JAKARTA, Cobisnis.com – Iran masih menggelar masa berkabung nasional setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Sementara itu, keberadaan pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, belum diketahui publik.
Jutaan warga diperkirakan menghadiri rangkaian prosesi pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari di Teheran. Banyak pelayat menyampaikan kesedihan sekaligus menyerukan aksi balasan atas kematian Khamenei.
Namun, Mojtaba Khamenei hingga kini belum tampil di hadapan publik. Kondisi tersebut memicu spekulasi mengenai kesehatannya sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang memimpin Iran saat ini.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan semua pihak agar tidak mencoba menyerang negara itu dalam beberapa hari ke depan. Peringatan tersebut muncul di tengah situasi keamanan yang masih sensitif.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington akan memberikan “masa jeda” selama satu pekan kepada Iran untuk menghormati prosesi pemakaman.
Selain itu, ketegangan juga terasa di Selat Hormuz. Data pelacakan menunjukkan sedikitnya delapan kapal berbalik arah setelah mencoba melintasi jalur tersebut melalui pesisir Oman.
Perkembangan itu menunjukkan situasi keamanan di kawasan masih belum stabil. Karena itu, Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik paling krusial bagi lalu lintas perdagangan dan energi dunia.













