JAKARTA, Cobisnis.com – Iran mulai memasuki masa berkabung nasional setelah wafatnya mantan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei. Pemerintah menyiapkan rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan yang diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Prosesi penghormatan terakhir dimulai di Mosalla Agung Teheran pada Jumat, 3 Juli 2026. Jenazah Khamenei disemayamkan agar masyarakat dapat memberikan penghormatan sebelum pemakaman kenegaraan digelar pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Otoritas Iran memperkirakan jumlah pelayat mencapai 12 juta hingga 20 juta orang. Untuk mengantisipasi lonjakan massa, pemerintah menyiapkan ribuan pos pelayanan, akomodasi bagi lebih dari satu juta pengunjung, serta rekayasa lalu lintas di pusat Kota Teheran.
Pengamanan dipimpin Korps Mohammad Rasulollah di bawah Korps Garda Revolusi Islam. Pemerintah juga mengonfirmasi kehadiran tokoh politik, pemimpin agama, dan pejabat dari puluhan negara, sementara sekitar 800 jurnalis asing diperkirakan meliput jalannya prosesi.
Selama masa penghormatan terakhir, peti jenazah ditempatkan di atas panggung yang ditinggikan. Jalur keluar masuk pelayat diatur agar setiap orang memiliki waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk memberikan penghormatan terakhir.
Setelah prosesi di Teheran, jenazah akan dibawa ke Qom untuk pelaksanaan salat jenazah yang dipimpin ulama senior Syiah. Rangkaian berikutnya berlanjut ke Najaf dan Karbala di Irak sebelum kembali ke Iran.
Khamenei dijadwalkan dimakamkan pada Kamis, 9 Juli 2026 di Kompleks Makam Imam Reza, Kota Mashhad, yang juga merupakan kota kelahirannya. Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, sementara sejumlah pengamat menilai prosesi tersebut bukan hanya memiliki makna keagamaan, tetapi juga menjadi momentum politik di tengah perhatian dunia terhadap proses suksesi kepemimpinan Iran.













