JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Gizi Nasional tengah menjadi sorotan publik setelah sejumlah anggaran pengadaan ramai diperbincangkan pekan ini. Banyak pihak mempertanyakan apakah belanja tersebut benar-benar mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Perdebatan muncul setelah laporan mengungkap beberapa pos pengeluaran bernilai besar. Anggaran itu mencakup Rp113 miliar untuk jasa event organizer, kendaraan operasional, serta perlengkapan semir sepatu. Karena itu, publik menilai penggunaan dana perlu dijelaskan secara terbuka.
Dadan Hindayana menanggapi kritik tersebut. Ia mengatakan lembaga itu masih baru dan membutuhkan dukungan dari pihak luar. Karena itu, BGN menggandeng vendor profesional untuk menangani acara besar dan kampanye nasional.
Ia juga menjelaskan jasa pihak ketiga membantu pengelolaan administrasi keuangan. Selain itu, langkah tersebut dinilai mempermudah proses audit serta dokumentasi pengadaan.
Sementara itu, pos anggaran lain mencakup pengadaan motor listrik. Dadan menjelaskan pembelian tersebut sudah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025. Ia menambahkan kendaraan itu dibutuhkan untuk menunjang mobilitas petugas di lapangan.
Motor listrik tersebut akan digunakan pimpinan satuan pelayanan pemenuhan gizi daerah. Tim ini menjalankan operasional program di berbagai wilayah Indonesia.
Namun, kritik publik masih terus berlanjut. Sejumlah pengamat menilai BGN harus memprioritaskan anggaran untuk distribusi gizi, pasokan makanan, dan kesejahteraan anak. Pihak lain juga meminta pengawasan lebih ketat terhadap seluruh belanja negara.
Isu ini memicu perdebatan lebih luas soal transparansi anggaran. Karena BGN mengelola program strategis nasional, masyarakat menuntut penggunaan dana yang efisien dan akuntabel.













