• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Di Tengah Tekanan Global, MBG Dinilai Penting untuk Investasi Sumber Daya Manusia

Dwi Natasya by Dwi Natasya
February 7, 2026
in Nasional
0
Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Positif, Ahli Tekankan Pentingnya Pengawasan dan Profesionalisme

JAKARTA, Cobisnis.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perbincangan publik. Di satu sisi, program ini dipandang sebagai bentuk kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat atas gizi. Namun di sisi lain, muncul anggapan bahwa MBG berpotensi menjadi pemborosan anggaran di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Meski menuai pro dan kontra, MBG dinilai sebagai kebijakan sosial yang bersifat fundamental dan tidak semestinya dihentikan. Justru, di tengah dinamika ekonomi global yang sulit diprediksi, program ini dianggap semakin relevan.

Pengamat kebijakan publik Fakhrido Susilo, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik President University sekaligus Direktur Eksekutif lembaga riset Kiprah, menilai bahwa gejolak ekonomi tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga negara-negara lain.

“Dinamika ekonomi global ini tidak hanya dirasakan Indonesia. Seluruh negara juga mengalaminya, seperti India, Brasil, hingga Amerika Serikat. Tapi tanggung jawab sosial negara tetap berjalan dan mereka tidak menghentikan program makan siang bagi anak-anak,” ujar Fakhrido.

Menurutnya, pemerintah memiliki berbagai instrumen kebijakan untuk merespons tantangan ekonomi tanpa harus mengorbankan program MBG. Ia menilai MBG justru merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia.

Fakhrido juga menyoroti kondisi sosial di Indonesia, di mana banyak orang tua harus bekerja dengan lebih dari satu profesi. Situasi tersebut kerap membuat perhatian terhadap pemenuhan gizi anak menjadi terbatas.

“Banyak orang tua bekerja dari pagi sampai malam, bahkan punya dua pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini, perhatian terhadap gizi anak sering terabaikan. Kehadiran MBG meringankan beban orang tua dan memastikan anak tetap mendapat asupan bergizi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MBG tidak hanya berkaitan dengan rasa kenyang, melainkan berpengaruh langsung terhadap kualitas berpikir anak.

“Kalau fondasi gizinya lemah sejak dini, intervensi di pendidikan tinggi tidak akan efektif. Tanpa gizi yang baik, skor PISA sulit meningkat dan target Indonesia Emas 2045 hanya akan jadi wacana,” katanya.

Meski mendukung keberlanjutan MBG, Fakhrido mendorong adanya perbaikan dari sisi efisiensi dan tata kelola anggaran. Ia menilai pemerintah perlu melibatkan lembaga riset independen untuk melakukan evaluasi dampak secara menyeluruh.

“Pemerintah perlu melakukan impact evaluation. Apakah MBG benar-benar meningkatkan kehadiran sekolah, kemampuan kognitif anak, dan berdampak pada UMKM serta koperasi lokal. Studi komparatif dengan negara seperti India dan Brasil juga penting, karena selama ini riset tentang MBG masih sangat minim,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh pakar dan edukator kesehatan dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes. Ia menilai MBG sebagai solusi konkret untuk mendekatkan akses anak-anak terhadap makanan bergizi, sekaligus berpotensi menggerakkan ekonomi berbasis pangan lokal.

“Kehadiran program MBG ini sebenarnya untuk memudahkan akses anak terhadap makanan bergizi,” kata dr. Rita.

Ia menekankan pentingnya variasi menu dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, program ini tidak boleh hanya terpaku pada menu tertentu, tetapi harus memanfaatkan kekayaan pangan lokal yang tersedia di berbagai daerah.

“Kalau kita fokus pada pangan lokal, keragaman pangan anak meningkat, lapangan pekerjaan terbuka, dan pendapatan masyarakat ikut naik. Dampak ekonominya nyata,” tambahnya.

Pemanfaatan bahan lokal juga dinilai dapat menjawab isu efisiensi anggaran. dr. Rita menyebut Indonesia memiliki ratusan jenis buah, sayur, sumber karbohidrat, protein, dan kacang-kacangan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Sayur saja ada 228 jenis, buah hampir 400 jenis. Kita tidak akan kekurangan bahan pangan kalau ini dieksplorasi dengan baik. Tidak akan ada cerita kekurangan stok karena MBG,” pungkasnya.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
download mobile firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
Tags: gizi anakKebijakan publikmakan bergizi gratismbgpembangunan manusia

Related Posts

Mulai 5 Oktober, Insentif Dapur MBG Dihitung Rp2.000 per Porsi

Mulai 5 Oktober, Insentif Dapur MBG Dihitung Rp2.000 per Porsi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Gizi Nasional atau BGN mengubah skema insentif operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang menjalankan...

Makanan MBG Tak Sesuai Standar, Sekolah Berhak Menolaknya

Penutupan SPPG Jadi Langkah Korektif, BGN Perkuat Pengawasan MBG

by Rizki Meirino
September 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat pengawasan MBG melalui penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum...

Pengamat Soroti Beban Sekolah Jika Kelola Dapur MBG

Kepemimpinan Baru BGN Buka Peluang MBG Perkuat Ekonomi Lokal

by Rizki Meirino
September 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki potensi lebih luas dari sekadar pemenuhan kebutuhan gizi anak. Dalam...

Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Insiden Keamanan Pangan di Program MBG

Ahli Gizi: Menu Lokal Perkuat MBG dan Lebih Diterima Anak

by Rizki Meirino
September 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menu lokal MBG dinilai dapat memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus membuat makanan lebih dekat dengan...

aturan baru MBG

Akademisi: MBG Bisa Jadi Pelajaran Kewarganegaraan di Sekolah

by Rizki Meirino
September 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai dapat menjadi sarana pembelajaran kewarganegaraan bagi siswa di sekolah. Akademisi Universitas...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LPS Selesaikan Klaim Simpanan Rp243,02 Miliar di Jabar

LPS Selesaikan Klaim Simpanan Rp243,02 Miliar di Jabar

October 4, 2026
DMO Batu Bara 2027 Diusulkan Fokus untuk Kelistrikan

DMO Batu Bara 2027 Diusulkan Fokus untuk Kelistrikan

October 4, 2026
Mobil Paling Mahal di Dunia Saat Ini Adalah Rolls‑Royce Droptail

Mobil Paling Mahal di Dunia Saat Ini Adalah Rolls‑Royce Droptail

November 21, 2025
WIG Artisan Market 2026 Perkuat Ekosistem Gastronomi Berkelanjutan

WIG Artisan Market 2026 Perkuat Ekosistem Gastronomi Berkelanjutan

October 4, 2026
Portugal memastikan tiket perempat final UEFA Nations League usai mengalahkan Norwegia, sementara Jerman ditahan Yunani.

Portugal Lolos, Jerman Masih Tertahan

October 5, 2026
Houthi mengklaim menyerang fasilitas Aramco di Riyadh dan Khurais dengan rudal serta drone hingga memicu kebakaran.

Houthi Klaim Serang Aramco di Riyadh

October 5, 2026
Jelang Final ASEAN Cup, Gianni Infantino Temui Prabowo

Jelang Final ASEAN Cup, Gianni Infantino Temui Prabowo

October 5, 2026
Marc Marquez menang di GP Jepang 2026 dan memangkas jarak dengan Jorge Martin menjadi dua poin menjelang MotoGP Indonesia di Mandalika.

Marc Marquez Pangkas Jarak dari Jorge Martin

October 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved