• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Di Tengah Tekanan Global, MBG Dinilai Penting untuk Investasi Sumber Daya Manusia

Dwi Natasya by Dwi Natasya
February 7, 2026
in Nasional
0
Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Positif, Ahli Tekankan Pentingnya Pengawasan dan Profesionalisme

JAKARTA, Cobisnis.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perbincangan publik. Di satu sisi, program ini dipandang sebagai bentuk kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat atas gizi. Namun di sisi lain, muncul anggapan bahwa MBG berpotensi menjadi pemborosan anggaran di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Meski menuai pro dan kontra, MBG dinilai sebagai kebijakan sosial yang bersifat fundamental dan tidak semestinya dihentikan. Justru, di tengah dinamika ekonomi global yang sulit diprediksi, program ini dianggap semakin relevan.

Pengamat kebijakan publik Fakhrido Susilo, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik President University sekaligus Direktur Eksekutif lembaga riset Kiprah, menilai bahwa gejolak ekonomi tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga negara-negara lain.

“Dinamika ekonomi global ini tidak hanya dirasakan Indonesia. Seluruh negara juga mengalaminya, seperti India, Brasil, hingga Amerika Serikat. Tapi tanggung jawab sosial negara tetap berjalan dan mereka tidak menghentikan program makan siang bagi anak-anak,” ujar Fakhrido.

Menurutnya, pemerintah memiliki berbagai instrumen kebijakan untuk merespons tantangan ekonomi tanpa harus mengorbankan program MBG. Ia menilai MBG justru merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia.

Fakhrido juga menyoroti kondisi sosial di Indonesia, di mana banyak orang tua harus bekerja dengan lebih dari satu profesi. Situasi tersebut kerap membuat perhatian terhadap pemenuhan gizi anak menjadi terbatas.

“Banyak orang tua bekerja dari pagi sampai malam, bahkan punya dua pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini, perhatian terhadap gizi anak sering terabaikan. Kehadiran MBG meringankan beban orang tua dan memastikan anak tetap mendapat asupan bergizi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MBG tidak hanya berkaitan dengan rasa kenyang, melainkan berpengaruh langsung terhadap kualitas berpikir anak.

“Kalau fondasi gizinya lemah sejak dini, intervensi di pendidikan tinggi tidak akan efektif. Tanpa gizi yang baik, skor PISA sulit meningkat dan target Indonesia Emas 2045 hanya akan jadi wacana,” katanya.

Meski mendukung keberlanjutan MBG, Fakhrido mendorong adanya perbaikan dari sisi efisiensi dan tata kelola anggaran. Ia menilai pemerintah perlu melibatkan lembaga riset independen untuk melakukan evaluasi dampak secara menyeluruh.

“Pemerintah perlu melakukan impact evaluation. Apakah MBG benar-benar meningkatkan kehadiran sekolah, kemampuan kognitif anak, dan berdampak pada UMKM serta koperasi lokal. Studi komparatif dengan negara seperti India dan Brasil juga penting, karena selama ini riset tentang MBG masih sangat minim,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh pakar dan edukator kesehatan dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes. Ia menilai MBG sebagai solusi konkret untuk mendekatkan akses anak-anak terhadap makanan bergizi, sekaligus berpotensi menggerakkan ekonomi berbasis pangan lokal.

“Kehadiran program MBG ini sebenarnya untuk memudahkan akses anak terhadap makanan bergizi,” kata dr. Rita.

Ia menekankan pentingnya variasi menu dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, program ini tidak boleh hanya terpaku pada menu tertentu, tetapi harus memanfaatkan kekayaan pangan lokal yang tersedia di berbagai daerah.

“Kalau kita fokus pada pangan lokal, keragaman pangan anak meningkat, lapangan pekerjaan terbuka, dan pendapatan masyarakat ikut naik. Dampak ekonominya nyata,” tambahnya.

Pemanfaatan bahan lokal juga dinilai dapat menjawab isu efisiensi anggaran. dr. Rita menyebut Indonesia memiliki ratusan jenis buah, sayur, sumber karbohidrat, protein, dan kacang-kacangan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Sayur saja ada 228 jenis, buah hampir 400 jenis. Kita tidak akan kekurangan bahan pangan kalau ini dieksplorasi dengan baik. Tidak akan ada cerita kekurangan stok karena MBG,” pungkasnya.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
free online course
download intex firmware
Free Download WordPress Themes
online free course
Tags: gizi anakKebijakan publikmakan bergizi gratismbgpembangunan manusia

Related Posts

Jangan Biarkan Anak Tidur Larut, Ini Risikonya bagi Pertumbuhan

Jangan Biarkan Anak Tidur Larut, Ini Risikonya bagi Pertumbuhan

by Hidayat Taufik
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Waktu tidur ternyata menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan orangtua dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kebiasaan...

Siswa Tojo Una-Una Cerita Perubahan Setelah Dapat MBG

Siswa Tojo Una-Una Cerita Perubahan Setelah Dapat MBG

by Rizki Meirino
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan perubahan dalam keseharian siswa sekolah dasar di Kabupaten Tojo Una-Una,...

Nanik Disebut Punya Banyak Dapur SPPG, Ini Kata OC Kaligis

Nanik Disebut Punya Banyak Dapur SPPG, Ini Kata OC Kaligis

by Hidayat Taufik
August 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kuasa hukum Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung, OC Kaligis, menyampaikan adanya informasi mengenai dugaan...

1.300 SPPG Tutup, Luhut Minta Pengelolaan MBG Lebih Ketat

1.300 SPPG Tutup, Luhut Minta Pengelolaan MBG Lebih Ketat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan meminta Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono membenahi tata kelola Program...

Kepala SPPG Karanganyar Keracunan setelah Mencicipi Ayam Rempah Menu MBG

Kepala SPPG Karanganyar Keracunan setelah Mencicipi Ayam Rempah Menu MBG

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Jati, Jaten, Karanganyar, Abra Yodha Raya, mengalami mual, muntah, dan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

August 24, 2026
Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

August 24, 2026
VW Hadapi Krisis Berat, Sejumlah Pabrik Terancam Ditutup

VW Hadapi Krisis Berat, Sejumlah Pabrik Terancam Ditutup

August 24, 2026
Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

August 24, 2026
Enea Bastianini Trackhouse MotoGP

Enea Bastianini Resmi Gabung Trackhouse MotoGP 2027

August 26, 2026
Gugatan Demon Hunter terhadap Netflix

Ini 7 Alasan Demon Hunter Gugat Netflix

August 26, 2026
Kecap Oishii Ekspor Perdana ke Belanda

Kecap Oishii Ekspor Perdana ke Belanda

August 26, 2026
Persib Bandung meluncurkan jersey baru untuk musim 2026/2027 dengan konsep Lives Inside Us, teknologi Kelme, serta harga Rp1.191.919.

Persib Rilis Jersey Baru untuk Musim 2026/2027

August 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved