JAKARTA, Cobisnis.com – Volatilitas IHSG belakangan ini bikin banyak investor mikir ulang soal cara mereka main di pasar modal. Indo Premier Sekuritas atau IPOT menilai era trading manual dan aplikasi statis sudah mulai ditinggalkan.
CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto, bilang pergeseran ini bukan sekadar tren. Investor kini bergerak ke sistem berbasis data real time karena kecepatan dan presisi sudah jadi faktor penentu, bukan bonus tambahan.
Pendekatan berbasis AI real time diklaim bisa menghilangkan bias emosi sekaligus mempercepat respons terhadap perubahan market. Probabilitas keberhasilan trading pun disebut ikut meningkat.
Moleonoto menyoroti masalah yang masih umum di industri. Sebagian besar platform trading masih pakai tampilan UI statis yang tidak mampu mengikuti pergerakan pasar dalam hitungan detik.
Dampaknya langsung terasa. Entry jadi terlambat, keputusan meleset karena data delay, dan sinyal pergerakan smart money kerap terlewat begitu saja.
Masalah lain ada di perilaku investor sendiri. Banyak yang masih beli karena feeling, jual karena panik, dan ikut narasi komunitas tanpa validasi data sama sekali.
“Tanpa indikator momentum dan konfirmasi sebelum entry, hasilnya posisi salah, terjebak di pucuk, dan rugi berulang,” kata Moleonoto, Selasa (5/5). Ia menegaskan pendekatan itu bukan strategi, melainkan spekulasi berisiko tinggi.
Menjawab itu, IPOT mengembangkan sistem UI dan UX berbasis AI real time yang bergerak setiap detik. Bukan sekadar dashboard visual, tapi mesin eksekusi yang kasih insight, validasi, dan eksekusi langsung dalam satu tampilan.
Sistem ini terintegrasi dengan fitur seperti AI Live Orderbook, AI Live, LADI, Hit Action, Antrian Order Live, dan ROBO Trading System. Semua bekerja bersamaan supaya investor dapat informasi akurat sebelum ambil keputusan.
“UI yang tidak berbasis AI real time hanyalah ilusi kontrol. Layar tanpa sistem bukan alat bantu, melainkan sumber kerugian yang menunggu terjadi,” pungkas Moleonoto.













