JAKARTA, Cobisnis.com – Telur menjadi salah satu pilihan makanan yang mudah ditemukan dan relatif terjangkau. Kandungan protein, lemak, serta berbagai vitamin membuat telur sering masuk dalam pola makan dengan gizi seimbang.
Satu butir telur mengandung sejumlah nutrisi penting, seperti vitamin A, folat, vitamin B5, vitamin B12, vitamin B2, fosfor, selenium, vitamin D, vitamin E, kalsium, dan zinc. Telur juga hanya mengandung sekitar 78 kalori, dengan 6 gram protein dan 5 gram lemak.
Waktu terbaik makan telur sebenarnya dapat disesuaikan dengan tujuan masing-masing. Ada waktu yang bisa dipilih untuk membantu memenuhi kebutuhan protein, mendukung pembentukan otot, hingga membantu mengontrol asupan kalori.
Untuk mendapatkan asupan protein, telur dapat dikonsumsi pada pagi hari. Telur bisa membantu mengisi kembali nutrisi setelah tubuh tidak mendapat asupan makanan sepanjang malam.
Kandungan protein telur juga dapat membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Kondisi ini membuat telur cocok menjadi bagian dari menu sarapan bagi orang yang ingin mengatur pola makan.
Bagi yang ingin membangun massa otot, telur dapat dikonsumsi pada sore hari atau setelah berolahraga. Asupan protein setelah aktivitas fisik mendukung proses sintesis protein otot yang berperan dalam pembentukan jaringan otot.
Konsumsi telur setelah olahraga juga disebut dapat membantu mengisi kembali glikogen. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan energi otot setelah digunakan untuk beraktivitas.
Sementara bagi yang ingin menurunkan berat badan, telur dapat menjadi salah satu pilihan menu karena memiliki kandungan protein cukup tinggi dengan kalori yang relatif rendah. Konsumsi telur sebagai menu sarapan juga dikaitkan dengan rasa lapar dan keinginan makan yang lebih rendah sepanjang hari.
Sarapan dengan telur juga dapat membantu mengontrol asupan kalori harian. Sebagai bagian dari sarapan tinggi protein, telur disebut dapat membantu mencegah lonjakan gula darah dan menjaga keinginan makan tetap terkendali.
Meski begitu, waktu tersebut tidak harus menjadi patokan mutlak. Telur tetap dapat memberikan manfaat kapan pun dikonsumsi selama diolah dengan cara yang tepat dan menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Untuk pilihan pengolahan, telur rebus dapat menjadi alternatif dibandingkan telur goreng. Penggunaan minyak atau bahan tambahan secara berlebihan sebaiknya dihindari agar kandungan kalori tambahan tetap terkendali.













