JAKARTA, Cobisnis.com – Perusahaan migas asal Inggris, BP, berencana memangkas sekitar 700 pekerja non frontline di berbagai negara sebagai bagian dari strategi efisiensi perusahaan. Langkah tersebut dilakukan untuk menyederhanakan organisasi, meningkatkan profitabilitas, serta memperkuat bisnis inti di sektor minyak dan gas.
Rencana itu tertuang dalam surat elektronik internal perusahaan yang beredar pada Kamis, 30 Juli 2026. Pemangkasan diperkirakan berdampak pada sekitar 8 persen dari total 8.500 posisi non frontline yang berada di bawah unit produksi dan operasional.
BP memastikan kebijakan tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap pekerja frontline. Posisi seperti operator, teknisi, dan petugas pemeliharaan tetap dipertahankan agar operasional perusahaan berjalan normal.
Dalam surat internalnya, BP menjelaskan bahwa sebagian posisi akan dihapus, diubah secara signifikan, atau dipindahkan ke unit lain sebagai bagian dari struktur organisasi yang baru.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk menekan utang, meningkatkan laba, dan memberikan imbal hasil yang lebih baik kepada para pemegang saham. BP juga tengah mengalihkan fokus bisnisnya kembali ke sektor minyak dan gas setelah memangkas investasi pada energi terbarukan.
Perubahan strategi tersebut dilakukan setelah Meg O’Neill resmi menjabat sebagai Chief Executive Officer pada April 2026. Di bawah kepemimpinannya, struktur bisnis BP disederhanakan dari tiga segmen menjadi dua, yaitu upstream dan downstream.
Struktur organisasi baru mulai diterapkan pada awal Juli 2026. Perusahaan berharap model yang lebih ramping dapat mempercepat pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Hingga akhir 2025, BP tercatat mempekerjakan sekitar 93.700 karyawan yang tersebar di 61 negara. Meski mengakui tengah melakukan restrukturisasi, perusahaan belum mengonfirmasi secara resmi jumlah posisi yang akan terdampak.
Juru bicara BP menyatakan perusahaan sedang membangun organisasi yang lebih sederhana, lebih kuat, dan memiliki nilai bisnis yang lebih tinggi. Proses perubahan tersebut diperkirakan akan menyebabkan pengurangan sejumlah posisi sebagai bagian dari transformasi jangka panjang perusahaan.













