• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Hasil Penelitian SEANUT II : Malnutrisi Masih Menjadi Tantangan besar Di Kalangan Anak-Anak Asia Tenggara

Nina Karlita by Nina Karlita
June 21, 2022
in Sport
0
Hasil Penelitian SEANUT II : Malnutrisi Masih Menjadi Tantangan besar Di Kalangan Anak-Anak Asia Tenggara

Petugas peneliti SEANUTS II sedang melakukan pengukuran kepada seorang anak dalam penelitiannya.

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah penelitian baru selesai dilakukan kepada hampir 14.000 anak, antara usia enam bulan hingga 12 tahun. Penelitian itu menyoroti masalah penting dan dikenal sebagai ‘triple burden’ malnutrisi, terdiri dari : masalah kekurangan gizi, kekurangan zat gizi mikro, dan kelebihan berat badan/obesitas.

Ketiga masalah ini seringkali terjadi berdampingan di suatu negara dan bahkan bisa terjadi dalam satu keluarga. Terutama di Indonesia, dimana angka stunting di anak-anak yang masih cukup tinggi adalah contoh bentuk dari kekurangan gizi. Penelitian skala besar ini dilakukan oleh FrieslandCampina, dalam rentang waktu antara 2019 dan 2021 oleh universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Penelitian baru ini merupakan lanjutan dari South East Asian Nutrition Surveys (SEANUTS I), yang dipublikasikan pada tahun 2012. Secara keseluruhan, South East Asian Nutrition Surveys kedua ini (SEANUTS II) menunjukkan bahwa permasalahan stunting dan anemia masih ada, terutama pada anak-anak usia dini.

Namun, untuk anak yang berusia lebih tua, tingkat prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas lebih tinggi. Selain itu, sebagian besar anak-anak tidak memenuhi kebutuhan rata-rata asupan kalsium dan vitamin D sehingga menunjukkan adanya indikasi kekurangan vitamin D. ‘Triple Burden’ ini menjadi hal yang sangat penting dan untuk mengatasi kesenjangan gizi, langkah yang tepat adalah melalui intervensi gizi yang seimbang dan edukasi gizi.

Menanggapi temuan dalam penelitian ini, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), Peneliti Utama SEANUTS II di Indonesia dan Guru Besar di Fakultas Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa gizi yang sehat adalah tentang gizi seimbang, cukup, dan bervariasi.

“Jika anak tidak mendapatkan gizi yang dibutuhkan, mereka tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Penelitian terbaru kami mengungkapkan bahwa lebih dari 70% anak-anak di keempat negara tidak memenuhi kebutuhan rata-rata kalsium dan lebih dari 84% tidak memenuhi kebutuhan rata-rata vitamin D,” kata dr. Rini.

“Khususnya di Indonesia dimana 1 dari 4 anak tergolong stunting. Angka-angka ini menegaskan bahwa adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan ketahanan pangan di tanah air, serta ketersediaan produk makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, sehingga dapat meningkatkan akses sumber gizi yang sehat.” tambah dr. Rini.

Margrethe Jonkman, Global Director, Research & Development, FrieslandCampina, menyatakan: “Penelitian adalah kunci untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan gizi lokal. Hasil dari studi ini akan membantu FrieslandCampina dalam mengembangkan produk yang lebih baik dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan menyiapkan program yang mendukung pemenuhan gizi seimbang dan gaya hidup aktif bekerja sama dengan pemangku kepentingan, petugas kesehatan, dan sekolah terkait.”

Andrew F Saputro, Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, mengatakan, sebagai afiliasi dari FrieslandCampina, Frisian Flag Indonesia (FFI) dengan bangga mempersembahkan hasil SEANUTS II kepada pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan terkait.

“SEANUTS II tidak hanya merupakan komitmen Frisian Flag Indonesia (FFI), tetapi juga merupakan inisiatif untuk mempertemukan pihak swasta, organisasi, asosiasi, profesional dan pemerintah untuk berkolaborasi dalam meningkatkan status gizi dan kesehatan anak Indonesia.” kata Andrew

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download coolpad firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free online course
Tags: Anakfrisian flagmalnutrisiSEANUTS II

Related Posts

Begini Cara Mengajarkan Anak Mengatur Uang agar Bijak Saat Dewasa

Begini Cara Mengajarkan Anak Mengatur Uang agar Bijak Saat Dewasa

by Hidayat Taufik
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mengajarkan anak mengelola uang sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat hingga...

Miris! Ayah Tewas Diamuk Massa, Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali Nangis Histeris

Miris! Ayah Tewas Diamuk Massa, Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali Nangis Histeris

by Hidayat Taufik
July 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga pria berinisial KD di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. KD meninggal...

Orang Tua Perlu Tahu, Pola Asuh Multi Learning Bantu Anak Lebih Adaptif dan Kreatif

Orang Tua Perlu Tahu, Pola Asuh Multi Learning Bantu Anak Lebih Adaptif dan Kreatif

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat orang tua dituntut menyiapkan anak menghadapi masa depan dengan cara belajar...

Cara Mendidik Anak agar Berani Bicara saat Mengalami Kekerasan, Simak Penjelasan Psikolog

Cara Mendidik Anak agar Berani Bicara saat Mengalami Kekerasan, Simak Penjelasan Psikolog

by Hidayat Taufik
July 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Membangun keberanian anak untuk menceritakan pengalaman buruk, termasuk saat menjadi korban kekerasan, perlu dilakukan sejak dini. Suasana...

Bukan Selalu Membangkang, Ini Penyebab Anak Sulit Mengakui Kesalahan

Bukan Selalu Membangkang, Ini Penyebab Anak Sulit Mengakui Kesalahan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tidak sedikit orang tua merasa kecewa saat anak enggan meminta maaf setelah melakukan kesalahan. Padahal, kebiasaan tersebut...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#BeliLokal IFW 2026

#BeliLokal di IFW 2026 Dorong Pertumbuhan Brand Fesyen Lokal

August 4, 2026
Tito Karnavian Dorong Digitalisasi Data agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

Tito Karnavian Dorong Digitalisasi Data agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

August 4, 2026
Frank Lampard Ingin Reuni dengan Mykhailo Mudryk di Coventry City

Gianni Infantino Disorot Usai Skandal Komersialisasi Piala Dunia FIFA

August 4, 2026
Frank Lampard Ingin Reuni dengan Mykhailo Mudryk di Coventry City

Frank Lampard Ingin Reuni dengan Mykhailo Mudryk di Coventry City

August 4, 2026
AS Sesumbar Selat Hormuz Segera Dibuka, Yakin Kesepakatan dengan Iran Rampung Besok

AS Sesumbar Selat Hormuz Segera Dibuka, Yakin Kesepakatan dengan Iran Rampung Besok

August 5, 2026
MUI Minta Pemerintah Pertimbangkan Hukuman Mati bagi Koruptor

MUI Minta Pemerintah Pertimbangkan Hukuman Mati bagi Koruptor

August 5, 2026
Eks Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin IDA22

Eks Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin IDA22

August 5, 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Hampir 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi di Bandara Juanda

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Hampir 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi di Bandara Juanda

August 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved