JAKARTA, Cobisnis.com – Pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho,” tewas setelah baku tembak dengan pasukan keamanan di Meksiko. Kematian gembong narkoba ini memicu kekhawatiran meningkatnya kekerasan kartel di negara tersebut.
Selama bertahun-tahun, pemerintah populis sayap kiri di Meksiko menganjurkan pendekatan damai dengan kartel narkoba. Namun operasi terakhir menunjukkan pendekatan konfrontatif. Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, menyebut kematian El Mencho sebagai kemajuan penting bagi keamanan Meksiko dan kawasan Amerika Latin.
CJNG yang didirikan sekitar tahun 2010 kini aktif di hampir seluruh wilayah Meksiko dan dianggap sebagai salah satu geng kriminal paling kuat. Kartel ini bersaing sengit dengan organisasi lain dan telah dicap sebagai organisasi teroris oleh AS pada 2025 karena keterlibatannya dalam perdagangan narkoba, penculikan, dan pemerasan.
El Mencho dikenal memiliki kehidupan tertutup, meski anggota keluarganya kerap ditangkap di Meksiko dan AS. Ia sempat dipenjara di AS pada 1990-an karena pelanggaran narkoba sebelum naik pamor sebagai pemimpin CJNG. Departemen Luar Negeri AS bahkan menawarkan hadiah hingga 15 juta dolar AS untuk penangkapannya.
Baku tembak terjadi saat pasukan khusus Garda Nasional menargetkan El Mencho di sebuah peternakan. Empat anggota kartel tewas dan beberapa lainnya terluka. El Mencho sempat dibawa ke rumah sakit, namun meninggal dalam perjalanan.
Sejak pengumuman kematiannya, anggota CJNG melakukan aksi kekerasan di 20 dari 31 negara bagian Meksiko. Mereka membakar mobil, melempar molotov ke toko, dan menyerang pangkalan Garda Nasional. Pihak berwenang menempatkan Jalisco dalam siaga darurat dan membatalkan penerbangan internasional di Puerto Vallarta.
Ahli menilai kematian pemimpin kartel tidak otomatis membubarkan organisasi. Dua skenario mungkin terjadi: perebutan kekuasaan internal atau kelompok pesaing berusaha menguasai wilayah CJNG. Kedua skenario ini biasanya memicu siklus kekerasan yang berulang.
Kekhawatiran meningkat karena Piala Dunia FIFA 2026 hanya beberapa bulan lagi, yang digelar di Kanada, AS, dan Meksiko. Tingkat keamanan di sekitar stadion dan area publik kini harus ditingkatkan untuk mencegah risiko bagi pengunjung dan atlet.
Sejarah menunjukkan kartel di Meksiko sebelumnya bereaksi keras terhadap operasi aparat. Misalnya, pada 2019, Kartel Sinaloa membebaskan Ovidio Guzmán dengan meneror kota Culiacán. Namun aksi blokade besar-besaran seperti yang dilakukan CJNG kini jarang terjadi, terutama di destinasi wisata populer.
Serangan terhadap El Mencho menandai pergeseran kebijakan Meksiko ke pendekatan yang lebih konfrontatif terhadap kartel, berbeda dari strategi “Pelukan, bukan tembakan” pemerintah sebelumnya. Tekanan dari AS juga mempercepat tindakan militer dan operasi berskala besar terhadap CJNG.













