• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ekonom Indef Nilai Langkah OJK Tepat Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan

Gilang Praditya by Gilang Praditya
November 26, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Ekonom Indef Nilai Langkah OJK Tepat Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan

Cobisnis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap dalam kondisi terjaga berkat sejumlah kebijakan yang telah dilakukan termasuk pemberian restrukturisasi kredit perbankan. Hal tersebut diamini Ekonom Indef, Aviliani, yang menyebut langkah tersebut tepat.

OJK sebelumnya memutuskan untuk memperpanjang masa pemberian relaksasi restrukturisasi kredit perbankan selama setahun terhitung dari Maret 2021 menjadi Maret 2022.

Dikutip dari siaran pers Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sudah dikeluarkan OJK sejak Maret tahun ini, terbukti bisa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dari tekanan ekonomi akibat dampak pandemi Covid–19.

Meski demikian, penyaluran kredit ini masih belum optimal, dan berkaitan dengan posisi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) di 2020 yang sudah beberapa kali menurunkan BI rate.

“Jangan bunga dulu ya, sebenarnya problemnya gini, kalau yang namanya bank itu kalau tidak ada permintaan tidak akan mungkin bank itu pasti kredit. Karena kalau bank itu menawarkan kredit dulu nanti jadi kredit macet. Kenapa tidak ada permintaan? karena masyarakat kita daya belinya itu turun dan yang kedua adalah orang yang kelas menengah itu belum belanja banyak. Mereka masih pada tumbuhan primer bukan kebutuhan sekunder, makanya uangnya di dalam bank itu sampai 10 persen. Jarang-jarang bank itu kedaptan dana masyarakat sampai 10 persen, biasanya hanya sekitar 6 sampai 7 persen,” ungkap Ekonomi Senior Indef, Aviliani, dalam program Financial Stability Review IDX Channel, Rabu (25/11/2020).

Kalau persoalan kredit, lanjut Aviliani, Bank Indonesia sudah benar, sudah on the track dengan melakukan penurunan suku bunga acuan karena inflasi di Indonesia juga rendah. “Jadi dari sisi suku bunga itu tidak ada problem, bahkan suku bunga deposito pun sekarang sudah turun, jadi artinya dana murah,” ujarnya.

Meski pandemi Covid-19 diperkirakan masih akan berlangsung lama, sektor perbankan nyatanya sudah dikawal luar biasa sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan sudah tidak diragukan.

“Namun, untuk sektor yang keuangan non bank ini masih perlu dijaga. Kemudian, pengawasan terintegrasi yang diberikan oleh OJK ini sudah mulai dilakukan. Menurut saya ini sangat bagus, karena perusahaan atau bank yang punya multifinance atau yang punya non bank asuransi itu jadi salah satu back ball nya dari pada sektor-sektor lainnya. Sehingga dia harus bertanggung jawab nantinya, dalam terintegrasi terhadap anak-anak perusahaannya,” sebut Aviliani.

Ia juga menjelaskan bahwa langkah tersebut salah satu hal yang bagus juga supaya ada penanggung jawab ketika ada hal tidak diinginkan pada sektor keuangan khususnya yang non bank. “Jadi pengawasan terintegrasi yang dikembangkan oleh OJK merupakan salah satu hal yang juga baik,” pungkas Aviliani.

Sekadar informasi, selain relaksasi restrukturisasi kredit, OJK juga tengah menyiapkan perpanjangan beberapa stimulus lanjutan seperti pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah, Loan at Risk, dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer dan penilaian kualitas agunan yang diambil alih, ayda, serta penundaan implementasi basel III.

Tercatat hingga 5 Oktober 2020, realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan sebesar Rp914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur yang terdiri dari 5,88 juta debitur UMKM senilai Rp361,98 triliun, dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp552,69 triliun.

Sementara itu, untuk restrukturisasi pembiayaan perusahaan hingga 27 Oktober sudah mencapai Rp177,66 triliun, dari 4,79 juta kontrak. Sedangkan restrukturisasi pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro dan Bank Wakaf Mikro hingga 31 Agustus masing-masing mencapai Rp26,44 miliar untuk 32 LKM, dan Rp4,52 miliar untuk 13 BWM.

Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download mobile firmware
Download Nulled WordPress Themes
online free course

Related Posts

Trump Ajak Iran Nego Lagi, Teheran Justru Bilang Ogah

Trump Ajak Iran Nego Lagi, Teheran Justru Bilang Ogah

by Hidayat Taufik
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perseteruan antara Amerika Serikat dan Iran belum mereda. Kedua negara masih belum mencapai titik temu terkait upaya...

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000, Ada Tekanan dari Harga Minyak dan Yield AS

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000, Ada Tekanan dari Harga Minyak dan Yield AS

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kembali menguat pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. Rupiah di pasar spot...

Harga Minyak Kembali Naik, Brent Tembus US$106,77 per Barel

Harga Minyak Naik 14% pada September, Brent Tembus US$103,73

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga minyak kembali menguat pada perdagangan Rabu, 30 September 2026. Pergerakan tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat...

Kabel Semrawut Mau Dibersihkan, Pramono Pasang Target 5 Tahun

Kabel Semrawut Mau Dibersihkan, Pramono Pasang Target 5 Tahun

by Hidayat Taufik
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mempercepat penataan kabel yang masih terlihat semrawut di sejumlah ruas jalan Ibu...

Kick-Off BTN Housingpreneur Batch 3

Kick-Off BTN Housingpreneur Batch 3

by Rizki Meirino
September 30, 2026
0

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan (kedua kanan) mengangkat simbol ide didampingi Kepala Badan Kewirausahaan dan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transaksi Jumbo Saham BCA Capai Rp1,35 Triliun, Nama Haji Isam Ikut Mencuat

Transaksi Jumbo Saham BCA Capai Rp1,35 Triliun, Nama Haji Isam Ikut Mencuat

September 29, 2026
Scam Digital Meningkat, 668 Ribu Laporan dan 1,2 Juta Rekening Dilaporkan

Scam Digital Meningkat, 668 Ribu Laporan dan 1,2 Juta Rekening Dilaporkan

September 28, 2026
Makanan Terbuang Jadi Masalah Iklim, Emisinya Capai 10% Secara Global

Makanan Terbuang Jadi Masalah Iklim, Emisinya Capai 10% Secara Global

September 29, 2026
DIDIMAX Raih Juara 1 Highest Exchange Traded Volume

DIDIMAX Raih Juara 1 Highest Exchange Traded Volume

September 29, 2026
Trump Ajak Iran Nego Lagi, Teheran Justru Bilang Ogah

Trump Ajak Iran Nego Lagi, Teheran Justru Bilang Ogah

September 30, 2026
Rupiah Kembali Tembus Rp18.000, Ada Tekanan dari Harga Minyak dan Yield AS

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000, Ada Tekanan dari Harga Minyak dan Yield AS

September 30, 2026
Harga Minyak Kembali Naik, Brent Tembus US$106,77 per Barel

Harga Minyak Naik 14% pada September, Brent Tembus US$103,73

September 30, 2026
Kabel Semrawut Mau Dibersihkan, Pramono Pasang Target 5 Tahun

Kabel Semrawut Mau Dibersihkan, Pramono Pasang Target 5 Tahun

September 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved