• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Harga Plastik Terus Menanjak, Ini Penyebab dan Dampaknya ke Ekonomi

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 3, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Harga Plastik Terus Menanjak, Ini Penyebab dan Dampaknya ke Ekonomi

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga plastik di Indonesia mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir akibat terganggunya pasokan bahan baku global.

Lonjakan ini dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada distribusi nafta, bahan utama produksi plastik. Kondisi ini membuat industri dalam negeri ikut terdampak.

Sebagian besar pasokan nafta dunia berasal dari kawasan Asia Barat. Penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz membuat distribusi bahan baku terhambat.

Sekitar 70 persen bahan baku nafta yang biasa dipasok dari kawasan tersebut tidak dapat dikirim. Dampaknya langsung terasa ke industri petrokimia, termasuk di Indonesia.

Selain distribusi, fasilitas produksi juga terganggu. Sejumlah kilang minyak di kawasan Teluk terdampak konflik, sehingga pasokan semakin terbatas.

Kombinasi gangguan produksi dan distribusi membuat harga plastik naik secara global. Indonesia tidak bisa lepas dari dampak karena masih bergantung pada impor bahan baku.

Kenaikan harga mulai terasa sejak awal Maret 2026. Pada awalnya industri mencoba menahan harga dengan mengelola stok yang ada.

Namun, menjelang Lebaran, permintaan meningkat dan stok mulai menipis. Hal ini membuat harga plastik naik lebih cepat di pasar.

Saat ini, industri plastik nasional berada dalam kondisi bertahan. Produksi ditekan agar tetap efisien dan tidak merugi terlalu dalam.

Pelaku industri juga mulai mencari alternatif bahan baku dari luar Timur Tengah. Namun, harga lebih mahal dan waktu pengiriman bisa mencapai 50 hari.

Dampaknya merembet hingga ke pedagang kecil. Harga plastik kresek naik dari Rp 17.000 menjadi Rp 23.000 per pack, atau naik sekitar Rp 6.000.

Kenaikan ini membuat biaya operasional pedagang meningkat. Margin keuntungan pun semakin tertekan di tengah daya beli yang belum sepenuhnya pulih.

Jika kondisi ini berlanjut, harga barang konsumsi berbahan plastik berpotensi ikut naik. Tekanan ini bisa meluas ke sektor lain dalam waktu dekat.

Tags: CobisnisEnergiHeadlineindustriminyakPebisnismudaPerdaganganplastik

Related Posts

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) mendorong perubahan pendekatan komunikasi pemerintah dari penyampaian informasi satu arah menuju komunikasi yang...

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) memperkuat sinergi komunikasi pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah....

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mayapada Hospital Jakarta Selatan menggelar Mayapada Neuro Connect 2026 pada 24–25 Oktober 2026 untuk mendorong kemajuan penanganan...

Pasokan Gas RI Dipangkas Selama 18 Hari, Ini Respons Singapura

Pasokan Gas RI Dipangkas Selama 18 Hari, Ini Respons Singapura

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Singapura merespons kebijakan Indonesia yang memangkas ekspor gas dengan menyatakan dampaknya terhadap kebutuhan energi harian negara tersebut...

Dasco Sentil Ketergantungan Rating Bursa, Indonesia Diminta Ambil Kendali

Dasco Sentil Ketergantungan Rating Bursa, Indonesia Diminta Ambil Kendali

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak pelaku pasar dalam negeri bersatu untuk menentukan penilaian terhadap...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

October 24, 2026
Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

October 24, 2026
Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

October 24, 2026
AS Peringatkan Ancaman Iran terhadap Warganya di Timur Tengah

AS Peringatkan Ancaman Iran terhadap Warganya di Timur Tengah

October 24, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Pasokan Gas RI Dipangkas Selama 18 Hari, Ini Respons Singapura

Pasokan Gas RI Dipangkas Selama 18 Hari, Ini Respons Singapura

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved