• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, April 23, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Harga Plastik Terus Menanjak, Ini Penyebab dan Dampaknya ke Ekonomi

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 3, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Harga Plastik Terus Menanjak, Ini Penyebab dan Dampaknya ke Ekonomi

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga plastik di Indonesia mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir akibat terganggunya pasokan bahan baku global.

Lonjakan ini dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada distribusi nafta, bahan utama produksi plastik. Kondisi ini membuat industri dalam negeri ikut terdampak.

Sebagian besar pasokan nafta dunia berasal dari kawasan Asia Barat. Penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz membuat distribusi bahan baku terhambat.

Sekitar 70 persen bahan baku nafta yang biasa dipasok dari kawasan tersebut tidak dapat dikirim. Dampaknya langsung terasa ke industri petrokimia, termasuk di Indonesia.

Selain distribusi, fasilitas produksi juga terganggu. Sejumlah kilang minyak di kawasan Teluk terdampak konflik, sehingga pasokan semakin terbatas.

Kombinasi gangguan produksi dan distribusi membuat harga plastik naik secara global. Indonesia tidak bisa lepas dari dampak karena masih bergantung pada impor bahan baku.

Kenaikan harga mulai terasa sejak awal Maret 2026. Pada awalnya industri mencoba menahan harga dengan mengelola stok yang ada.

Namun, menjelang Lebaran, permintaan meningkat dan stok mulai menipis. Hal ini membuat harga plastik naik lebih cepat di pasar.

Saat ini, industri plastik nasional berada dalam kondisi bertahan. Produksi ditekan agar tetap efisien dan tidak merugi terlalu dalam.

Pelaku industri juga mulai mencari alternatif bahan baku dari luar Timur Tengah. Namun, harga lebih mahal dan waktu pengiriman bisa mencapai 50 hari.

Dampaknya merembet hingga ke pedagang kecil. Harga plastik kresek naik dari Rp 17.000 menjadi Rp 23.000 per pack, atau naik sekitar Rp 6.000.

Kenaikan ini membuat biaya operasional pedagang meningkat. Margin keuntungan pun semakin tertekan di tengah daya beli yang belum sepenuhnya pulih.

Jika kondisi ini berlanjut, harga barang konsumsi berbahan plastik berpotensi ikut naik. Tekanan ini bisa meluas ke sektor lain dalam waktu dekat.

Tags: CobisnisEnergiHeadlineindustriminyakPebisnismudaPerdaganganplastik

Related Posts

WNA Inggris Meninggal di Kantor Imigrasi Depok, Diduga Gantung Diri

WNA Inggris Meninggal di Kantor Imigrasi Depok, Diduga Gantung Diri

by Desti Dwi Natasya
April 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang warga negara asing asal Inggris berinisial DJR (53) ditemukan meninggal dunia di ruang detensi Kantor Imigrasi Depok,...

Sinopsis Till Death, Film Megan Fox yang Tayang Malam Ini di Trans TV

Kasus Flu Burung H5N1 Kembali Muncul di Kamboja, Lansia 66 Tahun Terinfeksi

by Desti Dwi Natasya
April 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang wanita berusia 66 tahun di Kamboja dipastikan terinfeksi flu burung H5N1. Kasus ini menjadi yang keempat...

Belanja di China Kini Bisa Pakai QRIS Mulai 30 April, Praktis Tanpa Tukar Uang

Belanja di China Kini Bisa Pakai QRIS Mulai 30 April, Praktis Tanpa Tukar Uang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sistem pembayaran digital Indonesia, QRIS, akan resmi bisa digunakan di China mulai 30 April. Langkah ini mempermudah...

LPG Naik atau Turun per 22 April? Ini Rincian Harga Terbarunya

LPG Naik atau Turun per 22 April? Ini Rincian Harga Terbarunya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah resmi memperbarui harga LPG untuk berbagai ukuran tabung mulai 22 April. Penyesuaian ini mencakup LPG 3...

Purbaya Ungkap Potensi Kebocoran BBM RI, Ancaman Nyata atau Isu?

Purbaya Ungkap Potensi Kebocoran BBM RI, Ancaman Nyata atau Isu?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti potensi kebocoran BBM subsidi ke luar negeri akibat perbedaan harga yang cukup signifikan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tokopedia dan TikTok Shop Latih Ratusan UMKM Perempuan di Hari Kartini

Tokopedia dan TikTok Shop Latih Ratusan UMKM Perempuan di Hari Kartini

April 22, 2026
Trading 2026: Saat Teknologi Finansial Mencapai Titik Balik Baru

Trading 2026: Saat Teknologi Finansial Mencapai Titik Balik Baru

April 21, 2026
Sri Mulyani Sebut Ada ‘Durian Runtuh’ Mendukung Kesehatan APBN di Tengah Lonjakan Harga Energi

Menkeu Sri Mulyani Ungkap Saldo Anggaran Lebih Tahun 2024 Sebesar Rp457,5 Triliun

July 1, 2025
Beda dari yang Lain, Huawei Pura X Max Tawarkan Layar Lipat Lebih Lebar

Syekh Ahmad Al-Misri Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan terhadap Santri

April 22, 2026
Sejumlah Wilayah Jakarta Padam Listrik, PLN Lakukan Penormalan

Sejumlah Wilayah Jakarta Padam Listrik, PLN Lakukan Penormalan

April 23, 2026
NasDem Dukung Usulan KPK soal Capres dari Kader Partai

NasDem Dukung Usulan KPK soal Capres dari Kader Partai

April 23, 2026
WNA Inggris Meninggal di Kantor Imigrasi Depok, Diduga Gantung Diri

WNA Inggris Meninggal di Kantor Imigrasi Depok, Diduga Gantung Diri

April 23, 2026
PN Jakarta Pusat Putuskan Hary Tanoe dan MNC Bayar Rp531,5 Miliar dalam Sengketa dengan CMNP

PN Jakarta Pusat Putuskan Hary Tanoe dan MNC Bayar Rp531,5 Miliar dalam Sengketa dengan CMNP

April 23, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved