• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Iran Diduga Gunakan Teknologi Lama untuk Melacak Pergerakan Pasukan AS

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 16, 2026
in Teknologi
0
Iran Diduga Gunakan Teknologi Lama untuk Melacak Pergerakan Pasukan AS

JAKARTA, Cobisnis.com – Iran diduga memanfaatkan celah keamanan pada jaringan seluler 2G dan 3G untuk melacak lokasi personel militer Amerika Serikat. Dugaan tersebut terungkap dalam laporan Financial Times yang mengutip riset Mobile Surveillance Monitor serta sejumlah pejabat yang mengetahui operasi itu.

Pelacakan diduga dilakukan dengan mengeksploitasi Signaling System 7 (SS7), protokol telekomunikasi yang digunakan operator seluler untuk menghubungkan layanan panggilan, SMS, dan roaming internasional. Meski merupakan teknologi lama, SS7 masih digunakan di banyak jaringan hingga saat ini.

Menurut laporan tersebut, Iran mampu mengidentifikasi lokasi ponsel personel militer AS di sejumlah pangkalan dan hotel di Irak, Bahrain, serta beberapa negara lain di Timur Tengah. Informasi lokasi itu diduga dimanfaatkan untuk mendukung penentuan target serangan.

Pelacakan disebut tidak memerlukan pemasangan malware pada perangkat sasaran. Dengan akses ke jaringan signaling, pelaku dapat meminta informasi lokasi ponsel seolah-olah berasal dari operator yang sah.

Selain memanfaatkan SS7, Iran juga disebut menggunakan teknologi periklanan digital atau ad tech. Data lokasi yang semula dikumpulkan untuk kebutuhan iklan diduga disalahgunakan untuk memantau pergerakan seseorang.

Kerentanan SS7 sebenarnya telah diketahui selama bertahun-tahun. Operator telekomunikasi dapat memasang firewall SS7 untuk menyaring permintaan mencurigakan, namun tingkat perlindungan setiap operator berbeda sehingga risiko penyalahgunaan masih tetap ada.

Kasus ini kembali menunjukkan bahwa infrastruktur telekomunikasi sipil dapat dimanfaatkan untuk kepentingan intelijen maupun militer. Hingga laporan ini diterbitkan, pemerintah Iran maupun Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan eksploitasi SS7 tersebut.

Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
lynda course free download
download lava firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
Tags: Amerika SerikatCobisnisiranJaringan SelulerKeamanan siberPebisnismudaSS7

Related Posts

Antrean BBM Memanjang di Teheran Setelah Sanksi Baru AS

Antrean BBM Memanjang di Teheran Setelah Sanksi Baru AS

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Teheran, Iran, pada Selasa, 25 Agustus 2026. Warga mengantre...

Kanada Siapkan Tarif 50% untuk Hampir 900 Produk AS

Kanada Siapkan Tarif 50% untuk Hampir 900 Produk AS

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perang dagang Amerika Serikat dan Kanada kembali memanas. Kanada mengumumkan tarif balasan terhadap hampir 900 produk asal...

Netanyahu Jadikan Turki Sebagai Musuh Baru Israel Menjelang Pemilu 2026

Trump Usulkan Biaya Visa H-1B US$103.265, Perusahaan AS Bisa Terbebani

by Zahra Zahwa
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintahan Presiden Donald Trump mengusulkan biaya baru sebesar US$103.265 untuk visa H-1B. Usulan tersebut muncul beberapa bulan...

Trump Dorong Biaya Visa H-1B Jadi Rp1,8 Miliar untuk Pekerja Asing

Trump Dorong Biaya Visa H-1B Jadi Rp1,8 Miliar untuk Pekerja Asing

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan biaya baru sebesar US$103.265 atau sekitar Rp1,8 miliar untuk pengajuan...

Nike hingga Ford Tak Lagi Berjaya di China Kenapa?

Nike hingga Ford Tak Lagi Berjaya di China Kenapa?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah merek besar asal Amerika Serikat mulai kehilangan pengaruh di pasar China. Nike, Starbucks hingga General Motors...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sinopsis The Ambush dan Jadwal Tayang Bioskop Trans TV 25 Agustus 2026

Sinopsis The Ambush dan Jadwal Tayang Bioskop Trans TV 25 Agustus 2026

August 25, 2026
Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

August 24, 2026
Kabut Asap Indonesia Masuk Malaysia 29 Wilayah Catat Udara Tak Sehat

Kabut Asap Indonesia Masuk Malaysia 29 Wilayah Catat Udara Tak Sehat

August 25, 2026
Trump Dorong Biaya Visa H-1B Jadi Rp1,8 Miliar untuk Pekerja Asing

Trump Dorong Biaya Visa H-1B Jadi Rp1,8 Miliar untuk Pekerja Asing

August 25, 2026
Gustavo Almeida tinggalkan Persija

Gustavo Almeida Resmi Tinggalkan Persija

August 26, 2026
JFX Siap Dukung Pemerintah Wujudkan BMKS

JFX Siap Dukung Pemerintah Wujudkan BMKS

August 26, 2026
Jelang Demo DPR, Polisi Perketat Akses Tol Merak-Tangerang

Jelang Demo DPR, Polisi Perketat Akses Tol Merak-Tangerang

August 26, 2026
Aktor Revaldo Fifaldi

Revaldo Beli Sabu Rp650 Ribu Sebelum Ditangkap

August 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved