JAKARTA, Cobisnis.com – Dewan Perwakilan Rakyat negara bagian New Mexico menyetujui pembentukan komite khusus bipartisan untuk menyelidiki properti milik mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang dikenal sebagai Zorro Ranch.
Langkah tersebut disahkan pada Senin dan menginstruksikan pembentukan komite bernama “Truth Commission” untuk menyelidiki dugaan aktivitas kriminal di properti tersebut serta menentukan apakah diperlukan tindakan legislatif tambahan. Komite ini memiliki kewenangan memanggil saksi dan mengeluarkan surat panggilan (subpoena).
Dalam teks resolusi disebutkan bahwa DPR New Mexico khawatir kegagalan menyelidiki dugaan aktivitas kriminal di Zorro Ranch dapat terus berdampak pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat serta mengancam kepercayaan publik terhadap pemerintah negara bagian. Rancangan tersebut lolos dengan 62 suara tanpa penolakan, sementara delapan anggota absen dalam pemungutan suara.
Desakan Transparansi Pasca Rilis Dokumen DOJ
Pembentukan komisi ini muncul setelah United States Department of Justice merilis jutaan halaman dokumen terkait Epstein, yang memicu gelombang tuntutan transparansi dan penyelidikan lanjutan di berbagai sektor. Anggota DPR AS dari New Mexico, Melanie Stansbury, memuji langkah tersebut dan menyatakan bahwa New Mexico bertindak ketika pemerintah federal dinilai gagal melakukan investigasi menyeluruh.
Sementara itu, anggota DPR negara bagian Marianna Anaya menegaskan bahwa komite siap meminta pertanggungjawaban bukan hanya dari Epstein, tetapi juga pihak-pihak yang memungkinkan terjadinya dugaan pelanggaran serta institusi yang dinilai gagal melindungi korban. Menurut Anaya, kewenangan subpoena menjadi aspek krusial agar saksi dan penyintas dapat memberikan keterangan secara serius dan aman.
Komite tersebut diwajibkan menyerahkan sedikitnya dua laporan sebelum dibubarkan pada 1 Januari 2027.
Email 2019 Dan Tuduhan Belum Terverifikasi
Sorotan juga tertuju pada email tahun 2019 yang termasuk dalam dokumen DOJ. Email itu dikirim kepada Eddy Aragon, pembawa acara radio lokal, dan berisi tuduhan bahwa dua perempuan asing dikuburkan di perbukitan dekat Zorro Ranch atas perintah Epstein dan “Madam G,” yang diduga merujuk pada Ghislaine Maxwell. Tuduhan tersebut belum diverifikasi dan tidak jelas apakah pernah diselidiki aparat penegak hukum.
Komisaris tanah publik New Mexico, Stephanie Garcia Richard, menyatakan bahwa sebagian lahan di sekitar ranch merupakan tanah milik negara yang disewakan. Ia mengaku telah meminta investigasi sejak 2019, tahun ketika Epstein didakwa atas tuduhan perdagangan seks sebelum akhirnya meninggal dunia saat menunggu persidangan.
Departemen Kehakiman New Mexico juga telah meminta Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche untuk menyerahkan email tanpa sensor serta informasi terkait identitas pengirimnya, namun hingga kini belum menerima tanggapan.
Status Terkini Zorro Ranch
Zorro Ranch, yang dibeli Epstein pada 1993, telah dijual pada 2023 kepada keluarga Don Huffines, mantan senator negara bagian Texas yang kini mencalonkan diri sebagai comptroller negara bagian tersebut. Huffines menyatakan hasil penjualan properti tersebut digunakan untuk kompensasi korban dan bahwa ranch kini sedang dibangun kembali menjadi pusat retret Kristen. Ia juga menyatakan siap bekerja sama jika dihubungi aparat penegak hukum.
Pembentukan Truth Commission menandai babak baru dalam upaya negara bagian New Mexico untuk menggali kebenaran terkait dugaan aktivitas di Zorro Ranch, sekaligus merespons tekanan publik akan transparansi dan akuntabilitas.













