• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, August 1, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ekonom Indef Nilai Langkah OJK Tepat Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan

Gilang Praditya by Gilang Praditya
November 26, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Ekonom Indef Nilai Langkah OJK Tepat Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan

Cobisnis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap dalam kondisi terjaga berkat sejumlah kebijakan yang telah dilakukan termasuk pemberian restrukturisasi kredit perbankan. Hal tersebut diamini Ekonom Indef, Aviliani, yang menyebut langkah tersebut tepat.

OJK sebelumnya memutuskan untuk memperpanjang masa pemberian relaksasi restrukturisasi kredit perbankan selama setahun terhitung dari Maret 2021 menjadi Maret 2022.

Dikutip dari siaran pers Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sudah dikeluarkan OJK sejak Maret tahun ini, terbukti bisa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dari tekanan ekonomi akibat dampak pandemi Covid–19.

Meski demikian, penyaluran kredit ini masih belum optimal, dan berkaitan dengan posisi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) di 2020 yang sudah beberapa kali menurunkan BI rate.

“Jangan bunga dulu ya, sebenarnya problemnya gini, kalau yang namanya bank itu kalau tidak ada permintaan tidak akan mungkin bank itu pasti kredit. Karena kalau bank itu menawarkan kredit dulu nanti jadi kredit macet. Kenapa tidak ada permintaan? karena masyarakat kita daya belinya itu turun dan yang kedua adalah orang yang kelas menengah itu belum belanja banyak. Mereka masih pada tumbuhan primer bukan kebutuhan sekunder, makanya uangnya di dalam bank itu sampai 10 persen. Jarang-jarang bank itu kedaptan dana masyarakat sampai 10 persen, biasanya hanya sekitar 6 sampai 7 persen,” ungkap Ekonomi Senior Indef, Aviliani, dalam program Financial Stability Review IDX Channel, Rabu (25/11/2020).

Kalau persoalan kredit, lanjut Aviliani, Bank Indonesia sudah benar, sudah on the track dengan melakukan penurunan suku bunga acuan karena inflasi di Indonesia juga rendah. “Jadi dari sisi suku bunga itu tidak ada problem, bahkan suku bunga deposito pun sekarang sudah turun, jadi artinya dana murah,” ujarnya.

Meski pandemi Covid-19 diperkirakan masih akan berlangsung lama, sektor perbankan nyatanya sudah dikawal luar biasa sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan sudah tidak diragukan.

“Namun, untuk sektor yang keuangan non bank ini masih perlu dijaga. Kemudian, pengawasan terintegrasi yang diberikan oleh OJK ini sudah mulai dilakukan. Menurut saya ini sangat bagus, karena perusahaan atau bank yang punya multifinance atau yang punya non bank asuransi itu jadi salah satu back ball nya dari pada sektor-sektor lainnya. Sehingga dia harus bertanggung jawab nantinya, dalam terintegrasi terhadap anak-anak perusahaannya,” sebut Aviliani.

Ia juga menjelaskan bahwa langkah tersebut salah satu hal yang bagus juga supaya ada penanggung jawab ketika ada hal tidak diinginkan pada sektor keuangan khususnya yang non bank. “Jadi pengawasan terintegrasi yang dikembangkan oleh OJK merupakan salah satu hal yang juga baik,” pungkas Aviliani.

Sekadar informasi, selain relaksasi restrukturisasi kredit, OJK juga tengah menyiapkan perpanjangan beberapa stimulus lanjutan seperti pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah, Loan at Risk, dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer dan penilaian kualitas agunan yang diambil alih, ayda, serta penundaan implementasi basel III.

Tercatat hingga 5 Oktober 2020, realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan sebesar Rp914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur yang terdiri dari 5,88 juta debitur UMKM senilai Rp361,98 triliun, dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp552,69 triliun.

Sementara itu, untuk restrukturisasi pembiayaan perusahaan hingga 27 Oktober sudah mencapai Rp177,66 triliun, dari 4,79 juta kontrak. Sedangkan restrukturisasi pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro dan Bank Wakaf Mikro hingga 31 Agustus masing-masing mencapai Rp26,44 miliar untuk 32 LKM, dan Rp4,52 miliar untuk 13 BWM.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
free online course
download intex firmware
Download Premium WordPress Themes Free
lynda course free download

Related Posts

FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia Usai Gelombang Penolakan

AS Jadi Sorotan Usai AI Salah Tempatkan Enam Negara Afrika di Peta

by Desti Dwi Natasya
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Amerika Serikat menjadi sorotan setelah menampilkan peta Afrika yang keliru dalam presentasi resmi di Konferensi AIDS...

Ada Apa? Mal Ramai-Ramai Pasang Pagar Besi Tinggi Jelang Agustus

Ada Apa? Mal Ramai-Ramai Pasang Pagar Besi Tinggi Jelang Agustus

by Hidayat Taufik
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya menjadi perhatian publik setelah ramai...

Masa Depan Ferran Torres di Barcelona Menggantung, Bertahan atau Hengkang?

Masa Depan Ferran Torres di Barcelona Menggantung, Bertahan atau Hengkang?

by Hidayat Taufik
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Masa depan Ferran Torres di Barcelona mulai menemukan titik terang. Klub asal Catalunya itu disebut memberikan kebebasan...

FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia Usai Gelombang Penolakan

Kejagung Raup Rp129,15 Miliar dari Lelang Aset Rampasan Benny Tjokro

by Desti Dwi Natasya
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil mengantongi Rp129,15 miliar dari hasil lelang aset rampasan milik...

Asal-usul Orang Betawi Tak Mengenal Marga, Begini Sejarahnya

Asal-usul Orang Betawi Tak Mengenal Marga, Begini Sejarahnya

by Hidayat Taufik
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Masyarakat Betawi memiliki ciri khas yang membedakannya dari sejumlah suku lain di Indonesia. Salah satunya adalah tidak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Purbaya Pastikan Anggaran MBG Baru Dipisah Mulai APBN 2028

Purbaya Pastikan Anggaran MBG Baru Dipisah Mulai APBN 2028

July 31, 2026
Kemenpar: Baju Kurung, Budaya Melayu Lintas Negara

Kemenpar: Baju Kurung, Budaya Melayu Lintas Negara

July 31, 2026
Gerindra Buka Suara soal Turunnya Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo

Gerindra Buka Suara soal Turunnya Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo

July 31, 2026
Prabowo Janji Tak Ada Lagi Gunung Sampah di Indonesia pada Pengujung 2027

Prabowo Janji Tak Ada Lagi Gunung Sampah di Indonesia pada Pengujung 2027

July 31, 2026
FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia Usai Gelombang Penolakan

AS Jadi Sorotan Usai AI Salah Tempatkan Enam Negara Afrika di Peta

August 1, 2026
Ada Apa? Mal Ramai-Ramai Pasang Pagar Besi Tinggi Jelang Agustus

Ada Apa? Mal Ramai-Ramai Pasang Pagar Besi Tinggi Jelang Agustus

August 1, 2026
Masa Depan Ferran Torres di Barcelona Menggantung, Bertahan atau Hengkang?

Masa Depan Ferran Torres di Barcelona Menggantung, Bertahan atau Hengkang?

August 1, 2026
FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia Usai Gelombang Penolakan

Kejagung Raup Rp129,15 Miliar dari Lelang Aset Rampasan Benny Tjokro

August 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved