• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Desa BSI di Provinsi Lampung Berhasil Tingkatkan Pendapatan Petani Lokal

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
February 25, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
Desa BSI di Provinsi Lampung Berhasil Tingkatkan Pendapatan Petani Lokal

LAMPUNG,Cobisnis.com 25 Februari 2022.* Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki program unggulan Desa BSI atau Desa Berdaya Sejahtera Indonesia. Program pemberdayaan wilayah binaan ini difokuskan untuk pengembangan klaster usaha di wilayah desa baik di sektor pertanian, peternakan dan perkebunan. Program ini dilakukan dengan pendampingan intensif baik teknis maupun pendekatan dakwah islam.

Saat ini Yayasan BSMU bersama BSI memiliki enam desa BSI. Sebanyak enam desa BSI ini adalah Klaster Pertanian Padi Desa Rejo Asri, Lampung; Klaster Peternakan Kambing Desa Kedarpan, Purbalingga; Klaster peternakan sapi Desa Jati Trenggalek; dan Klaster Pertanian Mina Padi Desa Candi Binangun Yogyakarta.

Pada tahun 2022 Yayasan BSMU dan BSI berencana meluncurkan Desa BSI pertama ada di Provinsi Aceh dan kedua ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Khusus untuk Desa BSI di Lampung, tercatat telah memenangkan penghargaan lingkungan Kalpataru untuk pertanian organik dan ramah lingkungan di 2019. Selain itu, Desa BSI Lampung pada 2021 juga telah mengirimkan duta petani milenial dan duta petani dari Kementerian Pertanian.

Pada 2021, Desa BSI Lampung masuk dalam salah satu program unggulan Top CSR Award untuk kategori program CSR dan leadership. Desa BSI Lampung juga merupakan salah satu program yang sudah memasuki periode exit.

Direktur Eksekutif Yayasan BSMU, Sukoriyanto Saputro menjelaskan program Desa BSI telah memberikan manfaat ke berbagai stakeholder salah satunya adalah pembukaan akses bank dengan penambahan 152 number of account. “Hal ini mendukung terciptanya budaya transaksi non tunai dan membiasakan petani mengelola keuangan keluarga dengan baik,” kata Sukoriyanto.

Group Head Change Management and Transformation Office BSI, sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus Yayasan BSMU, Suhendar menyampaikan program Desa BSI ini diharapkan bisa memenuhi cita-cita besar untuk mensejahterakan masyarakat dan mewujudkan dampak sosial berkelanjutan. “Kami berkomitmen penuh pada pengembangan People, Planet dan Profit dengan pengutamakan kaidah Maqasid Syariah,” kata Suhendar.

Selain itu, penerima manfaat di sekitar desa binaan juga telah menyalurkan zakatnya sebanyak 20,2 ton atau Rp89 juta yang disalurkan melalui Yayasan BSMU. Hal ini merupakan manifestasi keberhasilan program dan peningkatan perekonomian masyarakat.

Aset kelompok petani juga meningkat dari bantuan awal hanya Rp2,5 miliar, saat ini telah dikembangkan menjadi Rp4,2 miliar. Peningkatan aset kelompok tani ini juga berpengaruh ke pendapatan rata rata petani lokal di Lampung.

Secara umum, Desa BSI bertujuan untuk meningkatkan pendapatan mustahik menjadi muzakki. Indikator keberhasilan program pertanian di desa adalah, naiknya pendapatan kepala keluarga minimal 1 kali dari pendapatan awal. Selain itu, keunggulan program ini adalah penerapan model pertanian ramah lingkungan yang dikelola dari hulu ke hilir oleh kelompok tani itu sendiri.

Di akhir program, Yayasan BSMU bersama BSI berhasil meningkatkan kesejahteraan petani dengan 100% rumah tangga miskin berpindah menjadi rumah tangga sejahtera serta masuknya 52 kepala keluarga mitra.

Yayasan BSMU dan BSI juga berhasil mendorong sistem jaminan sosial swadaya dengan adanya alokasi CSR kelompok petani, pinjaman darurat serta aktivitas sosial lainnya.

Petani juga sudah mulai memperluas produksi, yang tadinya hanya 4 ton per hari menjadi 8 ton per hari. Perluasan bisnis juga ditambah dengan adanya bisnis benih pertanian organik serta perluasan pangsa pasar.

Di awal program banyak perubahan-perubahan yang terjadi dan yang paling signifikan adalah luas lahan yang tadinya hanya 25 hektar, berkembang menjadi 81 hektar. Penjualan produk hingga 672 ton yang didukung oleh mitra-mitra Gapsera. Omset petani Desa BSI Lampung mengalami peningkatan 2200 persen, yang saat ini senilai Rp6,7 miliar serta peningkatan keuntungan bersih pabrik sebanyak Rp757 juta.

Tags: Bank syariah indonesiacobisnis.comPertanian

Related Posts

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecemasan dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari menghadapi ujian hingga menunggu kabar yang penting. Meski wajar...

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Monako dinobatkan sebagai tempat tinggal terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan Nomad Lifestyle Index yang dirilis Nomad...

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai negara paling ramah di dunia pada 2026 berdasarkan Readers' Choice Awards...

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi emas dunia masih didominasi sejumlah negara dengan industri pertambangan berskala besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries...

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved