JAKARTA, Cobisnis.com – Wabah Ebola varian Bundibugyo yang melanda Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda membuat WHO mengeluarkan peringatan serius. Menurut Petugas Teknis WHO, Anaïs Legand, virus ini kerap menular saat seseorang merawat anggota keluarga yang sedang sakit.
Karena itu, WHO mengimbau keluarga dan kerabat untuk tidak melakukan kontak fisik dengan pasien yang menunjukkan gejala Ebola. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penularan lebih luas, meski sering kali sulit dilakukan secara emosional.
WHO mencatat tingkat fatalitas Ebola Bundibugyo pada wabah sebelumnya berkisar 30 hingga 50 persen. Meski demikian, peluang kesembuhan dapat meningkat melalui deteksi dini, perawatan yang tepat, dan respons cepat dari tenaga kesehatan.
Salah satu pasien di DRC bahkan telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit. WHO juga tengah mengevaluasi sejumlah terapi potensial, termasuk antibodi monoklonal MBP 134, maftivimab, serta obat antivirus remdesivir.
Selain itu, dua kandidat vaksin baru telah disiapkan untuk diuji lebih lanjut. WHO terus mengumpulkan para ahli guna menilai efektivitas vaksin dan pengobatan yang dapat digunakan dalam penanganan wabah ini.
Tantangan terbesar saat ini adalah akses ke wilayah terdampak, terutama di Provinsi Ituri yang juga merupakan zona konflik bersenjata. Kondisi keamanan dan logistik yang sulit membuat penanganan wabah menjadi lebih kompleks.
Hingga 28 Mei 2026, DRC melaporkan 125 kasus terkonfirmasi dengan 17 kematian. Sementara itu, Uganda mencatat 7 kasus positif dan 1 korban jiwa, dengan WHO menyatakan belum ada bukti penularan di tingkat komunitas.













