• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, August 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ekonom Indef Nilai Langkah OJK Tepat Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan

Gilang Praditya by Gilang Praditya
November 26, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Ekonom Indef Nilai Langkah OJK Tepat Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan

Cobisnis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap dalam kondisi terjaga berkat sejumlah kebijakan yang telah dilakukan termasuk pemberian restrukturisasi kredit perbankan. Hal tersebut diamini Ekonom Indef, Aviliani, yang menyebut langkah tersebut tepat.

OJK sebelumnya memutuskan untuk memperpanjang masa pemberian relaksasi restrukturisasi kredit perbankan selama setahun terhitung dari Maret 2021 menjadi Maret 2022.

Dikutip dari siaran pers Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sudah dikeluarkan OJK sejak Maret tahun ini, terbukti bisa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dari tekanan ekonomi akibat dampak pandemi Covid–19.

Meski demikian, penyaluran kredit ini masih belum optimal, dan berkaitan dengan posisi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) di 2020 yang sudah beberapa kali menurunkan BI rate.

“Jangan bunga dulu ya, sebenarnya problemnya gini, kalau yang namanya bank itu kalau tidak ada permintaan tidak akan mungkin bank itu pasti kredit. Karena kalau bank itu menawarkan kredit dulu nanti jadi kredit macet. Kenapa tidak ada permintaan? karena masyarakat kita daya belinya itu turun dan yang kedua adalah orang yang kelas menengah itu belum belanja banyak. Mereka masih pada tumbuhan primer bukan kebutuhan sekunder, makanya uangnya di dalam bank itu sampai 10 persen. Jarang-jarang bank itu kedaptan dana masyarakat sampai 10 persen, biasanya hanya sekitar 6 sampai 7 persen,” ungkap Ekonomi Senior Indef, Aviliani, dalam program Financial Stability Review IDX Channel, Rabu (25/11/2020).

Kalau persoalan kredit, lanjut Aviliani, Bank Indonesia sudah benar, sudah on the track dengan melakukan penurunan suku bunga acuan karena inflasi di Indonesia juga rendah. “Jadi dari sisi suku bunga itu tidak ada problem, bahkan suku bunga deposito pun sekarang sudah turun, jadi artinya dana murah,” ujarnya.

Meski pandemi Covid-19 diperkirakan masih akan berlangsung lama, sektor perbankan nyatanya sudah dikawal luar biasa sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan sudah tidak diragukan.

“Namun, untuk sektor yang keuangan non bank ini masih perlu dijaga. Kemudian, pengawasan terintegrasi yang diberikan oleh OJK ini sudah mulai dilakukan. Menurut saya ini sangat bagus, karena perusahaan atau bank yang punya multifinance atau yang punya non bank asuransi itu jadi salah satu back ball nya dari pada sektor-sektor lainnya. Sehingga dia harus bertanggung jawab nantinya, dalam terintegrasi terhadap anak-anak perusahaannya,” sebut Aviliani.

Ia juga menjelaskan bahwa langkah tersebut salah satu hal yang bagus juga supaya ada penanggung jawab ketika ada hal tidak diinginkan pada sektor keuangan khususnya yang non bank. “Jadi pengawasan terintegrasi yang dikembangkan oleh OJK merupakan salah satu hal yang juga baik,” pungkas Aviliani.

Sekadar informasi, selain relaksasi restrukturisasi kredit, OJK juga tengah menyiapkan perpanjangan beberapa stimulus lanjutan seperti pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah, Loan at Risk, dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer dan penilaian kualitas agunan yang diambil alih, ayda, serta penundaan implementasi basel III.

Tercatat hingga 5 Oktober 2020, realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan sebesar Rp914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur yang terdiri dari 5,88 juta debitur UMKM senilai Rp361,98 triliun, dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp552,69 triliun.

Sementara itu, untuk restrukturisasi pembiayaan perusahaan hingga 27 Oktober sudah mencapai Rp177,66 triliun, dari 4,79 juta kontrak. Sedangkan restrukturisasi pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro dan Bank Wakaf Mikro hingga 31 Agustus masing-masing mencapai Rp26,44 miliar untuk 32 LKM, dan Rp4,52 miliar untuk 13 BWM.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download micromax firmware
Free Download WordPress Themes
udemy course download free

Related Posts

Daftar 12 Negara Asia Paling Jago Bahasa Inggris, Indonesia Urutan Berapa?

Daftar 12 Negara Asia Paling Jago Bahasa Inggris, Indonesia Urutan Berapa?

by Hidayat Taufik
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia masih belum mampu menyaingi sejumlah negara di kawasan Asia. Berdasarkan indeks terbaru,...

Riset Ungkap Wajah Orang Kaya dan Miskin Bisa Terlihat Berbeda

Riset Ungkap Wajah Orang Kaya dan Miskin Bisa Terlihat Berbeda

by Hidayat Taufik
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kondisi ekonomi seseorang ternyata dapat memengaruhi bagaimana wajahnya dipersepsikan oleh orang lain. Temuan tersebut terungkap dalam sebuah...

Peresmian Training Center PT Dirgantara Indonesia

Jelajahi Kuliner Legendaris Di Festival Kuliner Bandung

by Rizki Meirino
August 30, 2026
0

Pengunjung menikmati beragam kuliner pada gelaran Festival Kuliner Bandung (FKB) Vol. 3 di Area Parkir Barat Summarecon Mall...

Peresmian Training Center PT Dirgantara Indonesia

Peresmian Training Center PT Dirgantara Indonesia

by Rizki Meirino
August 30, 2026
0

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah) disaksikan Wakil Komisaris Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) Marsdya TNI (Purn.) Bagus Puruhito...

Bilal Hasan Cetak KO Ronde 2 dalam Debutnya di UFC

Bilal Hasan Cetak KO Ronde 2 dalam Debutnya di UFC

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Petarung keturunan Indonesia, Bilal Hasan, mencatat kemenangan dalam debutnya di UFC Shanghai 2026. Bilal mengalahkan petarung asal...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
23 Pemain Timnas Indonesia U20 Siap Buru Tiket Piala Asia 2027

23 Pemain Timnas Indonesia U20 Siap Buru Tiket Piala Asia 2027

August 29, 2026
Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

August 29, 2026
Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

August 29, 2026
Destry Damayanti Terpilih Jadi Gubernur BI, Ini Respons Ketua OJK

Destry Damayanti Terpilih Jadi Gubernur BI, Ini Respons Ketua OJK

August 29, 2026
Daftar 12 Negara Asia Paling Jago Bahasa Inggris, Indonesia Urutan Berapa?

Daftar 12 Negara Asia Paling Jago Bahasa Inggris, Indonesia Urutan Berapa?

August 30, 2026
Riset Ungkap Wajah Orang Kaya dan Miskin Bisa Terlihat Berbeda

Riset Ungkap Wajah Orang Kaya dan Miskin Bisa Terlihat Berbeda

August 30, 2026
Peresmian Training Center PT Dirgantara Indonesia

Jelajahi Kuliner Legendaris Di Festival Kuliner Bandung

August 30, 2026
Peresmian Training Center PT Dirgantara Indonesia

Peresmian Training Center PT Dirgantara Indonesia

August 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved