• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, April 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

JEC Eye Hospital & Clinics Perkenalkan Kembali Diabetes Education & Care

Nina Karlita by Nina Karlita
November 16, 2021
in Sport
0
Layanan Tele-Oftalmologi JEC @ Cloud Permudah Pasien Berkonsultasi Kesehatan Mata secara Daring

JAKARTA, Cobisnis.com –Data terbaru International Diabetes Federation (IDF) (2021) menyebutkan, sekitar 19,46 juta orang di Indonesia mengidap diabetes. Terjadi peningkatan sebesar 81,8 persen dibandingkan jumlah pada 2019.

Angka tersebut memposisikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengidap diabetes tertinggi kelima di dunia (setelah China, India, Pakistan dan Amerika Serikat). Bahkan, Indonesia menjadi satu-satunya di Asia Tenggara yang masuk ke dalam 10 besar negara dengan kasus terbanyak.

Memperingati World Diabetes Day 2021 (yang jatuh setiap 14 November), eye care leader di Indonesia, JEC Eye Hospitals & Clinics kembali menggelar sesi diskusi seputar kesehatan mata: JEC Eye Talks, dengan melibatkan dokter-dokter ahli JEC bersama para media, untuk membahas situasi diabetes terkini, penatalaksanaan penanganan secara tepat, serta risiko penyakit kronis lain yang menyertai, khususnya pada organ mata. Sejalan dengan tema global peringatan: “Access to Diabetes Care”, JEC juga memperkenalkan kembali layanan penanganan diabetes terpadu, Diabetes Education & Care.

Jumlah pengidap diabetes di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada 2019 lalu angka masih di 10,7 juta pengidap. Diestimasi, kuantitasnya akan mencapai 23,32 juta pada 2030 mendatang.

“Di luar angka itu, diperkirakan lebih banyak lagi masyarakat yang tak menyadari telah terjangkit penyakit ini. Jika diabetes terdeteksi lebih awal, kemungkinan keberhasilan penanganannya akan lebih besar. Utamanya guna mencegah komplikasi lebih lanjut. Artinya, kebutuhan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sudah sangatlah mendesak. Harus segera dilakukan, tanpa perlu menunggu gejala diabetes muncul terlebih dahulu; termasuk bagi kalangan umum yang tidak memiliki riwayat keluarga mengidap diabetes,” papar Dr. Bhanu Kumar, BMedSc, SpPD selaku Internist Specialist JEC Eye Hospitals and Clinics.

Laporan IDF juga memperlihatkan bahwa sekitar 73,7% dari total pengidap diabetes di Indonesia (14,34 juta orang) hidup dengan diabetes yang tidak terdiagnosis. Estimasinya, 1 per 9 orang dewasa di Indonesia mengidap gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi ini. Lebih mencengangkan, sepanjang 2021, jumlah kematian akibat diabetes di Tanah Air sudah mencapai 236,711 ribu kasus; semakin menegaskan betapa bahaya penyakit ini masih sangat harus diwaspadai.

Sementara, secara global, masih berdasar sumber yang sama, jumlah pengidap diabetes telah mencapai sedikitnya 537 juta orang (2021). Kuantitasnya diprediksi terus naik menjadi 643 juta orang pada 2030, dan 784 juta orang pada 2045. Jumlah kematian akibat diabetes sepanjang tahun ini diperhitungkan mencapai 6,7 juta kasus; atau 1 kejadian per 5 detik. Temuan IDF juga menyebut bahwa 1 per 10 orang dewasa di dunia mengidap diabetes. Lebih dari itu, 1 dari setiap 2 orang dewasa ternyata mengidap penyakit ini tanpa terdiagnosis.

“Penanganan terhadap pengidap diabetes bukan hanya berfokus pada menjaga kadar gula, tetapi juga mencakup lima pilar penatalaksanaan yang harus terimplementasi dengan disiplin. Fasilitas kesehatan yang mampu memberikan penanganan diabetes secara terpadu menjadi kunci. Sebab, pengidap diabetes memerlukan terapi harian, pemantauan gula darah secara rutin, serta pola hidup sehat. Tanpa itu, dikhawatirkan diabetes yang bersifat kronis akan memicu komplikasi penyakit yang lebih gawat, seperti strok dan serangan jantung. Tak terkecuali gangguan mata yang bisa berujung kebutaan,” lanjut Dr. Bhanu Kumar

Tatalaksana diabetes terbagi ke dalam lima pilar utama. Pertama, pengaturan pola makan yang meliputi kandungan, kuantitas dan waktu asupan (3J – Jenis, Jumlah dan Jadwal). Kedua, aktivitas fisik sesuai kemampuan tubuh selama 30 menit sehari atau 150 menit per pekan.

