JAKARTA, Cobisnis.com – Honda Motor Co., Ltd. mencatat kerugian tahunan pertamanya sejak 1955 setelah memangkas nilai investasi besar di bisnis mobil listrik. Perusahaan menutup tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 dengan rugi bersih 403,3 miliar yen.
Nilai itu setara sekitar 2,6 miliar dolar AS. Namun, tanpa beban penurunan nilai aset, Honda sebenarnya berpotensi membukukan laba 7,4 miliar dolar AS. Honda mencatat beban sebesar 1,6 triliun yen atau hampir 10 miliar dolar AS.
Karena itu, keuntungan perusahaan langsung terhapus dan berubah menjadi kerugian. Industri otomotif global memang mulai mengurangi ambisi kendaraan listrik.
Langkah ini terjadi setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengubah aturan emisi di United States. Pemerintah juga menghentikan insentif pajak sebesar 7.500 dolar AS untuk pembeli mobil listrik.
Setelah itu, permintaan kendaraan listrik di pasar Amerika Serikat melemah. Produsen mobil kembali fokus menjual truk dan SUV berbahan bakar bensin.













