JAKARTA, Cobisnis.com – Satelit hiperspektral Lampung 1 resmi diluncurkan dari perairan Haiyang, Provinsi Shandong, China. Satelit ini dikembangkan untuk mendukung pembangunan berbasis data melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria, memastikan keamanan data Indonesia tetap terjaga meski peluncuran dilakukan di luar negeri. Menurutnya, BRIN memiliki otoritas dalam pengelolaan data yang dihasilkan satelit tersebut.
Arif mengatakan proses peluncuran telah melalui koordinasi dengan BRIN. Lembaganya juga terlibat dalam pembahasan terkait aspek keamanan data dan sistem pengelolaannya.
Ia menegaskan seluruh penyimpanan serta pengelolaan data untuk kepentingan Indonesia berada di bawah kewenangan BRIN. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap keamanan informasi yang dihasilkan.
Selain Lampung 1, BRIN juga tengah menyiapkan satelit Neo 1 yang diproduksi sendiri di Indonesia. Satelit tersebut direncanakan meluncur pada awal 2027.
Menurut Arif, Neo 1 merupakan hasil pengembangan BRIN dengan fasilitas produksi yang berada di Bogor. Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi antariksa nasional.
Lampung 1 diluncurkan pada Rabu, 5 Agustus 2026 menggunakan roket Smart Dragon 3 dalam misi OSE Hyperspectral Twin Satellites. Peluncuran berlangsung di perairan Haiyang, Provinsi Shandong.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut menyaksikan langsung peluncuran bersama delegasi Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Provinsi Shandong, STAR.VISION Aerospace, serta sejumlah mitra internasional.
Rahmat menyebut peluncuran Lampung 1 menjadi tonggak baru kerja sama antara Lampung dan Shandong yang telah menjalin hubungan sister province. Teknologi satelit dan AI diharapkan mampu mendukung pengambilan kebijakan pembangunan yang lebih akurat.
Pemerintah Provinsi Lampung optimistis kehadiran Lampung 1 dapat membuka peluang kolaborasi riset dan inovasi yang lebih luas. Teknologi antariksa dinilai akan menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan berbasis data di masa depan.