Ketiga, terapi farmakologi, seperti pemberian obat atau injeksi insulin, berdasarkan anjuran dokter. Keempat, edukasi terus menerus kepada pengidap diabetes, keluarga yang terlibat (termasuk masyarakat secara umum) mengenai gaya hidup sehat, sampai cara konsumsi obat, hingga penanda komplikasi dan kegawatdaruratan.Kelima, pemantauan glukosa daraholeh dokter,baik lewat laboratorium, ataupun dengan cara Sel Monitoring Blood Glucose (SMBG)/ Pemantauan Gula Darah Mandiri oleh pasien di rumah.

Memahami kronisnya penyakit ini sekaligus kegawatannya, JEC mengambil langkah antisipatif dengan menggagas JEC Diabetes Education & Care yang mengedepankan penatalaksanaan lima pilar di atas.

JEC Diabetes Education & Care menghadirkan layanan diabetes terpadu yang komprehensif; meliputi sentra konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam subspesialis endokrin, pusat konsultasi dan edukasi gizi dengan edukator diabetes, serta diperkuat teknologi yang lengkap, seperti laboratorium, serta fasilitas foot care bagi pengidap diabetes yang lebih parah.

Hadirnya Diabetes Education & Care ini menempatkan JEC Eye Hospitals & Clinics sebagai rumah sakit mata yang memiliki pusat penanganan diabetes yang lengkap dan terpadu di Indonesia, dengan diperkuat tenaga ahli yang mumpuni dan teknologi terkini. Diabetes Education & Care telah tersedia di JEC @ Kedoya dan JEC @ Menteng sejak 2016.

Selain stroke dan serangan jantung, komplikasi diabetes juga mengakibatkan peripheral artery disease (penyakit arteri perifer), peripheral neuropathy (neuropati perifer), diabetic nephropathy (nefropati diabetik) dan diabetic foot (kaki diabetik).

Khusus gangguan pada indra penglihatan, diabetes juga berpotensi mengakibatkan gangguan ringan, seperti dry eyes (mata kering) dan diplopia (penglihatan ganda). Sedangkan gangguan pada mata dengan tingkatan lebih berat antara lain glaukoma, retinopati diabetik, dan katarak – yang jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan kebutaan.

“Diabetes merupakan penyakit pembuluh darah yang dapat mempengaruhi seluruh organ tubuh. Salah satunya mata, lebih spesifik lagi pada bagian retina yang terdiri dari banyak pembuluh darah. Pengidap diabetes berisiko mengalami kebutaan 25 kali lebih tinggi dibandingkan kalangan yang tidak mengidapnya. Ini semakin menegaskan bahwa penanganan diabetes harus berlangsung teratur dan terus menerus. Terlebih bagi pengidap diabetes yang sudah mengalami gangguan penglihatan,” jelas Dr. Referano Agustiawan, SpM(K), Direktur Utama RS Mata JEC@Kedoya, Vitreo-Retina, Cataract Specialist JEC Eye Hospitals and Clinics.

Sebagai bagian terintegrasi JEC Eye Hospitals and Clinics, layanan Diabetes Education & Care memberikan keunggulan lebih dalam pendampingan para pengidap diabetes. Dampak diabetes berupa gangguan penglihatan bisa teridentifikasi lebih dini guna menghindarkan risiko kebutaan. Alternatif tindakan penanganan pada gangguan mata level berat juga berlandas pada expertise para ahli JEC Eye Hospitals and Clinics yang tepercaya.

Salah satunya, untuk pengobatan retinopati diabetik, JEC menawarkan langkah tindakan yang beragam (sesuai keparahan penyakit). Mulai pemantauan oleh internist dan nutritionist untuk pengendalian kadar gula darah, tekanan darah dan kolesterol; sampai tindakan laser hingga injeksi bola mata dan operasi vitrektomi.

