• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, April 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Coca-Cola dan Nestlé di Tengah Sorotan Isu Lingkungan dan Etika

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 30, 2026
in Nasional
0
Coca-Cola dan Nestlé di Tengah Sorotan Isu Lingkungan dan Etika

JAKARTA, Cobisnis.com – Coca-Cola dan Nestlé kembali menjadi sorotan publik global seiring meningkatnya kampanye boikot di berbagai negara. Isu yang mengemuka bukan hanya soal geopolitik, tetapi juga rangkaian persoalan lingkungan, kesehatan, dan etika bisnis yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Coca-Cola secara konsisten dinobatkan sebagai pencemar plastik nomor satu dunia dalam sejumlah audit merek global. Botol plastik sekali pakai perusahaan ini ditemukan paling banyak di pantai, sungai, dan laut di berbagai wilayah.

Kritik utama terhadap Coca-Cola tertuju pada ketimpangan antara produksi plastik dan upaya daur ulang. Program keberlanjutan perusahaan dinilai belum sebanding dengan volume kemasan plastik yang dilepas ke lingkungan.

Selain isu plastik, Coca-Cola juga kerap dikaitkan dengan konflik sumber daya air. Di beberapa negara seperti India, Meksiko, dan kawasan Afrika, perusahaan ini dituduh mengambil air tanah secara berlebihan.

Aktivitas tersebut dinilai mengganggu pasokan air bagi masyarakat lokal dan petani. Sejumlah kasus konflik air yang melibatkan Coca-Cola telah muncul sejak awal 2000-an dan masih menjadi rujukan kritik hingga kini.

Di bidang kesehatan, Coca-Cola menghadapi tekanan terkait kandungan gula tinggi dalam produknya. Minuman manis disebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko obesitas dan diabetes di banyak negara.

Perusahaan ini juga dituding menargetkan iklan ke anak-anak serta aktif melawan kebijakan pajak gula yang diterapkan sejumlah pemerintah sebagai upaya menekan konsumsi gula berlebih.

Sementara itu, Nestlé menghadapi spektrum kritik yang lebih luas. Salah satu isu paling sensitif adalah pengelolaan air minum kemasan, yang dipandang sebagai komodifikasi sumber daya dasar.

Pernyataan lama pimpinan Nestlé yang menyebut air sebagai komoditas ekonomi, bukan hak asasi manusia, terus membayangi reputasi perusahaan. Di beberapa wilayah krisis air, Nestlé dituduh mengambil air untuk dijual kembali dengan harga tinggi.

Nestlé juga berulang kali dikaitkan dengan isu pekerja anak dalam rantai pasok kakao di Afrika Barat. Sejumlah laporan investigatif dan gugatan hukum menyoroti praktik kerja berbahaya yang melibatkan anak-anak.

Kontroversi lain yang melekat pada Nestlé adalah pemasaran susu formula bayi di negara berkembang. Promosi agresif dinilai berkontribusi pada berkurangnya praktik menyusui, dengan dampak kesehatan serius bagi bayi.

Selain itu, banyak produk Nestlé masuk kategori makanan ultra-proses. Kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi kerap dipersoalkan, terutama ketika dibungkus dengan citra produk sehat.

Meski kedua perusahaan telah meluncurkan berbagai inisiatif tanggung jawab sosial dan keberlanjutan, kritik publik menunjukkan bahwa persoalan struktural dalam model bisnis global masih menjadi tantangan besar.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
udemy paid course free download
download coolpad firmware
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: boikotCobisniscoca colaEtika BisnisIsu LingkunganNestlePebisnismuda

Related Posts

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga avtur global disebut menjadi penyebab utama melonjaknya harga tiket pesawat domestik dalam beberapa waktu terakhir....

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wacana pemotongan gaji menteri mencuat di tengah upaya pemerintah menjaga defisit APBN tetap di bawah 3%, dengan...

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memberi lampu hijau bagi maskapai domestik untuk menaikkan fuel surcharge hingga 38% akibat kenaikan harga avtur...

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan pengawasan ketat terhadap 14 perusahaan di sektor asuransi dan dana pensiun....

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) merevisi rencana buyback saham dengan menaikkan anggaran menjadi maksimal Rp 5...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

April 6, 2026
Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

April 6, 2026
Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

April 6, 2026
Modus Ritual Mandi Kembang, Guru Silat di Serang Diduga Cabuli 5 Murid

Modus Ritual Mandi Kembang, Guru Silat di Serang Diduga Cabuli 5 Murid

April 7, 2026
Ratusan Bahasa Terancam Punah, DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Bahasa Daerah

Ratusan Bahasa Terancam Punah, DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Bahasa Daerah

April 6, 2026
Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

April 6, 2026
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved