap 44.436 objek vital, mulai dari tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga objek wisata dan lokasi perayaan. Selain itu, Polri menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.
Sebanyak 763 pos pelayanan disiagakan sebagai tempat istirahat sementara bagi pengguna jalan, terutama di jalur arteri. Pos tersebut dilengkapi layanan kesehatan serta dukungan rekayasa lalu lintas jika diperlukan. Sementara itu, 333 pos terpadu berfungsi sebagai pusat komando dan pengendalian operasi yang melibatkan seluruh stakeholder terkait.
Kapolri juga menginstruksikan jajaran kepolisian dan instansi terkait untuk terus memantau informasi cuaca dari BMKG, khususnya di kawasan wisata yang diprediksi menjadi tujuan utama masyarakat selama libur panjang akhir tahun. Koordinasi dengan pemerintah daerah dinilai penting untuk mengantisipasi potensi risiko dan mengambil langkah pembatasan bila diperlukan.
Selain pengamanan, rapat koordinasi lintas sektoral tersebut turut membahas kesiapan penerapan rekayasa lalu lintas guna mengurai potensi kepadatan arus mudik dan balik Nataru. Sejumlah strategi telah disiapkan Polri untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman selama periode libur akhir tahun.