“Melalui peringatan World Diabetes Day ini, kami berharap masyarakat Indonesia semakin sadar bahaya diabetes yang bisa berdampak pada penyakit komplikasi lainnya. Apalagi bagi para pengidap diabetes yang telah mengidap penyakit ini selama lebih dari 5 tahun, kami anjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata secara lebih rutin agar risiko penyakit mata yang lebih gawat, seperti retinopati diabetik dan katarak, bisa terantisipasi dan tertangani sedini mungkin agar terhindar dari kebutaan,” pungkas Dr. Referano Agustiawan, SpM(K).

Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
download lava firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free online course
Tags: Cobisnisjec eye hospitalspengidap diabetes

Related Posts

Setelah 21 Tahun Stabil, Tarif Transjakarta Rp 3.500 Berpotensi Naik

Setelah 21 Tahun Stabil, Tarif Transjakarta Rp 3.500 Berpotensi Naik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Transjakarta tengah mengkaji kemungkinan kenaikan tarif layanan yang sudah bertahan di angka Rp 3.500 selama 21 tahun...

Mentan Soroti Dugaan Beras Premium Fiktif, Harga Melonjak Hingga Dua Kali Lipat

Mentan Soroti Dugaan Beras Premium Fiktif, Harga Melonjak Hingga Dua Kali Lipat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap adanya praktik beras premium abal-abal yang dijual jauh di atas harga...

Perombakan di Chelsea Dimulai, Rosenior Didepak Kini Bidik Eks Pelatih?

Perombakan di Chelsea Dimulai, Rosenior Didepak Kini Bidik Eks Pelatih?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Chelsea resmi memecat Liam Rosenior dari jabatan manajer klub setelah rentetan hasil buruk di Premier League. Keputusan...

Lebih dari 640 Sekolah Rusak, Iran Hentikan Kelas Tatap Muka Imbas Perang

Lebih dari 640 Sekolah Rusak, Iran Hentikan Kelas Tatap Muka Imbas Perang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Iran resmi menutup seluruh kegiatan sekolah tatap muka di tengah meningkatnya eskalasi konflik dengan Amerika Serikat...

Minyakita Berpotensi Naik, Biaya Kemasan Jadi Pemicu Utama Kenaikan Harga

Minyakita Berpotensi Naik, Biaya Kemasan Jadi Pemicu Utama Kenaikan Harga

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga plastik di dalam negeri berpotensi menekan harga bahan pangan, termasuk minyak goreng kemasan sederhana Minyakita....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
MII Gandeng Yonyou, Perkuat Solusi ERP Berbasis Cloud

Wamenaker: Dunia Kerja Kini Utamakan Kompetensi, Bukan Sekadar Ijazah

April 23, 2026
MII Gandeng Yonyou, Perkuat Solusi ERP Berbasis Cloud

PGE Catat Kinerja Positif, Tunjuk Direktur Keuangan Baru

April 23, 2026
Bank Jakarta

Bank Jakarta Perkuat Posisi Lewat Inovasi dan Integrasi Teknologi

April 23, 2026
Gelombang Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hampir 6.000 Orang Datang

Gelombang Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hampir 6.000 Orang Datang

April 23, 2026
Setelah 21 Tahun Stabil, Tarif Transjakarta Rp 3.500 Berpotensi Naik

Setelah 21 Tahun Stabil, Tarif Transjakarta Rp 3.500 Berpotensi Naik

April 24, 2026
Mentan Soroti Dugaan Beras Premium Fiktif, Harga Melonjak Hingga Dua Kali Lipat

Mentan Soroti Dugaan Beras Premium Fiktif, Harga Melonjak Hingga Dua Kali Lipat

April 24, 2026
Perombakan di Chelsea Dimulai, Rosenior Didepak Kini Bidik Eks Pelatih?

Perombakan di Chelsea Dimulai, Rosenior Didepak Kini Bidik Eks Pelatih?

April 24, 2026
Lebih dari 640 Sekolah Rusak, Iran Hentikan Kelas Tatap Muka Imbas Perang

Lebih dari 640 Sekolah Rusak, Iran Hentikan Kelas Tatap Muka Imbas Perang

April 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved