• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, August 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Erick Thohir: Sejak Awal Saya Yakin Bio Farma Mampu Produksi Vaksin COVID-19

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
October 13, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
Holding BUMN Farmasi Siap Transformasi Digital Layanan Kesehatan

JAKARTA,Cobisnis.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan peluncuran dan penyuntikan perdana Vaksin IndoVac merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membangun ketahanan kesehatan nasional.

Adapun peluncuran dan penyuntikan perdana Vaksin IndoVac dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Bio Farma, Bandung, Kamis, 13 Oktober.

Erick mengatakan vaksin BUMN dengan nama IndoVac atau Indonesia Vaccine datang langsung dari orang nomor satu di Indonesia.

“Teringat saat melaporkan pengembangan vaksin BUMN ke Bapak Presiden saat kunjungan ke Korea beberapa waktu lalu. Vaksin IndoVac adalah pemberian nama dari Bapak Presiden, yang hari ini meluncurkan dan mengapresiasi vaksin dengan bahan baku lokal, karya anak bangsa,” ujar Erick, dalam peluncuran dan penyuntikan perdana Vaksin IndoVac, di Gedung Bio Farma, Bandung, Kamis, 13 Oktober.

Selain berdiplomasi ke luar negeri untuk mendapatkan vaksin COVID-19 dua tahun lalu, Erick juga mendorong agar BUMN juga bisa mengembangkan vaksin COVID-19 sendiri.

Erick memiliki keyakinan penuh bahwa BUMN mampu memproduksi sendiri vaksin COVID-19. Soalnya, ucap Erick, Bio Farma selaku induk holding BUMN farmasi telah lama dikenal sebagai salah satu produsen vaksin untuk dunia.

“Banyak yang belum tahu, BioFarma adalah produsen vaksin kelima terbesar di dunia, memproduksi tiga miliar dosis vaksin yang diekspor ke 153 negara. Karena itu sejak awal saya yakin, vaksin COVID-19 di Indonesia bisa diproduksi mandiri, tanpa perlu impor,” ungkap Erick.

Erick menyampaikan, ketahanan kesehatan bersama ketahanan energi dan pangan adalah sesuatu yang sangat penting untuk bangsa Indonesia ke depan, terlebih di era yang sedang terjadi saat ini.

“Di tengah kondisi yang bergejolak di dunia saat ini, penting sekali Indonesia terus bisa mandiri, bahkan berdaulat dalam mengisi kemerdekaannya. Seperti yang Bapak Presiden sudah saksikan hari ini, bagaimana kita bisa mulai memproduksi vaksin IndoVac, tentu ini baru langkah awal,” ujar Erick yang menyampaikan laporan di depan presiden.

Lebih lanjut, Erick menjelaskan IndoVac merupakan hasil kerja sama antara holding BUMN farmasi dengan Baylor College of Medicine (BCM) Amerika Serikat. Tak berhenti di situ, lanjut Erick, holding farmasi juga telah meneken kerja sama dengan perusahaan farmasi Inggris ProFactor Pharma, di KBRI London, Inggris, pada akhir bulan lalu.

Dalam kerja sama tersebut, ucap Erick, Bio Farma akan mendapat hak eksklusif untuk pengembangan bersama produk darah Recombinant Factor VIII (ProFactor dan Bio Farma) secara global.

“Ini mirip dengan yang kita lakukan hari ini kita kerja sama RND, tapi tentu lisensi dan mereknya punya kita. Kemarin kita menandatangani vaksin Hemofilia yaitu kekentalan darah. Kita menjadi ‘hub’ produksi untuk vaksin dunia, ProFactor akan mendistribusikan ke Eropa dan Amerika, Indonesia untuk wilayah Asia, Afrika dan lain-lain. Ini contoh kerja sama yang kita terus dorong ke depan,” lanjut Erick.

Erick mengatakan BUMN juga terus mengkonsolidasikan ekosistem kesehatan nasional, termasuk untuk sektor RnD (riset dan pengembangan) yang masih tertinggal dengan negara lain. Erick menilai RnD memiliki peran penting dalam pengembangan ekosistem kesehatan dalam negeri.

“Seperti yang Bapak lihat tadi, vaksin itu juga bibitnya kita kerja samakan dengan negara lain, tetapi produksi semuanya dari kita, penemuan lanjutannya, TKDN-nya ini sampai 90 persen. Ini yang kita harapkan RnD ke depan harus ada di Indonesia,” kata Erick.

Selain itu, Erick juga terus mendorong konsolidasi manufaktur. Dia telah menugaskan Kimia Farma dapat memproduksi obat-obatan sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat, dan IndoFarma fokus pada pengembangan herbal.

Erick mengaku optimistis pemetaan fokus dalam tubuh holding farmasi akan mampu menurunkan ketergantungan Indonesia terhadap daripada impor bahan baku yang hari ini masih berada di angka 90 persen.

“Saat ini perusahaan distribusi kita juga terpisah-pisah, ini harus dikonsolidasikan supaya efisien dan membuat jaringan lebih luas,” ungkap dia.

Tags: bumncobisnis.comerick thohirPT biofarma

Related Posts

Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Ditahan Imbang Singapura 1-1

Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Ditahan Imbang Singapura 1-1

by Hidayat Taufik
August 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Langkah Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026 harus terhenti pada babak penyisihan grup setelah bermain imbang...

rencana AS perluas penggunaan senjata nuklir

Rencana AS Perluas Penggunaan Senjata Nuklir Dinilai Berbahaya

by Desti Dwi Natasya
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Rencana Amerika Serikat memperluas penggunaan senjata nuklir kembali menuai sorotan dari berbagai pihak. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi...

sinopsis film Memory

Sinopsis Film Memory, Aksi Liam Neeson sebagai Pembunuh Bayaran Pengidap Alzheimer

by Desti Dwi Natasya
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Film Memory kembali hadir sebagai pilihan tontonan malam ini dengan menghadirkan Liam Neeson sebagai pemeran utama. Film...

Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI, Dekan School of Computer Science BINUS University

BINUS University Perluas Program AI untuk Siapkan Talenta Hadapi Ekonomi Global

by Rizki Meirino
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - BINUS University memperluas Program Artificial Intelligence (AI) ke sejumlah kampus sebagai upaya menyiapkan talenta digital Indonesia menghadapi...

Sri Mulyani

Sri Mulyani Kembali Jabat Anggota Dewan Penasihat Bank Dunia

by Desti Dwi Natasya
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sri Mulyani Indrawati kembali dipercaya mengemban jabatan di Bank Dunia sebagai anggota Dewan Penasihat. Penunjukan tersebut menegaskan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Telkomsel Braze AI

Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga Integrasikan AI Braze untuk Tingkatkan Pengalaman Pelanggan

August 7, 2026
BTN dan BRIN Bangun Kolaborasi Pacu Inovasi

BTN dan BRIN Bangun Kolaborasi Pacu Inovasi

August 7, 2026
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Resmi Dijual Global, Pre-order Naik 30 Persen

August 7, 2026
Investor Wajib Catat, Hasil Rebalancing MSCI Dirilis 12 Agustus 2026

Investor Wajib Catat, Hasil Rebalancing MSCI Dirilis 12 Agustus 2026

August 7, 2026
Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Ditahan Imbang Singapura 1-1

Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Ditahan Imbang Singapura 1-1

August 8, 2026
rencana AS perluas penggunaan senjata nuklir

Rencana AS Perluas Penggunaan Senjata Nuklir Dinilai Berbahaya

August 7, 2026
sinopsis film Memory

Sinopsis Film Memory, Aksi Liam Neeson sebagai Pembunuh Bayaran Pengidap Alzheimer

August 7, 2026
Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI, Dekan School of Computer Science BINUS University

BINUS University Perluas Program AI untuk Siapkan Talenta Hadapi Ekonomi Global

August 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved